Kurs

Rupiah Menguat Hari Ini, Cek Kurs Dolar di Bank Indonesia

Rupiah Menguat Hari Ini, Cek Kurs Dolar di Bank Indonesia
Rupiah Menguat Hari Ini, Cek Kurs Dolar di Bank Indonesia

JAKARTA - Hari ini, 23 Februai 2026 nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data rupiah tercatat menguat sebesar 0,12% atau sekitar 21 poin, dengan harga Rp16.867 per dolar AS. 

Pada saat yang bersamaan, indeks dolar AS juga mengalami pelemahan sebesar 0,38% ke posisi 97,42. Pergerakan ini memperlihatkan adanya pengaruh sejumlah faktor eksternal dan internal yang turut mempengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah.

Menurut Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, meskipun rupiah menguat di awal perdagangan, dirinya memperkirakan mata uang Indonesia ini akan kembali melemah pada akhir perdagangan hari ini. Ia menyebutkan bahwa fluktuasi yang terjadi hari ini diperkirakan akan berakhir dengan nilai tukar rupiah berada pada rentang Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS. 

Prediksi ini didasari oleh sejumlah sentimen global yang turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang di pasar internasional, terutama kebijakan moneter The Fed dan situasi geopolitik yang terus berkembang.

Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Rupiah

Ibrahim menjelaskan, beberapa faktor yang mendasari pergerakan dolar AS dan rupiah hari ini antara lain adalah kebijakan moneter dari The Federal Reserve (The Fed), data ekonomi AS yang optimis, serta ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. 

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis bulan Januari lalu memberikan petunjuk bahwa The Fed cenderung hati-hati namun tetap hawkish dalam menyikapi kebijakan suku bunga. 

Hal ini menegaskan bahwa kemungkinan untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil, yang pada gilirannya menstabilkan dolar AS.

Selain itu, data ekonomi AS yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran awal menjadi 206.000 pada minggu yang berakhir pada 14 Februari 2026, jauh di bawah perkiraan 225.000, juga turut memperkuat posisi dolar AS. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang semakin membaik, menambah keyakinan pasar bahwa ekonomi AS sedang berada dalam tren positif. 

Di sisi lain, eskalasi ketegangan AS-Iran yang belum juga mereda menambah ketidakpastian di pasar global, yang turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

Perjanjian Dagang Indonesia-AS Jadi Sentimen Positif

Namun, sentimen domestik juga turut mewarnai pergerakan rupiah pada hari ini. Salah satu faktor yang memberi pengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah adalah perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang dikenal dengan nama Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance

Perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden AS, Donald Trump, ini mencakup sejumlah komitmen kerja sama yang diharapkan dapat mendorong perekonomian kedua negara.

Perjanjian tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain penurunan tarif produk, pembentukan dewan ekonomi permanen, serta pembelian energi dan pesawat. 

“Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan ini ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung, agar implementasinya dapat memberi dampak nyata terhadap perekonomian Indonesia,” jelas Ibrahim. 

Dengan adanya kesepakatan dagang yang lebih kuat ini, pasar merespons positif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, yang secara tidak langsung turut mendukung penguatan rupiah.

Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Berikut adalah informasi terkini mengenai kurs dolar AS di sejumlah bank besar Indonesia pada hari ini, 23 Februari 2026. Di Bank Central Asia (BCA), kurs jual dolar AS tercatat pada harga Rp16.845, sementara harga beli untuk transaksi e-rate berada di Rp16.825. 

Untuk transaksi melalui TT Counter, BCA mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.695 dan harga jual Rp16.995. Adapun untuk transaksi menggunakan bank notes, harga beli dan jual masing-masing adalah Rp16.695 dan Rp16.995.

Sementara itu, di Bank Rakyat Indonesia (BRI), pada pukul 09.41 WIB, harga beli dolar AS berada di Rp16.826 dan harga jual di Rp16.853 untuk transaksi e-rate. Pada TT Counter, harga beli dolar AS di BRI tercatat Rp16.740 dan harga jual Rp16.940. BRI juga menetapkan harga beli dan jual dolar AS menggunakan bank notes masing-masing sebesar Rp16.740 dan Rp16.940.

Di Bank Mandiri, harga jual dolar AS tercatat Rp16.860, sedangkan harga beli untuk transaksi special rate berada di Rp16.830. Untuk TT counter, Bank Mandiri mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.700 dan harga jual Rp17.000, sementara untuk bank notes, harga beli dan jual dolar AS masing-masing adalah Rp16.700 dan Rp17.000.

Terakhir, di Bank Negara Indonesia (BNI), harga beli dolar AS tercatat Rp16.824, dan harga jualnya berada di Rp16.844 untuk transaksi special rate. 

Pada TT counter, BNI mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.730 dan harga jual Rp17.030, sedangkan untuk bank notes, harga beli dan jual masing-masing adalah Rp16.730 dan Rp17.030.

Proyeksi Rupiah dan Faktor Pengaruhnya di Masa Depan

Secara keseluruhan, pergerakan nilai tukar rupiah hari ini mencerminkan ketidakpastian pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. 

Meskipun ada sentimen positif domestik, seperti perjanjian dagang dengan AS, nilai tukar rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, seperti kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik. Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan tersebut untuk melihat arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Namun, dengan adanya kebijakan yang mendukung perekonomian Indonesia serta komitmen dalam menjaga kestabilan ekonomi makro, prospek rupiah di masa mendatang tetap optimis. Apakah rupiah mampu mempertahankan penguatannya atau justru kembali melemah, masih sangat bergantung pada berbagai dinamika yang berkembang di pasar global dan domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index