Kemendikdasmen Buka OSN Dikmen 2026, Finalis Naik 12,33 Persen

Kemendikdasmen Buka OSN Dikmen 2026, Finalis Naik 12,33 Persen

PORTALVIRAL.ID — Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang melaju ke tingkat nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan menengah 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat lonjakan pendaftar 12,33 persen dibandingkan tahun lalu, dari 265.251 menjadi 297.955 peserta.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional jenjang pendidikan menengah 2026. Kompetisi tahunan ini diikuti 540 finalis yang akan bertanding pada sembilan cabang sains, mulai astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, hingga matematika.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyatakan OSN diposisikan sebagai instrumen manajemen talenta murid, bukan sekadar ajang berburu medali. Menurutnya, kompetisi ini menjadi pintu masuk pembinaan berkelanjutan bagi pelajar berprestasi di bidang riset dan inovasi.

Lonjakan Pendaftar Capai 12,33 Persen

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengungkapkan jumlah pendaftar OSN 2026 mencapai 297.955 peserta. Angka ini naik 12,33 persen dari tahun 2025 yang tercatat 265.251 peserta.

Peserta datang dari 38 provinsi dan sekolah Indonesia di luar negeri. Menurut Irene, kenaikan ini menandakan partisipasi murid SMA/MA/SMK/MAK/sederajat dalam ajang pengembangan talenta bidang riset dan inovasi semakin luas.

"Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final," kata Irene.

Sembilan Cabang Sains dan Ekshibisi Kecerdasan Artifisial

Selain sembilan cabang sains utama, Puspresnas bekerja sama dengan Cakrawala University kembali menggelar Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) untuk tahun kedua. Ajang ini menjadi ruang aktualisasi murid di bidang kecerdasan artifisial.

Pendaftar EKKA 2026 melonjak 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi. Kenaikan ini menunjukkan minat pelajar terhadap teknologi kecerdasan artifisial tumbuh signifikan dalam setahun terakhir.

Irene menegaskan pengembangan talenta murid tidak berhenti pada perolehan medali. Kemendikdasmen menyiapkan rangkaian kesempatan lanjutan bagi murid berprestasi untuk mengembangkan kemampuan dan melanjutkan perjalanan prestasinya.

"Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan," ujar Irene.

Jalur Beasiswa Talenta Indonesia

Suharti menyebut peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di olimpiade sains internasional. Selain itu, mereka dapat mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia sebagai jalur pengembangan pendidikan yang lebih luas.

"OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali, melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia," kata Suharti.

Dengan lonjakan pendaftar di dua ajang sekaligus, Kemendikdasmen memandang OSN 2026 sebagai fondasi pembinaan talenta sains jangka panjang. Pembinaan lanjutan bagi para finalis akan menjadi penentu apakah prestasi di tingkat nasional berlanjut ke panggung internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index