Ziarah Anime di Jepang Hasilkan Rp 4,1 Triliun per Tahun, Ini Dampaknya

Jumat, 18 September 2026 | 14:18:00 WIB

PORTALVIRAL.ID — Wisata ziarah anime di Jepang menghasilkan 470 miliar yen atau sekitar Rp 4,1 triliun per tahun dari kunjungan wisatawan ke lokasi yang jadi latar animasi. Sekitar 1,4 juta wisatawan mancanegara datang setiap tahun khusus untuk mendatangi tempat-tempat tersebut. Fenomena yang mencuat sejak kesuksesan "Your Name" pada 2016 itu kini mendorong pemerintah daerah berlomba menarik produksi anime.

Belanja mereka untuk merchandise saja menembus 38 miliar yen atau sekitar Rp 331,5 miliar. Ditambah pengeluaran hotel, makan, minum, dan kebutuhan lain, total konsumsi domestik dari wisata ziarah anime mencapai 470 miliar yen atau setara Rp 4,1 triliun per tahun.

Awal Mula Fenomena Ziarah Anime

Kebiasaan penggemar mendatangi lokasi anime sudah ada sejak 1990-an. Salah satu contoh awalnya terlihat dari popularitas "Sailor Moon", yang membuat sejumlah tempat di Jepang ramai dikunjungi penggemar.

Kuil Azabuhikawa di Minato, Tokyo, menjadi salah satu lokasi favorit. Kuil itu dianggap sebagai model kuil salah satu karakter, dan gerbang torii di sana mirip dengan yang tampil dalam serial tersebut.

Istilah "ziarah" sendiri baru benar-benar populer setelah film animasi "Your Name" sukses besar pada 2016. Kata itu bahkan masuk 10 besar istilah yang paling banyak dibicarakan di Jepang pada tahun yang sama.

Pemerintah Daerah Berebut Produksi Anime

Potensi ekonomi itu membuat pemerintah daerah ikut turun tangan. Prefektur Gunma memberikan subsidi hingga 20 juta yen atau sekitar Rp 2,28 miliar untuk kebutuhan akomodasi kru produksi anime.

Kota Fukuoka menyediakan dukungan sampai 10 juta yen atau sekitar Rp 1,14 miliar per produksi. Sementara Kota Kanazawa menggelar festival rutin yang terinspirasi acara fiksi dalam anime "Hanasaku Iroha".

Festival tersebut kini menjadi daya tarik wisata dan disebut mendatangkan sekitar 15 ribu wisatawan setiap tahun. Dampaknya tidak berhenti pada kunjungan singkat.

Dari Ziarah ke Migrasi Anime

Muncul istilah baru: "migrasi ziarah". Istilah ini menggambarkan penggemar yang memutuskan pindah dan menetap di daerah yang menjadi latar anime favorit mereka.

Kota Numazu di Prefektur Shizuoka, lokasi "Love Live! Sunshine!!", membuka konsultasi relokasi bagi penggemar. Sejauh ini dilaporkan 10 orang telah pindah ke kota tersebut.

Lonjakan Wisatawan Bawa Masalah Baru

Kenaikan kunjungan juga memicu persoalan. Perlintasan kereta di Kamakura, Prefektur Kanagawa, yang dikenal sebagai salah satu lokasi dalam anime "Slam Dunk", menghadapi lonjakan wisatawan.

Kepadatan pengunjung memicu masalah seperti wisatawan yang menerobos area terlarang. Pakar Studi Pariwisata dari Kinki University, Takeshi Okamoto, menilai pertumbuhan wisata berbasis anime perlu diimbangi dengan pengelolaan dampaknya.

"Penting untuk membangun siklus yang baik dengan menginvestasikan kembali pendapatan pariwisata ke dalam langkah-langkah untuk mengatasi overtourism," kata Takeshi.

Bagi wisatawan Indonesia yang ingin mencoba ziarah anime, waktu terbaik berkunjung adalah saat musim semi atau gugur ketika cuaca lebih nyaman untuk berjalan kaki antar lokasi. Pastikan mengecek jadwal kereta lokal dan menghormati aturan setempat, terutama di kawasan permukiman yang menjadi latar anime.

Terkini