Resident Evil Zach Cregger Panen Pujian, Skor Kritikus 96 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 14:09:00 WIB

PORTALVIRAL.ID — Film Resident Evil garapan Zach Cregger resmi tayang di bioskop dan langsung menuai pujian dari kritikus. Adaptasi reboot dari game Capcom ini mencatat skor 96 persen di Rotten Tomatoes, dengan Austin Abrams sebagai bintang utama. Sejumlah pengulas menyebutnya sebagai salah satu adaptasi video game terbaik yang pernah dibuat.

Zach Cregger kembali ke kursi sutradara lewat Resident Evil, reboot dari waralaba video game Capcom yang sudah lama berjalan. Film ini tayang perdana di bioskop dan menempatkan Austin Abrams sebagai Bryan, seorang kurir medis yang terjebak dalam wabah monster di Raccoon City selama satu malam penuh kekacauan.

Ini menjadi pertemuan ulang Abrams dengan Cregger setelah keduanya bekerja sama di Weapons. Cregger juga menulis naskah Resident Evil, dengan Zach Cherry, Kali Reis, dan Paul Walter Hauser melengkapi jajaran pemain.

Premis dan Pendekatan Baru

Meski menjadi installment kedelapan dalam franchise live-action, Resident Evil versi Cregger diposisikan sebagai reboot yang memulai lembaran baru. Sutradara memilih menanggalkan karakter legendaris dari game dan membangun cerita dari nol.

Keputusan itu sempat menuai protes dari sebagian fandom. Cregger menanggapinya dengan terbuka, seperti dikutip dari The Hollywood Reporter.

"Saya tahu ketika Anda menyelami sebuah IP, Anda akan mendapat kritik, pada tingkat tertentu, dari fandom. Akan aneh jika saya kaget hal itu terjadi. Tapi saya pikir ketika orang-orang yang mencintai game ini seperti saya menonton filmnya, harapan saya mereka merasa dilihat dan merasa film ini menghormati game-nya, karena memang begitu, itu jelas," ujarnya.

Respons Kritikus dan Skor Rotten Tomatoes

Hingga artikel ini diterbitkan, Resident Evil mencatat skor 96 persen dari kritikus dan 91 persen dari penonton di Rotten Tomatoes. Frank Scheck dari THR menilai daya tarik Abrams sebagai hero everyman jadi kunci keberhasilan film.

"Abrams' shaggy appeal as the everyman hero who somehow manages to overcome every obstacle thrown in his way, including the most monstrous creatures Cregger and his talented creative team could devise, is a key factor in the film's success. Filled with baroque gore and wildly imaginative set pieces delivered at a feverish pace, Resident Evil transcends its simplistic premise with the sort of cinematic wit and flair for which the filmmaker has been justly acclaimed," tulis Scheck.

Tom Jorgensen dari IGN merekomendasikan penonton skeptis menyingkirkan ekspektasi mereka. Menurutnya, Cregger berhasil mengadaptasi semangat game Resident Evil, bukan sekadar detail plotnya.

"With a tendency towards celebrating the feel of the games and not the specifics of the plot, Resident Evil succeeds in amplifying classic gameplay moments into horror movie beats in a way that goes far beyond simple fan service," ujar Jorgensen.

Komedi Horor dan Penampilan Austin Abrams

Brandon Yu dari The New York Times memuji tone film yang menurutnya sama lucu dan menegangkan. Ia menyoroti banyaknya lelucon yang bersumber dari teriakan ketakutan atau gumaman tak percaya Abrams.

"It's a thriller that's as funny as it is jumpy, with a remarkable number of jokes rooted simply in Abrams either shrieking in fear or muttering with incredulity. Cregger weaponizes comedy not only as an irrepressible reflex, but as a tool: If horror is about tension and release, he sees the relief of a laugh the same way he might a scream. But it only works because of Abrams. The movie is essentially a one-man show," tulis Yu.

Kritikus YouTube Jeremy Jahns menilai humor film bisa sedikit diredam agar babak akhir lebih mulus. Meski begitu, ia mengaku menikmati hasil akhirnya.

"I actually really enjoyed it. The nods were there without feeling like nostalgia bait. The vibe, the fish out of water scenario that grows bigger and bigger as the film goes on does decidedly feel like Resident Evil. Also, it is decidedly and works well as a Zach Cregger horror film," kata Jahns.

Pujian dari Media Lain

Chrishaun Baker dari Inverse menyebut Resident Evil justru menjadi salah satu film adaptasi video game terbaik. Menurutnya, Cregger menghindari upaya memanjakan fans yang kerap merusak film sejenis.

"By bucking the cloying attempts at 'pleasing fans' that have sunk so many other movies of this kind, Zach Cregger has made the platonic ideal of what a video game movie should be: a cinematic experience that approximates the medium-specific idiosyncrasies of the game, while offering something new and satisfying for fans and newcomers," tulis Baker.

Jesse Hassenger dari The Guardian membandingkannya dengan Weapons. Ia menilai pendekatan Cregger kali ini lebih gamblang dibanding karya sebelumnya, terutama lewat perubahan karakter Bryan yang ditonjolkan sejak awal.

Resident Evil kini tayang di bioskop melalui Sony Pictures. Kombinasi skor kritikus dan penonton yang tinggi menempatkannya sebagai salah satu rilis horor paling diperbincangkan di pasar film internasional tahun ini.

Terkini