PORTALVIRAL.ID — Proyek tanggul laut raksasa di Pantura Jawa diproyeksikan melindungi sekitar 50 juta penduduk dan mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto nasional. Presiden Prabowo Subianto menyebut infrastruktur sepanjang 575 kilometer itu sebagai kebutuhan mendesak karena kawasan tersebut menampung 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi. Pembangunan ditargetkan mulai awal 2027 dan berlangsung hingga sekitar 20 tahun.
JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan proyek strategis yang vital untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi nasional. Kepala negara menyampaikan hal itu dalam program "Presiden Prabowo Menjawab", Rabu (16/9).
Menurut Prabowo, kawasan Pantura Jawa memiliki konsentrasi industri dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi. Karena itu, infrastruktur perlindungan pesisir dinilai perlu untuk menghadapi berbagai risiko di kawasan tersebut.
"Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater," ujar Prabowo.
Melindungi 50 Juta Penduduk dan 38 Persen PDB
Giant sea wall yang direncanakan membentang dari Tangerang hingga Jawa Timur diproyeksikan memberi perlindungan bagi sekitar 50 juta penduduk. Infrastruktur tersebut juga mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto di dalam negeri.
"Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kita dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia," ucapnya.
Prabowo menjelaskan, kawasan Pantura Jawa memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi. Wilayah tersebut juga menjadi bagian penting dari poros logistik nasional.
575 Kilometer Dibagi 15 Segmen
Secara keseluruhan, proyek giant sea wall direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer. Pembangunannya akan dibagi ke dalam 15 segmen.
Prabowo mengatakan proses pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027. Menurut dia, sudah ada pihak yang berminat dan bersedia mendanai proyek tersebut.
"Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan," ungkapnya.
Jakarta Delapan Tahun, Semarang Lebih Cepat
Prabowo menekankan pembangunan giant sea wall merupakan proyek jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Durasi pembangunan juga akan berbeda di setiap wilayah.
"Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat," kata dia.
Prabowo memperkirakan keseluruhan pembangunan membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun. Namun, apabila pelaksanaannya berjalan lebih cepat, pembangunan tersebut diperkirakan dapat rampung dalam waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.
Proyek ini menambah daftar infrastruktur strategis yang menjadi prioritas pemerintah. Selain aspek perlindungan warga, pemerintah menilai tanggul laut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas industri dan logistik di kawasan pesisir utara Jawa yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.