MAKANAN

Makanan Penyebab Batu Ginjal pada Anak yang Harus Dihindari

Makanan Penyebab Batu Ginjal pada Anak yang Harus Dihindari
Makanan Penyebab Batu Ginjal pada Anak yang Harus Dihindari

JAKARTA - Masalah kesehatan ginjal pada anak-anak sering kali datang diam-diam, tanpa gejala yang terlihat jelas. Salah satu masalah yang semakin sering ditemukan adalah batu ginjal, yang bisa terbentuk akibat kebiasaan makan yang buruk. 

Meskipun batu ginjal lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, anak-anak pun berisiko jika mereka sering mengonsumsi makanan dan minuman tertentu yang tinggi garam, gula, dan bahan pengawet. 

Tanpa disadari, makanan sehari-hari yang tampak sepele seperti camilan, minuman manis, dan makanan cepat saji dapat menjadi pemicu terbentuknya batu ginjal pada anak. Lalu, bagaimana kita bisa mencegah masalah ini dan menjaga ginjal anak tetap sehat?

Penyebab Utama Batu Ginjal pada Anak

Batu ginjal terbentuk ketika mineral-mineral yang ada dalam tubuh, seperti kalsium dan oksalat, menumpuk di ginjal dan membentuk kristal yang dapat berkembang menjadi batu ginjal. Seringkali, kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam, atau oksalat tinggi menjadi pemicu utama.

 Makanan-makanan seperti minuman ringan berpemanis, makanan cepat saji, dan camilan asin memiliki kandungan zat-zat yang mengganggu keseimbangan mineral tubuh. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman manis, misalnya, dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, sementara makanan yang tinggi garam dapat memicu penumpukan kalsium dalam urin.

Anak-anak sering kali tidak menyadari potensi bahaya dari kebiasaan makan mereka, dan terkadang orang tua juga tidak sepenuhnya menyadari bahwa makanan yang mereka anggap biasa dapat menambah risiko kesehatan anak. 

Karena itu, penting untuk memahami makanan apa saja yang berpotensi menyebabkan batu ginjal, serta cara untuk menghindarinya tanpa harus mengorbankan kenikmatan makan.

Makanan yang Meningkatkan Risiko Batu Ginjal pada Anak

Beberapa jenis makanan dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal, baik karena kandungan garam, gula, atau oksalat yang tinggi. Meskipun tidak berarti makanan-makanan ini harus sepenuhnya dihindari, penting untuk membatasi konsumsinya dan memastikan pola makan yang seimbang.

Bayam dan Makanan Tinggi Oksalat Lainnya

Bayam adalah salah satu makanan yang mengandung oksalat tinggi. Oksalat dapat mengikat kalsium dalam tubuh dan membentuk kristal yang dapat berkembang menjadi batu ginjal. 

Makanan lain yang tinggi oksalat termasuk kacang almond, kacang mete, kentang panggang dengan kulitnya, cokelat, dan ubi jalar. Meskipun makanan ini tidak perlu dihindari sepenuhnya, konsumsinya harus dibatasi, terutama pada anak-anak yang berisiko. 

Cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah dengan memadukan makanan tinggi oksalat dengan makanan yang tinggi kalsium, seperti salad bayam dengan keju rendah lemak atau kacang-kacangan yang dicampur dengan yogurt.

Keripik dan Camilan Asin

Keripik dan camilan asin sering kali disukai oleh anak-anak, tetapi makanan ini mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine, yang pada akhirnya bisa memicu pembentukan batu ginjal. 

Selain keripik, makanan olahan seperti makanan kalengan, makanan cepat saji, dan berbagai bumbu instan tinggi garam juga perlu dibatasi. Camilan sehat yang lebih baik bisa berupa buah segar atau kacang-kacangan yang kaya akan nutrisi, tanpa tambahan garam berlebih.

Daging Sapi dan Protein Hewani

Makanan yang kaya akan protein hewani, seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur, memang memberikan banyak manfaat bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko batu ginjal. 

Terutama jika anak tidak cukup mengonsumsi cairan yang dibutuhkan untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan zat yang menumpuk. Meskipun protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, penting untuk memastikan bahwa porsi daging yang dikonsumsi tidak berlebihan dan tetap seimbang dengan kebutuhan tubuh.

Jeruk dan Asupan Vitamin C Berlebih

Vitamin C memang penting untuk sistem kekebalan tubuh, namun terlalu banyak mengonsumsinya dapat meningkatkan produksi oksalat dalam tubuh. 

Oksalat yang berlebih akan berisiko mengikat kalsium di ginjal dan membentuk batu ginjal. Oleh karena itu, anak-anak sebaiknya membatasi asupan vitamin C, baik dari buah-buahan maupun suplemen. Disarankan agar asupan vitamin C tidak melebihi 500 miligram per hari.

Cara Menjaga Ginjal Anak Tetap Sehat

Meskipun ada beberapa makanan yang perlu dibatasi, hal tersebut tidak berarti anak harus menghindari makanan tersebut sepenuhnya. Kuncinya ada pada keseimbangan dan pengaturan porsi yang tepat. 

Berikut beberapa tips untuk menjaga ginjal anak tetap sehat:

1. Perbanyak Konsumsi Air Putih: Pastikan anak cukup minum air putih setiap hari untuk membantu ginjal mereka berfungsi dengan baik. Cairan yang cukup akan membantu melarutkan zat-zat yang dapat menyebabkan batu ginjal dan membuangnya dari tubuh.

2. Batasi Konsumsi Makanan Olahan dan Tinggi Garam: Kurangi konsumsi makanan cepat saji, camilan asin, dan makanan olahan lainnya. Sebagai gantinya, perkenalkan anak pada camilan sehat seperti buah-buahan segar, kacang-kacangan, atau yogurt.

3. Perhatikan Asupan Protein: Meski protein penting untuk pertumbuhan, pastikan anak tidak mengonsumsi protein berlebihan. Pilih sumber protein yang lebih sehat, seperti ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

4. Mengatur Porsi Buah yang Mengandung Vitamin C: Batasi konsumsi buah-buahan tinggi vitamin C, seperti jeruk, dalam porsi yang wajar agar tidak berlebihan. Jika anak mengonsumsi suplemen vitamin C, pastikan dosisnya sesuai dengan yang direkomendasikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index