JAKARTA - Sayur pakis kerap menjadi menu favorit di berbagai daerah karena rasanya yang khas dan teksturnya yang lembut. Daun pakis muda sering diolah menjadi sayur berkuah, ditumis, hingga dijadikan urap. Di balik kelezatannya, sayuran hijau ini juga dikenal menyimpan berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, seperti halnya bahan pangan lain, konsumsi sayur pakis tidak selalu bebas risiko.
Daun pakis kerap disebut sebagai “pedang bermata dua”. Di satu sisi, kandungan nutrisinya mendukung kesehatan, tetapi di sisi lain terdapat potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Risiko tersebut dapat meningkat apabila pakis dikonsumsi secara berlebihan, tidak dimasak dengan benar, atau berasal dari jenis yang tidak aman untuk dimakan.
Mengutip WebMD, daun pakis diketahui memiliki potensi melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Sayuran ini juga relatif rendah kalori, lemak, dan kolesterol sehingga kerap dipilih sebagai menu diet. Meski demikian, pemahaman mengenai sisi lain dari konsumsi sayur pakis tetap penting agar manfaat yang diperoleh tidak berubah menjadi masalah kesehatan.
Kandungan Daun Pakis dan Potensi Risikonya
Tidak semua jenis pakis aman dikonsumsi. Beberapa varietas diketahui mengandung zat alami yang berpotensi berbahaya bagi tubuh manusia. Zat-zat ini umumnya dapat dinetralkan melalui proses pemasakan yang tepat. Namun, jika pengolahannya kurang matang atau tidak sesuai, risiko efek samping dapat meningkat.
Dalam buku Sayuran Pakis, Tanaman Langka Enak Dikonsumsi serta Manfaat Tumbuhan Paku dan Tumbuhan Lumut (2024) karya Imas Hanifah Nurhasanah dan Nisa Amelia Hamidah, disebutkan bahwa terdapat jenis pakis yang dikenal beracun. Beberapa di antaranya adalah pakis pakis (Pteridium aquilinum), pakis jantan (Dryopteris filix-mas), dan pakis pedang barat (Polystichum munitum).
Oleh karena itu, penting memastikan jenis pakis yang digunakan memang aman untuk dikonsumsi serta berasal dari sumber yang terpercaya. Kesalahan mengenali jenis pakis dapat berujung pada gangguan kesehatan yang serius.
Dampak Konsumsi Pakis yang Tidak Tepat
Selain jenis tanaman, cara pengolahan juga menjadi faktor krusial. Daun pakis mentah atau setengah matang berpotensi mengandung bakteri, mikroba, maupun senyawa alami yang dapat memicu gangguan kesehatan. Risiko ini bisa muncul dalam bentuk keluhan ringan hingga kondisi yang lebih serius.
Gangguan pencernaan merupakan keluhan yang cukup sering dikaitkan dengan konsumsi pakis yang tidak dimasak sempurna. Gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut, hingga sakit kepala dapat muncul dalam waktu singkat setelah konsumsi. Meski umumnya berlangsung kurang dari 24 jam, pada beberapa kasus keluhan dapat bertahan hingga beberapa hari.
Untuk meminimalkan risiko, pakis sebaiknya dicuci bersih, direbus hingga matang, dan air rebusannya diganti sebelum diolah lebih lanjut. Langkah ini membantu mengurangi zat berbahaya yang mungkin masih tersisa.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Meski kaya manfaat, konsumsi sayur pakis tetap perlu dibatasi dan dilakukan dengan hati-hati. Berikut sejumlah efek samping makan sayur pakis yang perlu diperhatikan.
Risiko keracunan
1. Salah satu efek samping paling serius adalah keracunan. Pakis muda mengandung senyawa alami yang belum sepenuhnya dipahami dan dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam keadaan kurang matang. Beberapa jenis pakis bahkan dikenal beracun dan tidak boleh dimakan sama sekali.
2. Gangguan pencernaan
Konsumsi pakis mentah atau tidak matang sempurna dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, kram perut, hingga sakit kepala. Kondisi ini berkaitan dengan keberadaan bakteri atau mikroba yang belum mati selama proses pengolahan.
3. Penyakit beriberi
Daun pakis mengandung enzim thiaminase yang dapat menghancurkan vitamin B1 (tiamin) dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Kekurangan vitamin B1 berisiko menyebabkan penyakit beriberi yang memengaruhi sistem saraf dan kardiovaskular.
4. Reaksi alergi
Meski jarang, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi sayur pakis. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, pembengkakan, hingga ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
5. Iritasi kulit
Tidak hanya saat dikonsumsi, pakis juga bisa menimbulkan risiko saat diproses. Beberapa jenis pakis memiliki duri atau rambut tajam pada pelepahnya yang dapat menyebabkan iritasi atau luka pada kulit jika disentuh tanpa perlindungan.
Cara Aman Mengonsumsi Sayur Pakis
Agar manfaat sayur pakis dapat diperoleh tanpa menimbulkan efek samping, beberapa langkah pencegahan perlu dilakukan. Pastikan hanya mengonsumsi jenis pakis yang aman, membersihkannya secara menyeluruh, serta memasaknya hingga benar-benar matang. Mengganti air rebusan sebelum pengolahan lanjutan juga dianjurkan sebagai langkah tambahan.
Selain itu, konsumsi sayur pakis sebaiknya tidak berlebihan. Variasi menu dengan sayuran lain dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat satu jenis makanan tertentu.