JAKARTA - Upaya Indonesia mempercepat transisi menuju energi bersih terus menunjukkan perkembangan konkret.
Salah satu langkah strategis terbaru datang dari Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) yang resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan energi bersih asal Tiongkok, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
Kolaborasi ini menandai komitmen bersama dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Kemitraan lintas negara ini tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan membuka peluang nyata bagi pengembangan berbagai proyek energi berkelanjutan di Indonesia.
Fokus kerja sama mencakup pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas. Langkah tersebut sejalan dengan target penurunan emisi nasional dan visi jangka panjang Indonesia menuju Net Zero Emission pada 2060.
Dengan menggandeng mitra global yang memiliki pengalaman dan teknologi mumpuni, Pertamina NRE mempertegas perannya sebagai motor utama transisi energi nasional.
Kerja sama ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan teknologi, investasi, serta penguatan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Tanah Air.
Ruang Lingkup Kerja Sama Energi Berkelanjutan
Kerja sama antara Pertamina NRE dan GCL Intelligent Energy mencakup berbagai potensi proyek strategis yang relevan dengan kebutuhan energi Indonesia.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah menjadi salah satu fokus utama, mengingat besarnya potensi pengelolaan limbah perkotaan yang dapat dikonversi menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan serta pembangkit listrik berbasis gas.
Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan solusi energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung stabilitas pasokan listrik nasional. Sinergi antara teknologi global dan pemahaman lokal menjadi fondasi penting dalam merealisasikan proyek-proyek tersebut.
Kerja sama ini secara resmi dituangkan melalui penandatanganan yang diwakili oleh John Anis selaku Chief Executive Officer Pertamina NRE dan Zhi Fei sebagai Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Penandatanganan berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, sebagai tonggak awal kolaborasi strategis kedua perusahaan.
Pernyataan Pimpinan Perusahaan Mitra
CEO Pertamina NRE John Anis menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.
Ia menilai kolaborasi dengan GCL sebagai upaya strategis untuk mempercepat pengembangan energi bersih dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing pihak.
“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis.
Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., Fei Zhi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE.
Ia memandang Indonesia sebagai pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global, seiring percepatan transisi energi yang tengah dilakukan pemerintah.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.
Penguatan Kapasitas dan Model Bisnis Energi Bersih
Dalam rangkaian kegiatan kerja sama tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek energi bersih.
Pertamina New & Renewable Energy mencatatkan peningkatan kapasitas energi terbarukan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini menjadi indikator positif atas konsistensi perusahaan dalam mengembangkan portofolio energi hijau. Kerja sama dengan GCL diyakini akan semakin memperkuat tren pertumbuhan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina NRE optimistis dapat mendorong inovasi teknologi sekaligus mengembangkan model bisnis energi bersih yang aplikatif dan berkelanjutan.
Implementasi proyek-proyek hasil kerja sama diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Sinergi antara Pertamina NRE dan GCL Intelligent Energy tidak hanya memperluas peluang investasi, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia dalam peta energi bersih global. Dengan fondasi kolaborasi yang kuat, langkah ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang membangun sistem energi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.