Pelni Akuisisi 3 Kapal Baru Senilai Rp4,5 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48:43 WIB
Pelni Akuisisi 3 Kapal Baru Senilai Rp4,5 Triliun

JAKARTA - Upaya menjaga konektivitas antarpulau kembali menjadi perhatian utama pemerintah melalui penguatan armada transportasi laut nasional. 

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada layanan kapal penumpang untuk memastikan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. 

Dalam konteks tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan Penyertaan Modal Negara untuk melakukan pembaruan armada.

Pelni menggunakan dana PMN untuk membeli tiga unit kapal penumpang baru dengan nilai total Rp4,5 triliun. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mengganti kapal-kapal yang telah menua, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional serta menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam jangka panjang.

Penggunaan PMN Untuk Penguatan Armada

Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani menjelaskan bahwa rencana penggunaan PMN telah disusun secara rinci dan terukur. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, ia menyampaikan bahwa dana tersebut difokuskan untuk mengganti tiga unit kapal penumpang lama.

“Adapun rencana penggunaan PMN adalah untuk mengganti tiga unit kapal, masing-masing kami asumsikan sebesar Rp1,5 triliun, sehingga totalnya adalah Rp4,5 triliun,” kata Tri Andayani.

Ia merinci bahwa Rp1,5 triliun berasal dari PMN tahun anggaran 2024 yang digunakan sebagai uang muka pengadaan tiga unit kapal penumpang. Selanjutnya, Rp2,5 triliun berasal dari PMN tahun anggaran 2025 untuk pelunasan pengadaan tiga unit kapal penumpang atas PMN 2024. Selain itu, Pelni juga mengalokasikan dana internal sebesar Rp500 miliar untuk mendukung pembiayaan tersebut.

Menurut Tri, skema pembiayaan ini dirancang agar pengadaan kapal dapat berjalan berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Dengan dukungan PMN, Pelni diharapkan mampu memperbarui armada sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi laut nasional.

Tahapan Penggantian Kapal Penumpang

Pelni telah menyusun tahapan pengadaan kapal baru yang dilakukan secara paralel. Tri menyampaikan bahwa satu unit kapal pertama akan digunakan untuk menggantikan KM Umsini. Proses pembuatannya dijadwalkan dimulai pada semester II 2026 hingga semester II 2028.

Selanjutnya, pada semester I 2027 hingga semester I 2029, Pelni akan membangun satu unit kapal kedua untuk menggantikan KM Kelimutu. Proses ini dilakukan bersamaan agar target pembaruan armada dapat tercapai sesuai rencana.

“Dan secara paralel, akan dibuat lagi di semester II 2027–semester II 2029 untuk menggantikan KM Lawit,” ujar Tri menambahkan.

Ketiga kapal yang akan diganti tersebut telah berusia sekitar 40 tahun dan selama ini melayani rute-rute penting di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Dengan usia yang sudah sangat tua, kapal-kapal tersebut dinilai tidak lagi optimal dari sisi efisiensi maupun kenyamanan.

Melalui penggantian armada ini, Pelni berharap dapat mempertahankan kualitas layanan sekaligus meningkatkan keandalan jadwal pelayaran bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada moda transportasi laut.

Efisiensi Operasional Dan Penghematan Biaya

Selain aspek keselamatan dan kenyamanan, pembelian kapal baru juga memberikan manfaat signifikan dari sisi efisiensi biaya. Berdasarkan kalkulasi Pelni, pengadaan tiga unit kapal baru tersebut berpotensi menghemat biaya operasional hingga Rp978 miliar atau nyaris Rp1 triliun.

Penghematan ini berasal dari berbagai aspek, mulai dari efisiensi bahan bakar, penurunan biaya pemeliharaan dan perawatan, hingga berkurangnya kebutuhan perbaikan kapal. Kapal baru dinilai lebih hemat energi dan memiliki teknologi yang lebih modern dibandingkan kapal lama.

“Dengan amortisasi depresiasi selama 25 tahun, penghematan ketiga kapal baru nanti apabila jadi sampai dengan 2033, dibandingkan dengan tiga kapal yang akan digantikan itu, sebesar Rp978 miliar,” jelas Tri.

Efisiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja keuangan Pelni dalam jangka panjang. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan layanan dan memperluas jangkauan pelayaran.

Urgensi Pembaruan Armada Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Tri juga memaparkan kondisi armada Pelni saat ini. Hingga 2025, sebanyak 22 dari 26 kapal yang dimiliki Pelni telah berusia di atas 25 tahun. Kondisi ini menunjukkan urgensi pembaruan armada agar operasional perusahaan tetap andal dan aman.

Pengoperasian kapal tua memiliki berbagai risiko, mulai dari kerusakan mesin saat berlayar, risiko keselamatan penumpang, hingga keterlambatan akibat kecepatan kapal yang menurun. Selain itu, fasilitas kapal yang sudah menua juga berdampak pada kenyamanan penumpang.

“Permohonan kami kepada pemerintah adalah sebagai negara kepulauan, untuk menjamin aksesibilitas dan konektivitas masyarakat antarpulau di seluruh wilayah Indonesia, pengangkutan penumpang melalui moda transportasi laut menjadi hal yang sangat penting,” ujar Tri.

Ia menegaskan bahwa transportasi laut merupakan tulang punggung konektivitas nasional, terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau moda transportasi lain. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui PMN dinilai sangat krusial untuk memastikan layanan pelayaran tetap berjalan optimal.

Dengan pengadaan kapal baru ini, Pelni berharap dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas antarpulau di seluruh Indonesia.

Terkini

Metode Diet 30-30-30 untuk Menurunkan Berat Badan Efektif

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:51:52 WIB

11 Camilan Manis Sehat Redam Keinginan Gula Menurut Ahli

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:51:51 WIB

Pancake Teflon Praktis Cuma 3 Bahan Tanpa Susu

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:51:50 WIB