Thomas Djiwandono Dilantik Deputi Gubernur BI Bawa Sentimen Positif

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48:28 WIB
Thomas Djiwandono Dilantik Deputi Gubernur BI Bawa Sentimen Positif

JAKARTA - Pelantikan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menjadi sorotan pasar keuangan nasional. 

Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan stabilitas domestik, kehadiran figur baru di jajaran pimpinan bank sentral dinilai memiliki arti strategis. 

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai penunjukan Thomas berpotensi membawa sentimen positif, khususnya dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar dan investor.

Misbakhun meyakini pengalaman dan latar belakang Thomas, terutama dalam diplomasi ekonomi internasional, dapat membantu memperkuat komunikasi kebijakan Bank Indonesia. 

Menurutnya, pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan untuk merespons kondisi pasar yang sensitif terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi.

Harapan Pasar terhadap Kepemimpinan Baru BI

Menurut Misbakhun, kebijakan yang akan diambil Thomas di Bank Indonesia diharapkan mampu menjembatani kondisi pasar yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai kehadiran Thomas dapat memberikan kejelasan arah kebijakan sehingga berdampak positif terhadap sentimen pasar.

“Kebijakan-kebijakan yang bisa menjembatani bagaimana situasi pasar saat ini bisa diperbaiki sehingga memberikan tone yang positif untuk Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa Bank Indonesia tidak hanya berperan menjaga stabilitas moneter, tetapi juga aktif membangun kepercayaan pasar melalui komunikasi kebijakan yang efektif. Dalam konteks ini, figur deputi gubernur memiliki peran penting sebagai penghubung antara otoritas moneter dan pelaku pasar.

Rekam Jejak Diplomasi Ekonomi Thomas

Misbakhun juga menyoroti rekam jejak Thomas Djiwandono selama menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya di Bank Indonesia. Selama menjabat di Kementerian Keuangan, Thomas dikenal aktif membangun relasi dengan berbagai lembaga internasional.

Menurut Misbakhun, kemampuan menjalin komunikasi dengan institusi global sangat dibutuhkan saat ini, mengingat ketergantungan pasar terhadap persepsi investor internasional. 

Indonesia, kata dia, memerlukan sosok yang mampu menjelaskan kondisi ekonomi nasional secara komprehensif kepada investor, baik domestik maupun asing.

“Kemudian fund manager di asing untuk memberikan dukungan kepada situasi Indonesia yang saat ini memang perlu memberikan banyak informasi kepada para lembaga terutama para pemegang investasi di Indonesia,” jelas Misbakhun.

Dengan latar belakang tersebut, Thomas dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Prosesi Pelantikan di Mahkamah Agung

Sebelumnya, Mahkamah Agung secara resmi melantik Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. 

Prosesi pelantikan berlangsung di Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Selain itu, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih juga turut menghadiri acara tersebut.

Thomas mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto pada Senin, 9 Februari 2026. Prosesi ini menjadi penanda resmi dimulainya tugas Thomas sebagai bagian dari pimpinan bank sentral Indonesia.

Komitmen Integritas dan Independensi

Dalam sumpah jabatannya, Thomas menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dan independensi selama menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pernyataan ini menjadi penting mengingat peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

“Saya berjanji, bahwa saya untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, langsung atau tidak langsung, dengan nama dan dalih apapun tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapapun juga,” kata Thomas.

Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Bank Indonesia sebagai lembaga independen. Dalam konteks ekonomi yang penuh ketidakpastian, integritas pejabat bank sentral menjadi faktor krusial dalam menjaga kredibilitas kebijakan.

Dengan bergabungnya Thomas Djiwandono ke jajaran pimpinan Bank Indonesia, ekspektasi terhadap stabilitas kebijakan moneter dan komunikasi dengan pasar semakin menguat. 

Pengalaman diplomasi ekonomi yang dimilikinya diharapkan mampu memberikan warna baru dalam merespons tantangan ekonomi ke depan, sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Terkini