JAKARTA - Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya yang terletak di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa, 27 Januari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk membahas lebih lanjut kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan universitas-universitas terkemuka di Inggris.
Fokus utama dari diskusi tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia yang unggul di sektor pendidikan, dengan harapan dapat membawa Indonesia lebih siap dalam menghadapi persaingan global.
Pembahasan Kerja Sama Strategis dalam Pendidikan
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, pertemuan di Hambalang ini menunjukkan pendekatan langsung dan visioner dari Presiden Prabowo.
Kerja sama internasional dalam sektor pendidikan ini dipandang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, serta untuk menyiapkan Indonesia menjadi bangsa yang lebih mandiri dan berdaya saing di kancah global.
"Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan universitas ternama di Inggris Raya. Fokusnya adalah untuk memastikan bahwa kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi," ujar Teddy.
Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama internasional yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang menjadi kunci utama dalam persaingan global.
Pembahasan mengenai pendidikan tinggi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan memiliki daya saing yang tinggi di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penguatan Pendidikan Tinggi Indonesia Melalui Kolaborasi Internasional
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mendengarkan laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menyampaikan progres penguatan pendidikan tinggi di Indonesia.
Fokus utama yang dibahas adalah pengembangan bidang kesehatan dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia melalui kolaborasi internasional.
Salah satu inisiatif yang dibahas adalah pembangunan sepuluh kampus baru yang akan fokus pada bidang kesehatan dan STEM. Kampus-kampus ini direncanakan bekerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris Raya.
Menurut Teddy, respons yang diterima dari mitra universitas Inggris sangat positif terhadap inisiatif ini. Ini menunjukkan adanya harapan besar terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia yang lebih terintegrasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.
"Proyek pembangunan sepuluh kampus baru di bidang kesehatan dan STEM mendapatkan sambutan hangat dari pihak universitas di Inggris. Kami berharap kerja sama ini akan mempercepat proses peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Teddy mengutip laporan dari Menteri Brian Yuliarto.
Dampak Positif Bagi Pendidikan dan Kemandirian Bangsa
Kerja sama dengan universitas-universitas Inggris diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Selain itu, dengan adanya kolaborasi internasional ini, Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan terbaru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di sektor-sektor strategis seperti kesehatan dan teknologi.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif, terutama dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kerja sama dengan universitas-universitas internasional di Inggris juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar siap berkontribusi dalam pembangunan global yang berbasis pada riset dan inovasi.
Dengan mengembangkan pendidikan yang berbasis pada kualitas dan kolaborasi internasional, Indonesia berpeluang untuk mencetak sumber daya manusia yang lebih unggul dan kompetitif. Ini menjadi modal penting untuk memajukan bangsa, meningkatkan kemandirian, serta menyiapkan Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.
Rencana Kolaborasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat menciptakan peluang baru bagi para pelajar dan akademisi Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di luar negeri, khususnya di universitas-universitas terkemuka di Inggris.
Program pendidikan yang akan dilaksanakan melalui kemitraan ini tidak hanya terbatas pada pertukaran pelajar, tetapi juga pada pengembangan riset bersama, pelatihan, dan pengembangan kapasitas bagi para dosen dan tenaga pendidik di Indonesia.
Pemerintah juga berfokus pada penguatan kapasitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada bidang-bidang strategis seperti sains, teknologi, kesehatan, dan rekayasa. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki daya saing tinggi di bidang ilmiah dan teknologi, yang dapat mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya memperhatikan hasil konkret dari kerja sama ini. Tidak hanya fokus pada aspek administratif atau formalitas, namun pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, terutama dalam hal peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kebijakan pendidikan jangka panjang, kerja sama ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk terus mendorong Indonesia agar tidak tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat di dunia.