JAKARTA - Tren gaya hidup urban menunjukkan perubahan menarik dalam cara orang dewasa mencari hiburan dan kenyamanan emosional. Jika dahulu boneka identik dengan dunia anak-anak, kini mainan justru menjadi bagian dari ekspresi diri orang dewasa, terutama di media sosial.
Tahun 2025 menjadi momentum kuat yang menegaskan bahwa koleksi boneka telah berevolusi menjadi simbol gaya hidup, bukan sekadar benda nostalgia.
Fenomena ini sebelumnya dipicu oleh kepopuleran boneka Labubu dari perusahaan China, Pop Mart, yang mendunia dan digandrungi kaum muda hingga dewasa.
Popularitas Labubu membuka ruang baru bagi produsen lain untuk menghadirkan inovasi serupa, namun dengan pendekatan berbeda. Dari sinilah muncul Mirumi, robot mini asal Jepang yang bukan hanya imut, tetapi juga mampu bergerak dan merespons sentuhan pemiliknya.
Pergeseran Tren Mainan di Kalangan Dewasa
Mainan kini tidak lagi dibeli semata untuk dimainkan, melainkan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Orang dewasa memajang boneka di meja kerja, menggantungnya di tas, atau memamerkannya di media sosial sebagai bagian dari identitas personal.
Dalam konteks ini, Labubu menjadi ikon awal dari tren tersebut, dengan karakter ekspresif yang merepresentasikan sisi playful dan eksentrik generasi urban.
Namun, tren ini terus berkembang. Kebutuhan emosional masyarakat perkotaan yang hidup dalam ritme cepat mendorong hadirnya produk yang bukan hanya lucu secara visual, tetapi juga mampu memberikan rasa tenang.
Mirumi hadir di tengah perubahan ini sebagai alternatif baru, menawarkan pengalaman emosional yang lebih halus dibandingkan boneka konvensional.
Mirumi dan Konsep Teman Emosional Mini
Startup teknologi Jepang, Yukai Engineering, resmi meluncurkan Mirumi sebagai robot mini berdesain super imut yang dapat menempel di tas.
Berbeda dengan mainan elektronik pada umumnya, Mirumi tidak dirancang untuk berbicara atau memutar musik. Robot ini justru mengandalkan gerakan lembut dan respons visual untuk membangun koneksi dengan pemiliknya.
Dalam video promosi yang dikutip dari Instagram @lidestylehk, Mirumi terlihat bergerak saat kepala mungilnya dielus. Gerakan tersebut dimungkinkan berkat sensor jarak yang tertanam di dalam tubuhnya. Mirumi juga dilengkapi inertial measurement unit yang memungkinkannya merespons pergerakan tas atau tubuh pemiliknya.
Mirumi dirancang sebagai “palm-healing companion”, istilah Jepang untuk benda kecil yang memberikan rasa nyaman hanya dengan kehadirannya.
Robot ini menempel pada tali tas, ransel, atau handbag, sehingga selalu menemani pemiliknya ke mana pun pergi. Kehadirannya bersifat pasif namun terasa personal, menciptakan kesan bahwa ada “teman kecil” yang selalu ikut dalam aktivitas harian.
Teknologi Lembut yang Membuat Orang Tersenyum
Keunikan Mirumi terletak pada caranya berinteraksi. Saat tas bergerak, Mirumi akan menoleh perlahan, mengamati sekitar, dan tampak seperti menatap orang atau objek terdekat.
Responsnya sangat minimalis: tidak mengeluarkan suara, tidak meminta perhatian, dan tidak mengganggu. Ia hanya bergerak sedikit, berbalik perlahan, atau menggeser posisi seolah menyadari keberadaan pemiliknya.
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Yukai Engineering yang berfokus pada interaksi manusia dan emosi. CEO Yukai Engineering, Shunsuke Aoki, menjelaskan bahwa Mirumi tidak diciptakan sebagai mainan biasa, melainkan sebagai teman yang menenangkan.
“Orang sering menemukan kebahagiaan ketika bisa berbagi perasaan bahagia dengan orang lain. Mirumi adalah robot yang memungkinkan Anda melakukan itu,” kata Aoki kepada The Verge.
Ia juga menambahkan bahwa Mirumi kerap memicu reaksi spontan dari orang-orang di sekitarnya. “Di kereta yang padat atau saat mengantre di kasir, Mirumi sering membuat orang tersenyum, melambaikan tangan, atau bereaksi lucu hanya karena tatapannya yang polos,” ujarnya.
Koleksi Emosional dalam Gaya Hidup Urban
Sejak diperkenalkan ke publik, Mirumi dengan cepat menarik perhatian, terutama di Hong Kong dan sejumlah kota besar di Asia Timur. Popularitasnya tumbuh seiring menguatnya tren emotional collectibles, yakni produk yang dikoleksi bukan hanya karena bentuknya, tetapi karena hubungan emosional yang terbangun antara benda dan pemiliknya.
Jika Labubu merepresentasikan semangat koleksi dengan karakter nakal, ekspresif, dan sedikit liar, Mirumi justru mencerminkan fase baru dari budaya koleksi tersebut. Mirumi hadir dengan karakter yang tenang, polos, dan menenangkan, seolah menjadi antitesis dari hiruk-pikuk kehidupan urban modern.
Dalam lanskap gaya hidup yang semakin sibuk dan terdigitalisasi, Mirumi muncul sebagai simbol kecil dari kebutuhan manusia akan kehadiran, koneksi, dan keheningan. Robot mungil ini tidak menawarkan hiburan berlebihan, melainkan pengalaman emosional yang sederhana namun bermakna.
Kehadirannya menegaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi, manusia tetap mencari sentuhan emosional yang lembut dan personal, bahkan dari sebuah boneka kecil yang menempel di tas.