Darma Henwa Percepat Digitalisasi Pertambangan Berbasis Cloud Terintegrasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:51:51 WIB
Darma Henwa Percepat Digitalisasi Pertambangan Berbasis Cloud Terintegrasi

JAKARTA - Transformasi digital kini menjadi kebutuhan strategis di sektor pertambangan yang dituntut semakin efisien, aman, dan adaptif terhadap perubahan teknologi. 

Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, pemanfaatan sistem berbasis cloud dan kecerdasan buatan mulai dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga daya saing. Langkah ini pula yang diambil PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melalui kolaborasi strategis dengan Huawei Cloud Indonesia.

Sebagai salah satu penyedia jasa pertambangan dan energi terkemuka di Tanah Air, Darma Henwa menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi pertambangan. 

Strategi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Super App dan Business Support System (BSS) yang sepenuhnya berbasis cloud hasil kerja sama dengan Huawei Cloud Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong efisiensi operasional sekaligus memperkuat fondasi digital perusahaan dalam jangka panjang.

Peresmian kolaborasi digelar di Huawei Innovation Centre, Jakarta, dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital Darma Henwa. Implementasi sistem baru ini menandai peralihan perusahaan dari pengawasan manual menuju ekosistem digital terintegrasi yang didukung kecerdasan buatan.

Langkah Strategis Menuju Pertambangan Digital

Kerja sama strategis antara Darma Henwa dan Huawei Cloud mencakup pengembangan aplikasi seluler baru, modernisasi portal internal, serta penguatan situs web perusahaan berbasis cloud. 

Seluruh sistem tersebut dirancang untuk merampingkan proses internal, mempercepat alur kerja, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan memanfaatkan cloud berkinerja tinggi, Darma Henwa membangun ekosistem digital yang memungkinkan pengelolaan operasional secara lebih terstruktur dan real time. 

Transformasi ini tidak hanya menyasar peningkatan efisiensi, tetapi juga memperkuat keamanan data serta keandalan sistem di lingkungan kerja yang menuntut tingkat akurasi dan keselamatan tinggi seperti pertambangan.

Direktur Transformasi Digital dan TI Darma Henwa, Joseph Lembayung, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan. 

“Visi kami adalah menjadi pelopor digitalisasi industri pertambangan. Dengan dukungan Huawei Cloud, Super App dan BSS kami bisa diterapkan secara efisien dan aman, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat kemampuan digital perusahaan untuk pertumbuhan masa depan,” ujarnya.

Peran Huawei Cloud Dalam Transformasi Operasional

Huawei Cloud Indonesia berperan penting dalam menyediakan fondasi teknologi yang mendukung transformasi digital Darma Henwa. Melalui berbagai solusi infrastruktur dan keamanan berbasis cloud, Huawei membantu perusahaan memodernisasi sistem operasional sekaligus memastikan kelancaran integrasi antarunit kerja.

Chief Technology Officer Huawei Cloud Indonesia, Li Shanhang, menyampaikan komitmen pihaknya untuk mendukung proses digitalisasi Darma Henwa. Menurutnya, teknologi cloud memungkinkan perusahaan pertambangan mengelola operasi secara lebih efisien dan responsif. 

“Cloud kami membantu mereka memodernisasi operasi, memperlancar alur kerja internal, dan menghadirkan pengalaman digital yang unggul bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Li.

Untuk memastikan fondasi digital yang kuat, Huawei Cloud Indonesia menyediakan beragam solusi, mulai dari Elastic Cloud Server, Virtual Private Network, NAT Gateway, hingga Object Storage Service. 

Selain itu, sistem keamanan diperkuat melalui Cloud Backup and Recovery, Host Security Service, Web Application Firewall, serta Log Tank Service guna melindungi data dan sistem dari potensi ancaman siber.

Hasil Implementasi Dan Peningkatan Kinerja

Darma Henwa menjelaskan bahwa implementasi sistem berbasis cloud ini telah membawa sejumlah hasil nyata bagi perusahaan. Salah satunya adalah konektivitas yang lebih lancar antar lokasi operasional. 

Dengan dukungan VPN yang aman, seluruh lokasi tambang dapat terhubung langsung dengan kantor pusat, sehingga koordinasi dan pengawasan berjalan lebih efektif.

Dari sisi manajemen data, penggunaan Object Storage Service memungkinkan penyimpanan data ERP yang lebih skalabel dan andal. Sementara itu, Cloud Backup and Recovery memastikan pencadangan data dilakukan secara otomatis dan teruji, sehingga risiko kehilangan data dapat diminimalkan.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam transformasi ini. Penggunaan NAT Gateway, Host Security Service, dan Web Application Firewall membantu melindungi sistem dari ancaman siber sekaligus meningkatkan keandalan operasional. Dengan sistem yang lebih aman dan stabil, perusahaan dapat fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas layanan.

Penguatan Posisi Dan Respons Pasar

Kemitraan dengan Huawei Cloud menegaskan posisi Darma Henwa sebagai pionir transformasi digital di sektor pertambangan Indonesia. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi mutakhir guna menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, kolaborasi ini juga memperlihatkan peran Huawei dalam mempercepat digitalisasi nasional, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pertambangan dan energi. 

Sinergi antara penyedia jasa pertambangan dan penyedia teknologi global diharapkan dapat menjadi contoh penerapan digitalisasi yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Respons pasar terhadap langkah strategis Darma Henwa pun tercermin dari pergerakan saham perusahaan. Pada perdagangan Senin, harga saham DEWA tercatat naik signifikan ke level Rp 500 per saham. 

Dalam periode lima hari perdagangan, saham DEWA juga mencatatkan kenaikan yang cukup solid, mencerminkan optimisme investor terhadap arah transformasi perusahaan.

Dengan fondasi digital yang semakin kuat, Darma Henwa optimistis dapat meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, serta ketahanan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan yang kian menuntut inovasi dan adaptasi teknologi.

Terkini