Jababeka

Jababeka Cetak Rekor Marketing Sales Tertinggi Sepanjang Tahun 2025

Jababeka Cetak Rekor Marketing Sales Tertinggi Sepanjang Tahun 2025
Jababeka Cetak Rekor Marketing Sales Tertinggi Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika investasi kawasan industri, PT Jababeka Tbk. (KIJA) justru menutup tahun 2025 dengan capaian yang mencerminkan ketahanan bisnis jangka panjang. 

Emiten pengelola kawasan industri ini berhasil mencatatkan prapenjualan atau marketing sales tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, menandai kuatnya minat investor terhadap kawasan industri yang dikelola perseroan.

Sepanjang 2025, Jababeka membukukan marketing sales sebesar Rp3,6 triliun. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target awal perusahaan yang dipatok sebesar Rp3,5 triliun, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, perseroan mencatatkan marketing sales Rp3,19 triliun, sehingga realisasi 2025 mencerminkan kenaikan sekitar 13 persen.

Corporate Secretary PT Jababeka Tbk., Muljadi Suganda, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti kuatnya daya tarik kawasan industri perseroan, bahkan ketika ekonomi global berada dalam fase penyesuaian.

“Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan 2024,” ujarnya.

Rekor Marketing Sales Jadi Cerminan Kepercayaan Investor

Capaian marketing sales sepanjang 2025 menunjukkan bahwa kawasan industri Jababeka masih menjadi destinasi investasi yang kompetitif. Permintaan lahan industri dinilai tetap solid, terutama dari investor asing yang mencari lokasi strategis dengan infrastruktur pendukung yang matang.

Keberhasilan ini juga memperlihatkan efektivitas strategi perseroan dalam memanfaatkan momentum relokasi industri serta pergeseran rantai pasok global. Kawasan industri yang terintegrasi dan memiliki akses logistik yang baik menjadi nilai tambah utama bagi calon investor.

Di tengah kondisi global yang menantang, pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa sektor kawasan industri Indonesia masih memiliki daya tarik kuat, terutama bagi industri manufaktur berorientasi ekspor maupun pasar domestik.

Kawasan Industri Kendal Jadi Kontributor Utama

Dari sisi kontribusi wilayah, Kawasan Industri Kendal menjadi penyumbang terbesar marketing sales Jababeka sepanjang 2025. Kawasan ini mencatatkan penjualan sebesar Rp2,51 triliun dari total penjualan lahan seluas 142 hektare. Angka tersebut meningkat 17 persen secara tahunan dibandingkan perolehan tahun 2024.

Menariknya, mayoritas investor di Kawasan Industri Kendal berasal dari luar negeri. Investor asing mendominasi dengan kontribusi mencapai 89 persen, dengan asal utama dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Dominasi ini menunjukkan kuatnya minat investor Asia Timur terhadap kawasan industri di Jawa Tengah.

Transaksi besar di Kendal mencakup berbagai sektor industri, antara lain industri ban, bahan bangunan, serta furnitur. Keragaman sektor tersebut mencerminkan fleksibilitas kawasan industri Kendal dalam mengakomodasi kebutuhan berbagai jenis manufaktur.

Cikarang Tetap Solid Dengan Investor Domestik Dan Asing

Selain Kendal, unit Jababeka di Cikarang juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total marketing sales perseroan. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,1 triliun, atau tumbuh 5 persen secara tahunan.

Penjualan tersebut berasal dari lahan seluas 21,2 hektare, dengan komposisi investor yang relatif seimbang. Investor asing menyumbang sekitar 52 persen, sementara investor domestik berkontribusi 48 persen. Komposisi ini mencerminkan daya tarik Cikarang yang tetap kuat bagi berbagai profil investor.

“Penjualan tunggal terbesar di Cikarang berasal dari perusahaan Korea di sektor personal care seluas 6 hektar dan perusahaan domestik di sektor data center seluas 4 hektare,” pungkas Muljadi.

Keberadaan investor dari sektor personal care dan data center juga menunjukkan pergeseran kebutuhan industri menuju sektor bernilai tambah dan berbasis teknologi.

Target Agresif Dan Pergerakan Saham KIJA

Menatap tahun 2026, Jababeka menetapkan target marketing sales yang lebih agresif, yakni sebesar Rp3,75 triliun. Target ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap permintaan lahan industri yang diperkirakan tetap tinggi, khususnya di kawasan Kendal dan Cikarang.

Dari total target tersebut, perseroan membidik marketing sales sebesar Rp1,25 triliun dari Cikarang dan Rp2,5 triliun dari Kendal. Seluruh target tersebut difokuskan pada produk industri, sejalan dengan strategi inti perseroan.

Di pasar modal, saham KIJA menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Pada perdagangan hari ini, saham KIJA bertengger di level Rp208 atau menguat 4,52 persen. Namun, jika dilihat secara year to date, saham perseroan masih tercatat turun 0,95 persen sepanjang tahun berjalan.

Dengan rekor marketing sales yang berhasil dicapai pada 2025 dan target ekspansi yang lebih tinggi pada 2026, Jababeka menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor kawasan industri nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index