PORTALVIRAL.ID — Teleskop luar angkasa Nancy Grace Roman milik NASA diprediksi bertahan hingga 22 tahun, lebih dari dua kali lipat target awal 10 tahun. Efisiensi bahan bakar saat manuver koreksi lintasan dan bobot wahana yang lebih ringan dari perkiraan menjadi penyebab utamanya. Wahana ini masih dalam perjalanan menuju titik Lagrange 2 (L2) dan diperkirakan tiba akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Perpanjangan usia pakai teleskop senilai miliaran dolar itu berasal dari dua faktor teknis yang saling menguatkan: penghematan bahan bakar dan bobot akhir wahana yang lebih ringan dari proyeksi. Tim pengendali misi di Bumi disebut berhasil menjalankan manuver koreksi lintasan dengan presisi tinggi.
Manuver Pertama Hanya Pakai 40 Pound dari 441 Pound Bahan Bakar
Setelah dilepas dari Falcon Heavy, Roman harus melakukan sejumlah pembakaran mesin (burn) untuk mengarahkan dirinya ke L2. Area ini memungkinkan wahana "parkir" secara hemat bahan bakar karena gaya sentrifugal orbit hampir persis meniadakan gaya gravitasi.
NASA merancang anggaran bahan bakar dengan asumsi manuver tidak selalu berjalan mulus. Namun hasilnya jauh lebih baik: pembakaran pertama hanya menghabiskan kurang dari 10 persen anggaran, atau sekitar 40 pound dari total 441 pound.
Penghematan itu setara dengan tambahan empat tahun operasi ilmu pengetahuan. Efeknya berantai, karena pembakaran kedua dan manuver akhir untuk memarkir Roman di L2 juga tidak perlu sebesar rencana semula.
Bobot Lebih Ringan 4.000 Pound Bikin Tangki Terisi Penuh
Faktor kedua datang dari sisi rekayasa struktur. Roman ternyata sekitar 4.000 pound lebih ringan dari perkiraan awal, sehingga NASA tidak lagi khawatir soal batas bobot saat peluncuran.
Rencana semula hanya mengisi tangki bahan bakar sebagian karena alasan berat. Dengan bodi akhir yang lebih ramping, tim misi bebas mengisi tangki sampai penuh. Tambahan ini menyumbang empat tahun operasi lagi, sehingga total perpanjangan mencapai 12 tahun di atas alokasi awal 10 tahun.
Instrumen Wide Field Instrument Sudah Aktif Tanpa Kendala
Roman dirancang berbeda dari James Webb Space Telescope yang fokus memotret objek yang sudah diketahui dengan resolusi sangat tinggi. Roman justru bertugas mengambil foto medan sangat luas untuk menemukan galaksi, dunia, dan fenomena yang belum pernah terdeteksi.
Misi ini mirip dengan tugas legendaris Hubble, tetapi dengan kemampuan yang jauh lebih besar. Wide Field Instrument (WFI) milik Roman mampu mengambil gambar 200 kali ukuran bidang pandang Hubble, dan diperkirakan menangkap area langit lima kali lebih luas dalam lima tahun dibanding Hubble selama 30 tahun.
NASA baru saja mengaktifkan WFI tanpa masalah. Prosesnya cukup rumit karena agensi harus menyalakan pemanas untuk menguapkan sisa air atau bahan kimia pada detektor, mencapai suhu 85 derajat Fahrenheit, sebelum akhirnya diturunkan bertahap hingga minus 300 derajat Fahrenheit.
Semua sistem WFI dinyatakan hijau. Foto pertama diperkirakan tiba di Bumi setelah Roman mencapai L2, yakni pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.