AZKO Fokus Perkuat Fundamental dan Ekspansi Bisnis Setelah Keluar LQ45

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:53:45 WIB
AZKO Fokus Perkuat Fundamental dan Ekspansi Bisnis Setelah Keluar LQ45

JAKARTA - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), yang lebih dikenal dengan merek AZKO, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terkait keluarnya saham mereka dari indeks LQ45. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan hasil evaluasi komposisi mayor dari indeks LQ45 pada Januari 2026, yang menyatakan bahwa saham ACES keluar dari indeks tersebut. Evaluasi ini berlaku efektif mulai 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026. 

Meskipun perubahan ini mencuatkan sentimen negatif di pasar, manajemen perusahaan menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah faktor yang akan mempengaruhi performa bisnis mereka dalam jangka pendek.

Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia, menjelaskan bahwa meskipun keluar dari indeks LQ45 adalah sebuah perubahan eksternal, pihaknya tetap berfokus pada strategi jangka panjang yang telah dirancang sebelumnya. Keluarnya ACES dari indeks tersebut tidak akan mengubah arah atau tujuan besar perusahaan. 

Menurutnya, perusahaan lebih memilih untuk tidak terjebak dalam fluktuasi pasar dan fokus pada penguatan fundamental serta pengembangan bisnis internal yang lebih sustainable.

Strategi Bisnis Jangka Panjang Menjadi Fokus Utama

Dalam menghadapi perubahan pasar dan sentimen negatif yang muncul akibat keluar dari LQ45, ACES tetap berpegang pada strategi bisnis yang telah ditetapkan. Gregory menekankan bahwa faktor eksternal, seperti perubahan komposisi indeks, tidak dapat sepenuhnya dikendalikan. 

Sebaliknya, perusahaan lebih memprioritaskan hal-hal yang bisa mereka kendalikan, yaitu kualitas internal, penguatan layanan pelanggan, serta pengembangan jaringan toko yang lebih luas.

“Secara bisnis, kami tetap fokus pada strategi perusahaan. Kondisi pasar itu banyak dipengaruhi faktor di luar, sementara yang bisa kami kendalikan adalah bagaimana bisnis ini dijalankan dengan baik,” ujar Gregory.

Manajemen ACES menjelaskan bahwa perbaikan internal tengah dilakukan melalui berbagai upaya, seperti renovasi toko dan peningkatan kualitas layanan pelanggan. 

Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengalaman konsumen dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Tidak Ada Langkah Spekulatif untuk Kembali ke LQ45

Dalam menghadapi keluarnya ACES dari indeks LQ45, perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil langkah-langkah spekulatif yang dapat merugikan integritas bisnis. Fokus mereka tetap pada penguatan fundamental dan pengelolaan perusahaan yang sehat. 

Gregory menjelaskan bahwa pihaknya lebih memilih untuk fokus pada aspek internal yang dapat memastikan kelangsungan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

“Kami lebih memilih fokus ke internal. Kalau fundamentalnya kuat dan kinerjanya baik, kami yakin kepercayaan pasar akan kembali dengan sendirinya,” ujarnya lebih lanjut. 

Menurut Gregory, yang terpenting bagi perusahaan adalah menjaga kualitas dan tata kelola yang baik. 

Langkah-langkah spekulatif yang dapat memanipulasi pergerakan saham akan sangat dihindari, karena perusahaan ingin beroperasi dengan prinsip bisnis yang transparan dan sehat.

Perkembangan Merek Neka dan Ekspansi Bisnis

Selain fokus pada penguatan fundamental internal, ACES juga tengah memperluas portofolio bisnisnya dengan merek baru, yakni Neka. 

Neka hadir sebagai bagian dari strategi ACES untuk menjangkau segmen pasar menengah dan wilayah baru, terutama di luar pusat kota yang belum banyak terlayani oleh ritel modern. 

Hingga akhir 2025, ACES telah membuka 10 toko Neka yang tersebar di berbagai daerah, seperti Serang, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Depok.

Gregory menjelaskan bahwa meskipun kontribusi merek Neka terhadap kinerja keuangan ACES di tahun 2025 belum signifikan, langkah ini merupakan bagian dari rencana ekspansi jangka panjang perusahaan. 

“Tentunya dengan membandingkan size Azko yang lebih besar, kontribusi Neka masih kecil di bawah 5% pada tahun ini,” ungkapnya. 

Meskipun kontribusi Neka masih terbatas, ACES optimis bahwa merek ini akan memberikan dampak positif bagi bisnis mereka di masa depan.

Di sisi lain, merek utama perusahaan, Azko, juga terus melanjutkan ekspansinya. ACES menargetkan penambahan 30 toko baru pada 2026. Per September 2025, perusahaan telah membuka 16 toko baru, sehingga total toko Azko yang dimiliki hingga saat ini mencapai 259 toko yang tersebar di 87 kota di seluruh Indonesia. 

Ekspansi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang meskipun pasar ritel semakin kompetitif.

Kinerja Keuangan ACES dan Proyeksi 2026

Meski menghadapi tantangan, ACES berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp481,09 miliar pada kuartal III/2025. Namun, laba ini mengalami penurunan sebesar 16,21% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp574,22 miliar. 

Sementara itu, penjualan bersih perusahaan meningkat sebesar 1,69% yoy menjadi Rp6,33 triliun pada kuartal III/2025, dibandingkan dengan Rp6,22 triliun pada periode yang sama di 2024.

Dengan ekspansi yang terus berjalan dan penguatan fundamental perusahaan, ACES tetap memiliki proyeksi yang optimis untuk tahun 2026. Meskipun ada penurunan laba pada 2025, perusahaan berfokus pada strategi jangka panjang yang akan memperkuat posisi mereka di pasar. 

Fokus ACES pada pengembangan produk, penguatan pengalaman pelanggan, serta ekspansi jaringan toko akan terus dilakukan untuk menjaga daya saing di pasar ritel modern Indonesia.

Terkini