ENERGI

Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, PGN Dukung Transisi Energi Bersih

Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, PGN Dukung Transisi Energi Bersih
Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, PGN Dukung Transisi Energi Bersih

JAKARTA - Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung transisi energi bersih, PT PGN LNG Indonesia (PLI) mengawali tahun 2026 dengan kegiatan operasional Ship-to-Ship Transfer (STS) yang berlangsung di FSRU Lampung. Kegiatan ini merupakan langkah awal dari serangkaian operasional yang ditargetkan untuk 30 kargo LNG pada tahun ini. 

Keberhasilan dalam kegiatan STS di FSRU Lampung menunjukkan kesiapan PGN LNG dalam memastikan pasokan gas yang andal bagi sektor pembangkit dan industri, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

Melalui kegiatan ini, PLI tidak hanya mengoptimalkan infrastruktur yang ada, tetapi juga berperan aktif dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih. 

FSRU Lampung, sebagai fasilitas penyimpanan LNG terapung, menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan kelancaran operasional pengiriman gas bumi ke berbagai sektor vital.

Menyongsong Tahun Baru dengan Optimisme Tinggi

Pada awal 2026, PGN LNG berhasil melakukan kegiatan STS di FSRU Lampung, yang dihadiri oleh sejumlah mitra serta profesional dari PGN LNG. 

Kargo LNG yang dihantarkan dari Terminal LNG Donggi Senoro di Sulawesi Tengah, dengan kapasitas mencapai ±140.500 m³, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan operasional LNG yang terus berkembang. Hal ini sekaligus menandai dimulainya target ambisius PGN LNG yang akan mengoperasikan 30 kargo LNG di tahun ini.

Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pencapaian pada 2025 yang berhasil meregasifikasi 23 kargo LNG di FSRU Lampung menunjukkan kapasitas dan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan gas. 

Ia menambahkan bahwa pada 2026, PGN LNG siap untuk meningkatkan jumlah kargo menjadi 30 kargo LNG, dan ini akan dilakukan dengan tetap menjaga standar operasional serta keselamatan yang tinggi.

“Pencapaian kami pada 2025 menjadi momentum untuk lebih bersemangat dalam memastikan kelancaran operasional LNG yang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi sektor industri, tetapi juga berkontribusi pada transisi energi yang lebih bersih,” jelas Nofrizal.

FSRU Lampung Sebagai Pilar Utama Pasokan Gas Bumi

FSRU Lampung bukan hanya sekadar fasilitas penyimpanan LNG, tetapi juga menjadi titik strategis dalam distribusi gas bumi untuk sektor pembangkit dan industri. 

FSRU Lampung dikelola oleh PT PGN LNG Indonesia, anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), yang memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 m³ dan kapasitas regasifikasi hingga 240 MMSCFD. Fasilitas ini sangat penting dalam mendukung kelancaran pasokan gas, terutama di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau.

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PLI berperan dalam mewujudkan agenda besar transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. 

FSRU Lampung, dengan kapasitas regasifikasinya yang besar, berkontribusi dalam menyediakan gas yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik dan industri di Jawa Barat, Sumatera, serta wilayah sekitarnya. Kegiatan operasional yang dilakukan di fasilitas ini sangat mendukung ketahanan energi nasional dan memastikan pasokan energi yang berkelanjutan untuk masyarakat.

Peran PGN LNG dalam Mendukung Transisi Energi Nasional

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung transisi energi bersih, PGN LNG secara konsisten berkomitmen untuk menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan. 

Pengelolaan FSRU Lampung dan pengoperasian fasilitas LNG lainnya menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi yang lebih bersih. Langkah ini juga sesuai dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Nofrizal menekankan bahwa kegiatan operasional PGN LNG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan energi nasional, tetapi juga pada penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan yang mendukung lingkungan.

 "Kami tidak hanya memastikan pasokan gas berjalan lancar, tetapi juga mendukung transisi energi yang lebih bersih melalui pemanfaatan LNG yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya," katanya.

PGN LNG terus berupaya untuk memperbaiki dan mengembangkan fasilitas yang ada, guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang. 

Kegiatan STS yang dilakukan di FSRU Lampung menjadi bukti nyata bahwa PGN LNG siap untuk mengemban peran lebih besar dalam mendukung ketahanan energi nasional, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Komitmen dalam Menjaga Keandalan Pasokan Gas

Dalam menjalankan operasionalnya, PGN LNG selalu menekankan pentingnya keselamatan dan standar operasional yang ketat. Kegiatan regasifikasi LNG di FSRU Lampung tidak hanya dilakukan dengan mengutamakan efisiensi, tetapi juga dengan memastikan aspek keselamatan kerja yang tinggi. 

Seluruh tim PGN LNG bekerja secara profesional untuk menjaga keandalan pasokan gas bumi, yang akan terus mendukung pembangkit listrik dan sektor industri di berbagai wilayah.

“Komitmen kami dalam menjaga pasokan energi selalu mengutamakan keselamatan kerja, efisiensi, dan tepat waktu dalam setiap kegiatan operasional. Kami siap bekerja keras untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat, serta terus menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan gas bumi yang ramah lingkungan,” kata Nofrizal.

PGN LNG juga terus memperbarui sistem operasional dan melakukan perbaikan infrastruktur untuk memastikan pasokan LNG dapat tetap terjaga dalam setiap kondisi. 

Keandalan operasional dan pemenuhan standar keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, guna memastikan ketersediaan energi yang tidak terganggu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index