Petugas Gabungan

Petugas Gabungan Bersihkan Sisa Banjir Kelapa Gading Jakarta

Petugas Gabungan Bersihkan Sisa Banjir Kelapa Gading Jakarta
Petugas Gabungan Bersihkan Sisa Banjir Kelapa Gading Jakarta

JAKARTA - Aktivitas warga di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai berangsur normal setelah banjir yang sempat merendam sejumlah ruas jalan dinyatakan surut. Meski genangan air telah hilang, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. 

Sisa material banjir berupa lumpur, sampah, dan endapan lainnya masih menempel di badan jalan, sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Sebagai respons, petugas gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pembersihan di sejumlah titik terdampak, salah satunya di sepanjang Jalan Boulevard Raya, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat.

Petugas yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Suku Dinas Kehutanan (Tamhut), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Pembersihan pascabanjir tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas unsur di tingkat kecamatan dan kelurahan guna memastikan kondisi jalan kembali bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Lurah Kelapa Gading Timur, Nani.

Kolaborasi Petugas Bersihkan Jalan Vital

Nani menekankan bahwa penanganan pascabanjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi kunci agar material sisa banjir dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan risiko lanjutan.

Ia menjelaskan, total terdapat 60 personel gabungan yang dikerahkan untuk membersihkan material bawaan banjir di sejumlah ruas jalan utama yang sebelumnya terdampak genangan.

“Total ada 60 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan material bawaan banjir pada sejumlah ruas jalan utama yang sebelumnya terdampak genangan,” ucap Nani.

Material sisa banjir yang terbawa arus, lanjut Nani, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan jika dibiarkan terlalu lama. Endapan lumpur dapat membuat permukaan jalan licin, sementara sampah berukuran besar bisa mengganggu arus lalu lintas.

“Jalan Boulevard Raya merupakan akses vital bagi aktivitas warga. Karena itu, kami pastikan permukaan jalan tidak licin agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” terang Nani.

Peran Gulkarmat Percepat Pembersihan

Dalam kegiatan tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara turut mengambil peran penting. Koordinator Lapangan Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Muhammad Setya, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 20 personel beserta dua unit armada pemadam kebakaran tipe medium.

“Kami melakukan penyemprotan menggunakan dua unit armada dengan kapasitas tangki masing-masing 4.000 liter,” kata Setya.

Penyemprotan air dilakukan untuk meluruhkan lumpur dan kotoran yang menempel di permukaan jalan, sehingga proses pembersihan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Selain di Jalan Boulevard Raya, pembersihan juga dilakukan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kelapa Gading Barat, dengan dukungan personel dan armada yang sama. Setya memastikan pihaknya akan terus memantau titik-titik lain yang terdampak banjir.

“Kami akan terus memantau titik-titik lain yang terdampak dan siap melakukan penanganan lanjutan apabila diperlukan,” jelasnya.

Ajak Warga Jaga Lingkungan Pascabanjir

Nani menyebutkan bahwa kolaborasi lintas unsur seperti ini akan terus dijaga, terutama dalam situasi darurat akibat cuaca ekstrem. Namun, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dirinya mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, karena kebiasaan tersebut dapat memperparah dampak banjir ketika hujan deras kembali terjadi.

Upaya pembersihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian penanganan banjir yang lebih luas di Jakarta. Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi pada Minggu 18 Januari 2026 telah sepenuhnya surut.

“Kami mencatat hingga Senin 19 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, seluruh genangan di DKI Jakarta sudah surut,” kata Yohan 

Menurut Yohan, banjir yang melanda 48 RT dan 29 ruas jalan tersebut disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta. Meski demikian, penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu oleh berbagai organisasi perangkat daerah.

Kewaspadaan Cuaca Masih Diperlukan

Penanganan banjir di Jakarta melibatkan banyak pihak, mulai dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga PPSU kelurahan. Pompa portabel juga diturunkan untuk menyedot genangan, disertai pengecekan dan optimalisasi fungsi saluran air.

“Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya,” jelas Yohan.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi hujan masih mengintai di sejumlah wilayah. Prakirawan cuaca BMKG, Selly Brilian, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta.

“Masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang,” ujar Selly.

Dengan ancaman cuaca yang masih berlanjut, upaya pembersihan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting agar aktivitas warga dapat terus berjalan dengan aman dan lancar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index