Angus Taylor Janjikan Pemotongan Imigrasi Terbesar dalam Sejarah Australia

Minggu, 20 September 2026 | 06:33:00 WIB
Angus Taylor Janjikan Pemotongan Imigrasi Terbesar dalam Sejarah Australia

PORTALVIRAL.ID — Pemimpin oposisi federal Australia Angus Taylor berjanji akan memangkas imigrasi secara besar-besaran jika koalisi menang. Ia menyebut pemerintahan Partai Buruh sebagai "sosialis hanya dalam nama" dalam pidato di dewan negara bagian Partai Liberal NSW di Sydney.

Janji itu disampaikan Taylor di hadapan kader Partai Liberal New South Wales, enam bulan menjelang pemilihan negara bagian. Ia menuduh pemerintah federal pimpinan Anthony Albanese gagal menjalankan pemerintahan dengan baik.

"Selama empat tahun terakhir, kita memiliki pemerintah di Canberra yang sosialis hanya dalam nama," kata Taylor dalam pidatonya.

Taylor juga menilai kebijakan Partai Buruh soal bendera sebagai hal yang memecah belah. Menurutnya, politisi Buruh kerap tampil di depan tiga bendera berbeda alih-alih satu bendera nasional Australia.

Respons atas Rencana Imigrasi Partai Buruh

Partai Buruh sebelumnya mengumumkan rencana imigrasi baru. Isinya termasuk mengubah bekas fasilitas karantina menjadi pusat detensi baru dan melarang mahasiswa internasional membawa anggota keluarga ke Australia.

Taylor menawarkan langkah yang lebih jauh dari rencana tersebut. "Saya akan melakukan salah satu pemotongan imigrasi terbesar dalam sejarah Australia," ujarnya.

Ia juga berjanji melindungi bendera nasional dan Hari Australia, serta mengubah undang-undang terkait gender. "Kami tidak akan membiarkan para ideolog dan aktivis menyangkal kebenaran," kata Taylor.

Koalisi berharap dapat merebut kembali suara pemilih dari Partai One Nation pada pemilihan negara bagian NSW pada Maret mendatang.

Albanese Tanggapi Pernyataan Trump soal AI

Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kekhawatiran soal keamanan AI sebagai "hoax".

"Presiden Trump tentu akan bertindak untuk kepentingan AS, tetapi ada kebutuhan bagi kita semua untuk bertindak demi kepentingan umat manusia," kata Albanese kepada ABC.

Albanese menilai AS saat ini berada di depan China dalam perlombaan pengembangan teknologi AI. Ia menyebut pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping pekan ini sebagai tanda positif.

Menurut Albanese, tidak ada kontradiksi antara kepentingan AS dan kepentingan global. Ia menyebut AI berpotensi menambah sekitar 1 persen terhadap PDB ekonomi terbesar dunia.

Apple Puji Larangan Media Sosial Australia

Albanese juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan Executive Chair Apple, Tim Cook, di Amerika Serikat. Menurut Albanese, Cook menilai langkah Australia terkait media sosial sebagai yang terdepan di dunia.

"Tim Cook memberi kami banyak waktu pagi ini. Ia menganggap pekerjaan yang kami lakukan di media sosial sebagai yang terdepan di dunia," kata Albanese.

Albanese menyebut ada tiga isu utama soal AI. Pertama, pengamanan dan transparansi yang diterapkan perusahaan. Kedua, keterlibatan negara-negara melalui standar nasional.

Australia berencana memperkenalkan standar AI nasional pada akhir tahun ini. Isu ketiga yang akan dibahas pekan ini adalah protokol internasional yang berlaku saat ini.

Koalisi Tawarkan Perlindungan Harga BBM

Oposisi federal juga mengumumkan kebijakan "perlindungan harga bahan bakar". Skema ini akan memangkas cukai BBM menjadi setengah jika harga rata-rata dua minggu minyak mentah melampaui US$100 per barel.

Kebijakan itu diklaim akan menghemat 27 sen per liter bagi pengendara. Pemicunya adalah harga penutupan rata-rata dua minggu Brent crude di atas US$100, yang akan otomatis memangkas cukai bahan bakar federal mulai Senin berikutnya.

Kebijakan tersebut juga mencakup penghapusan cukai berat sebesar 32 sen per liter.

Terkini