Polri

Polri Gelar Rapim TMII Bahas Kesiapan Tugas Nasional

Polri Gelar Rapim TMII Bahas Kesiapan Tugas Nasional
Polri Gelar Rapim TMII Bahas Kesiapan Tugas Nasional

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal agenda nasional melalui pelaksanaan Rapat Pimpinan Polri yang digelar di kawasan strategis ibu kota. 

Bertempat di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi penting bagi jajaran pimpinan Polri untuk menyelaraskan langkah menghadapi dinamika tugas pada tahun mendatang.

Rapim Polri kali ini berlangsung pada 10 Februari 226 dengan mengusung tema Polri Presisi Siap Mengamankan, Mendukung Dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026

Forum ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, para pejabat utama Mabes Polri, serta seluruh Kapolda dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran pimpinan lengkap tersebut menandakan pentingnya agenda Rapim sebagai sarana penajaman arah kebijakan dan kesiapan institusi.

Rapim Polri Sebagai Forum Konsolidasi Nasional

Rapat pimpinan Korps Bhayangkara ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapim TNI–Polri di Istana Kepresidenan pada Senin.

Arahan Presiden tersebut menjadi rujukan utama bagi Polri dalam menyusun langkah strategis guna mendukung program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peran aparat keamanan. 

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras jajaran TNI–Polri, khususnya dalam merespons berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Presiden memberikan apresiasi besar kepada seluruh prajurit TNI–Polri, khususnya atas kecepatan dalam penanganan bencana di mana pun,” tulis Teddy.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa kehadiran negara melalui aparat keamanan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

Penguatan Sinergi Dan Kepercayaan Publik

Selain apresiasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat kekompakan dan sinergitas antara TNI dan Polri. Menurut Teddy, penguatan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari level pimpinan tertinggi hingga prajurit di lapangan. Wilayah Sumatera disebut sebagai salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penguatan koordinasi ini.

Presiden juga mengingatkan agar kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepada TNI–Polri terus dijaga dan dibuktikan melalui kesiapsiagaan serta kecepatan bertindak. Dalam konteks ini, aparat diminta untuk selalu hadir membantu masyarakat tanpa menunggu situasi memburuk.

“Buktikan kepercayaan yang diberikan rakyat kepada TNI–Polri dengan selalu siap dan cepat membantu rakyat di mana pun dan kapan pun,” ujar Teddy.

Arahan tersebut menjadi landasan moral sekaligus operasional bagi Polri dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat.

Dukungan Terhadap Program Strategis Pemerintah

Dalam taklimat yang sama, Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi kepada jajaran TNI–Polri yang telah mengawal dan mendukung berbagai program strategis pemerintah. 

Program-program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, penguatan kedaulatan pangan dan energi, hingga pembangunan jembatan desa yang diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Dukungan aparat keamanan dinilai krusial agar pelaksanaan program-program tersebut berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Polri, melalui forum Rapim ini, diharapkan dapat menyusun strategi pengamanan dan pendampingan yang adaptif sesuai karakteristik daerah masing-masing.

Tak hanya itu, Presiden juga menegaskan prinsip keadilan dalam penegakan hukum. Ia mengingatkan bahwa setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif dan tidak tebang pilih.

“Penanganan dan penegakan hukum harus dilakukan seadil-adilnya kepada siapa pun,” ucap Teddy mengutip arahan Presiden. Pesan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap supremasi hukum sebagai pilar utama negara demokratis.

Kesiapsiagaan Dan Perlindungan Sumber Daya Alam

Arahan Presiden Prabowo juga mencakup upaya menjaga lingkungan dan sumber daya alam nasional. TNI–Polri diminta untuk bersama pemerintah daerah melaksanakan program Indonesia ASRI, yang menekankan prinsip Aman, Sehat, Resik, dan Indah. 

Implementasi program tersebut diharapkan dimulai dari lingkungan perkantoran dan kawasan sekitarnya sebagai contoh nyata bagi masyarakat.

Selain itu, aparat keamanan juga diinstruksikan untuk menjaga seluruh sumber daya alam Indonesia dari berbagai bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal. Upaya ini dipandang penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan sekaligus melindungi kekayaan alam bagi generasi mendatang.

Presiden Prabowo, lanjut Teddy, kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan aparat dalam setiap situasi. Menurutnya, kecepatan respons menjadi kunci utama dalam menjaga rasa aman dan kepercayaan publik.

“Kapan pun warga membutuhkan bantuan, maka pada saat itulah TNI-Polri harus langsung turun membantu,” pungkasnya. 

Arahan tersebut menjadi penutup taklimat Presiden yang kemudian ditindaklanjuti Polri melalui Rapim di TMII sebagai langkah konkret memperkuat kesiapan institusi menghadapi tantangan tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index