PORTALVIRAL.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menominasikan Wesley Hunt, anggota Partai Republik yang dikenal anti-Islam dan pro-Israel, sebagai duta besar AS untuk Arab Saudi. Penunjukan itu diumumkan Senin, di tengah ketegangan hubungan AS dengan negara-negara Teluk beberapa bulan setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran.
Penunjukan itu diumumkan pada Senin, di tengah situasi tegang bagi hubungan AS dengan negara-negara Teluk. Ketegangan muncul beberapa bulan setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran.
Rekam Jejak Militer dan Penugasan di Arab Saudi
Hunt merupakan sekutu setia Trump. Ia pernah bertugas di militer AS di Irak dengan terbang dalam 55 misi tempur sebagai pilot helikopter Apache di Baghdad pada 2006.
Sebelumnya, ia menjalani dua masa penugasan di Arab Saudi sebagai perwira penghubung diplomatik. Pengalaman itu kemudian ia pakai berulang kali sebagai dasar melontarkan kecaman terhadap umat Muslim dan agama Islam.
Kecaman Berulang terhadap Islam dan Hukum Syariah
Dalam pernyataannya pada November lalu kepada Middle East Eye, Hunt mengaitkan masa tinggalnya di Arab Saudi dengan pandangannya soal hukum Syariah. "Saya pernah tinggal di Arab Saudi selama dua tahun. Saya pernah ditugaskan di Irak. Saya telah melihat secara langsung bagaimana rasanya hidup di negara-negara yang diatur oleh sistem seperti hukum Syariah," ujarnya.
Pada Januari, ia menegaskan kembali pernyataan tersebut. Menurut Hunt, orang-orang yang menganggap peringatannya tentang Islam sebagai upaya menyebar ketakutan belum pernah hidup di bawah sistem itu.
"Saya telah melihat wujud sistem itu dalam kehidupan nyata, bukan di tayangan berita televisi kabel. Eksekusi pemenggalan kepala di depan umum terjadi di sana belum lama ini. Perempuan bahkan tidak diperbolehkan mengemudi saat saya bertugas di sana," ujarnya.
Seruan agar Warga AS Waspada
Saat tampil dalam acara 'Stakelbeck Tonight' pada Januari 2026, Hunt mengatakan rakyat Amerika harus "sangat khawatir". Menurutnya, mandat yang diberikan kepada Islam pada dasarnya adalah pergi ke negara-negara lain dan menyusup masuk.
Ia menambahkan bahwa umat Muslim akan membangun populasi yang besar dan pada akhirnya mengambil alih negara-negara tersebut.
Kritik terhadap Retorika Hunt
Majalah The New Yorker, dalam liputannya mengenai pemilihan umum di Texas, menyebut Hunt dan para pesaingnya dari Partai Republik telah menargetkan umat Muslim dalam retorika mereka. Kolumnis Houston Chronicle, Chris Tomlinson, menuduh Hunt dan politisi Republik Texas lainnya mengobarkan ketakutan terhadap Islam.
Edward Ahmed Mitchell dari Council on American-Islamic Relations Action (CAIR) menilai para kandidat tersebut bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling anti-Muslim. Menurutnya, mereka berupaya membangkitkan ketakutan lebih besar terhadap umat Islam di Texas demi meraih suara.