Shuhei Yoshida dan Adam Boyes Reuni di Tokyo Game Show, Ulang Meme PS4 Tanpa Cakram

Shuhei Yoshida dan Adam Boyes Reuni di Tokyo Game Show, Ulang Meme PS4 Tanpa Cakram

PORTALVIRAL.ID — Shuhei Yoshida dan Adam Boyes kembali memerankan adegan berbagi gim PlayStation 4 di Tokyo Game Show, tetapi kali ini tanpa cakram fisik yang bisa dipinjamkan. Aksi keduanya menghidupkan lagi momen 2013 yang dulu menjadi pukulan telak bagi Microsoft, sekaligus mengingatkan bahwa era kepemilikan gim fisik kian mendekati akhir.

Dua mantan eksekutif Sony itu tampil dalam video pendek yang mengulang adegan legendaris dari panggung E3 2013. Dalam versi baru, Yoshida menyerahkan sesuatu kepada Boyes, lalu keduanya terdiam karena tidak ada cakram yang bisa diberikan. Video tersebut diunggah Yoshida melalui akun X pribadinya dan langsung menyebar di kalangan penggemar PlayStation.

Momen asli pada 2013 hanya berdurasi 22 detik. Ketika itu, Yoshida dan Boyes menunjukkan betapa mudahnya pemilik PS4 meminjamkan gim fisik ke teman, sebagai kontras dari rencana awal Xbox One yang mewajibkan pemeriksaan DRM berkala. Aksi singkat itu menjadi kemenangan public relations besar bagi Sony dan salah satu momen paling dikenang dari era konsol generasi kedelapan.

Dari Panggung E3 ke Tokyo Game Show

Sejak video pertama dibuat, lanskap industri gim berubah drastis. Boyes meninggalkan Sony pada 2016, sementara Yoshida menyebut dirinya "dipecat" dari jabatannya sebagai presiden SIE worldwide pada 2019. Yoshida baru benar-benar hengkang pada 2025 setelah beberapa tahun memimpin Independent Developer Initiative milik Sony.

Perubahan terbesar justru datang dari kebijakan Sony sendiri. Beberapa bulan lalu, perusahaan mengumumkan akan menghentikan produksi cakram gim. Keputusan itu menuai protes dari pengguna maupun mitra pihak ketiga.

Alasan Sony sederhana: penjualan gim digital sudah mendominasi, sehingga perusahaan merasa mampu beralih ke masa depan yang sepenuhnya digital. Langkah ini juga membawa efek berantai positif bagi bisnis mereka.

Mengapa Sony Kian Menjauh dari Cakram

Dengan menjadikan PlayStation Store sebagai satu-satunya kanal penjualan, Sony bisa meraup lebih banyak pendapatan dari penjualan first-party. Perusahaan juga bisa memangkas biaya ritel yang selama ini melekat pada gim fisik.

Namun, ada kekhawatiran bahwa langkah ini justru menjadi kemunduran dibandingkan platform seperti Steam. PlayStation Store umumnya tidak menawarkan pengembalian dana untuk gim yang sudah dibeli, dan sejumlah fitur pendukung lain masih absen.

Persoalan lain yang mengemuka adalah status pembelian. Pengguna sebenarnya tidak membeli gim, melainkan lisensi untuk memainkannya.

Gugatan Hukum dan Perbandingan dengan Microsoft

Sony saat ini tengah berargumen dalam gugatan class action yang diajukan terhadap mereka. Perusahaan membantah menyesatkan konsumen dalam pembelian lisensi gim digital, dengan dalih bahwa tidak masuk akal jika konsumen mengira mereka memiliki produk digital tersebut.

Sebagai perbandingan, program disc-to-digital milik Microsoft mendapat sambutan positif. Program itu memungkinkan pemilik Xbox membuka lisensi digital untuk gim fisik mereka, meski tidak semua gim bisa ikut karena sejumlah penerbit belum bergabung.

Reuni Yoshida dan Boyes di Tokyo Game Show jadi semacam cermin pahit. Adegan yang dulu merayakan kebebasan berbagi cakram kini berubah menjadi sindiran halus tentang arah industri yang tak bisa dibendung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index