Arti dan Cara Menghilangkan Open to Work di LinkedIn 2026

Arti dan Cara Menghilangkan Open to Work di LinkedIn 2026
cara menghilangkan open to work di linkedin

Jakarta - Cara menghilangkan open to work di linkedin sering dicari oleh pengguna yang ingin mengatur privasi atau menonaktifkan tanda pencarian kerja di profil mereka. 

Tidak sedikit pengguna LinkedIn melihat profil seseorang dengan frame “Open to Work” dan bertanya-tanya apa maknanya. 

Fitur ini memungkinkan pengguna memberitahu recruiter secara halus bahwa mereka sedang mencari peluang kerja baru. 

LinkedIn meluncurkan fitur ini sejak 2020 untuk membantu para pencari kerja memberikan sinyal profesional kepada perusahaan tanpa harus langsung menghubungi mereka.

Meski demikian, penggunaan Open to Work juga menimbulkan perdebatan. 

Beberapa pakar menilai fitur ini dapat meningkatkan peluang ditemukan oleh recruiter, sementara sebagian lainnya berpendapat hal itu bisa membuat kandidat terlihat terlalu aktif mencari pekerjaan, yang kadang memengaruhi persepsi perusahaan. 

Penting bagi pengguna memahami keuntungan dan risikonya sebelum memutuskan menampilkan atau menonaktifkan fitur ini.

Dengan memahami fungsi dan dampaknya, pengguna bisa lebih bijak dalam mengelola profil LinkedIn mereka.

Termasuk mengetahui langkah-langkah cara menghilangkan open to work di linkedin jika ingin menyembunyikan status pencarian kerja dari publik atau recruiter tertentu.

Apa itu Open to Work di LinkedIn?

Fitur yang memungkinkan pengguna menunjukkan ketertarikan pada peluang pekerjaan baru di LinkedIn mempermudah komunikasi dengan perekrut. 

Sejak diperkenalkan pada tahun 2020, fitur ini menambahkan label khusus di bawah foto profil, yang menunjukkan bahwa pemilik akun sedang membuka diri terhadap tawaran kerja. 

Dengan menampilkan indikator ini, pengguna memberi sinyal jelas kepada jaringan profesional dan perekrut bahwa mereka siap menerima kesempatan karier baru. 

Bagi mereka yang tengah aktif mencari pekerjaan, memanfaatkan fitur ini bisa menjadi strategi efektif untuk menarik perhatian pihak yang menawarkan posisi yang sesuai.

Alasan Menghilangkan Status Open to Work

Beberapa alasan mengapa sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali sebelum menampilkan status “Open to Work” di LinkedIn antara lain:

  1. Menciptakan Persepsi Negatif: Menempelkan label ini bisa membuat orang menilai bahwa kamu sedang sangat membutuhkan pekerjaan dan siap menerima tawaran dari siapa saja, sehingga terlihat kurang menarik bagi perekrut.
  2. Terlihat Kurang Eksklusif: Perekrut biasanya lebih tertarik pada kandidat yang tidak secara terbuka menunjukkan sedang mencari pekerjaan, sehingga status ini bisa membuatmu tampak kurang istimewa.
  3. Potensi Pesan Spam: Mengaktifkan fitur ini dapat meningkatkan kemungkinan menerima pesan yang tidak relevan atau tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginanmu.
  4. Efektivitas Terbatas: Banyak lowongan justru diisi melalui jaringan dan koneksi personal, sehingga menandai dirimu “Open to Work” mungkin tidak banyak membantu dalam menemukan peluang yang tepat.
  5. Risiko Privasi: Walaupun pengaturannya bisa dibatasi hanya untuk perekrut, informasi pribadimu tetap berpotensi diketahui orang lain jika salah satu koneksimu membagikannya.
  6. Profil Lebih Penting: Memastikan profilmu lengkap dan informatif jauh lebih berpengaruh dibandingkan sekadar menambahkan label “Open to Work.”

Manfaat Open to Work di LinkedIn

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan fitur Open to Work di LinkedIn antara lain:

  1. Memperluas Jaringan
    Menambahkan frame Open to Work memberi sinyal kepada orang lain dan koneksi bahwa kamu sedang mencari peluang baru. 

Fitur ini juga membantu menjangkau koneksi di luar wilayah lokal. Dengan begitu, kontakmu mungkin memberikan dukungan, bahkan tak menutup kemungkinan menawarkan pekerjaan.

  1. Mempermudah Ditemukan oleh Perekrut
    Banyak perekrut memanfaatkan LinkedIn untuk membagikan lowongan dan mencari kandidat yang sesuai. 

Dengan fitur Open to Work, mereka dapat menemukan profilmu lebih cepat dan mudah.

  1. Rekomendasi Pekerjaan yang Lebih Tepat
    LinkedIn menyesuaikan saran pekerjaan berdasarkan informasi yang kamu masukkan di Open to Work. 

Hal ini membuat pekerjaan yang direkomendasikan lebih relevan dengan keahlian, pengalaman, dan minatmu, sehingga peluang menemukan pekerjaan yang cocok meningkat.

Kekurangan Open to Work di Linkedln

Meskipun fitur “Open to Work” memiliki banyak keuntungan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

  1. Potensi Pesan Spam
    Mengaktifkan fitur ini memang membuat profilmu lebih terlihat oleh perekrut, tetapi juga meningkatkan kemungkinan menerima pesan spam yang tidak relevan. Jika kamu terlihat sedang mencari pekerjaan secara terbuka, perekrut mungkin akan mengirim banyak tawaran. Menyaring pesan yang tidak sesuai bisa jadi melelahkan.
  2. Efektivitas Terbatas dalam Mendapatkan Pekerjaan
    Banyak lowongan sebenarnya tidak dipublikasikan secara luas dan lebih sering diisi melalui jaringan pribadi atau koneksi profesional. Dalam konteks ini, menampilkan status Open to Work dianggap kurang membantu untuk menemukan peluang tersembunyi. Mengandalkan relasi dan jaringan profesional biasanya lebih efektif untuk mengakses pekerjaan yang tidak diumumkan secara publik.
  3. Risiko Kebocoran Privasi
    Walaupun fitur ini bisa diatur agar hanya terlihat oleh perekrut, ada kemungkinan informasi pribadimu tetap diketahui orang lain. Misalnya, jika salah satu koneksimu menyukai atau membagikan postinganmu, jaringan mereka juga bisa melihat statusmu.

Cara Menghilangkan Open To Work Di Linkedin

Jika ingin menonaktifkan fitur “Open to Work” di LinkedIn, berikut adalah cara menghilangkan Open to Work di LinkedIn yang bisa dilakukan dengan mudah: 

  1. Masuk ke Akun LinkedIn
    Pastikan kamu sudah login ke akun LinkedIn-mu. Jika belum, buka aplikasi atau situs LinkedIn, lalu masukkan alamat email dan kata sandi untuk mengakses akunmu.
  2. Buka Halaman Profil
    Setelah berhasil masuk, arahkan kursor ke foto profil di sudut kanan atas, lalu klik untuk membuka halaman profil pribadi. Di sini, semua informasi tentangmu—seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan detail lainnya—dapat dilihat.
  3. Mulai Mengedit Profil
    Di halaman profil, gulir ke bagian yang menampilkan status “Open to Work”, biasanya terletak di bawah foto profil. Klik tombol Edit di dekat label tersebut untuk memulai pengaturan.
  4. Atur Tampilan Label
  • Hapus Sepenuhnya: Jika ingin menghilangkan status “Open to Work” dari profil, pilih opsi yang menghapusnya sepenuhnya. Dengan begitu, label tidak akan terlihat oleh siapa pun, termasuk perekrut.
  • Batasi Hanya untuk Perekrut: Jika masih ingin menunjukkan bahwa kamu terbuka terhadap peluang pekerjaan tapi hanya untuk perekrut, pilih opsi yang membatasi tampilan label hanya untuk mereka. Orang lain di luar jaringanmu tidak akan melihatnya.
  1. Simpan Perubahan
    Setelah menentukan pilihan, pastikan menekan tombol Simpan agar pengaturan baru diterapkan. Dengan langkah ini, status “Open to Work” akan diperbarui sesuai keinginanmu.
  2. Perhatikan Profil secara Keseluruhan
    Setelah menghapus atau membatasi tampilan status, pastikan semua informasi di profilmu lengkap dan terbaru. Profil yang menarik dan informatif akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan tawaran pekerjaan yang sesuai di masa depan.

Tips untuk Memperbarui Profil LinkedIn Setelah Menghilangkan Open to Work

Setelah menonaktifkan status “Open to Work” di LinkedIn, sangat penting untuk memastikan profilmu tetap menarik dan relevan bagi perekrut. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:

  1. Perbarui Foto Profil
    Gunakan foto profesional dengan pencahayaan yang baik dan pakaian yang sesuai dengan bidang pekerjaanmu. Pastikan foto terlihat jelas dan mewakili citra profesional.
  2. Sesuaikan Headline
    Ganti headline menjadi deskripsi posisi yang spesifik, misalnya “Copywriter” atau “Data Analyst,” agar profilmu menonjol di antara kandidat lainnya.
  3. Buat Ringkasan Menarik
    Tuliskan ringkasan singkat yang menjelaskan siapa dirimu, keahlian utama, dan pengalaman kerja dengan gaya bahasa yang memikat pembaca.
  4. Perbarui Pengalaman Kerja
    Tambahkan pengalaman terbaru, jelaskan tanggung jawab, dan soroti pencapaian. Gunakan data atau angka bila memungkinkan untuk menunjukkan hasil yang terukur.
  5. Cantumkan Keterampilan
    Daftar hingga 50 keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang kamu incar agar profil lebih menonjol di mata perekrut.
  6. Sesuaikan URL Profil
    Ubah URL LinkedIn menjadi lebih sederhana dan profesional, misalnya menggunakan nama lengkapmu, sehingga mudah dibagikan dan diingat.
  7. Perbarui Informasi Pendidikan dan Sertifikasi
    Pastikan semua pendidikan dan sertifikasi terbaru sudah tercantum agar profil terlihat lengkap dan kredibel.
  8. Optimalkan Bagian Featured
    Gunakan bagian ini untuk menampilkan portofolio, proyek penting, atau karya terbaikmu, sehingga perekrut dapat melihat kemampuanmu secara langsung.
  9. Atur Visibilitas Profil
    Jika ingin memperbarui profil tanpa memberi tahu koneksi, ubah pengaturan visibilitas agar perubahan tidak otomatis dikirim sebagai notifikasi.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Setelah Menghilangkan Status Open to Work

Setelah menonaktifkan status “Open to Work” di LinkedIn, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari agar profilmu tetap menarik bagi perekrut dan jaringan profesional:

  1. Profil Tidak Diperbarui
    Jangan hanya menghapus status tanpa memperbarui bagian lain dari profil, seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan. Pastikan semua informasi mencerminkan kemampuan dan pencapaian terbaru.
  2. Mengabaikan Foto Profil
    Gunakan foto terbaru yang profesional, dengan pencahayaan baik dan pakaian yang sesuai dengan bidang pekerjaanmu, agar kesan pertama tetap positif.
  3. Tidak Memasukkan Kata Kunci yang Tepat
    Sertakan kata kunci yang relevan dengan industri dan posisi yang diinginkan pada ringkasan dan pengalaman kerja. Hal ini membantu profilmu lebih mudah ditemukan oleh perekrut.
  4. Kurang Aktif dalam Jaringan
    Setelah menonaktifkan status, jangan berhenti membangun koneksi. Terus jalin hubungan dengan profesional di bidangmu dan ikut berpartisipasi dalam diskusi yang relevan.
  5. Tidak Memanfaatkan Fitur LinkedIn
    Manfaatkan berbagai fitur seperti menulis artikel, membagikan postingan, atau meminta rekomendasi untuk meningkatkan kredibilitas dan visibilitas profilmu.
  6. Mengabaikan Pengaturan Privasi
    Periksa pengaturan privasi agar hanya orang yang relevan dapat melihat informasi di profilmu, sehingga data pribadi tetap aman namun tetap terlihat oleh perekrut.
  7. Tidak Mengikuti Perkembangan Industri
    Tetap update dengan tren dan berita terbaru di bidangmu. Hal ini menunjukkan bahwa kamu aktif dan selalu mengikuti perkembangan industri.

Sebagai penutup, memahami cara menghilangkan open to work di linkedin membantu menjaga profesionalisme dan membuat profilmu tetap menarik bagi perekrut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index