ELPI Rencanakan Rights Issue Untuk Penguatan Modal Kerja dan Ekspansi

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:53:26 WIB
ELPI Rencanakan Rights Issue Untuk Penguatan Modal Kerja dan Ekspansi

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) berencana untuk melaksanakan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau yang lebih dikenal dengan rights issue. 

Dalam rangka ini, perusahaan akan menerbitkan hingga 2,03 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Rencana ini akan memperkuat struktur permodalan ELPI dan mendukung kinerja operasional serta ekspansi perusahaan.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menyampaikan bahwa proses rights issue ini akan dilakukan setelah persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026. 

Rencana ini akan berlaku setelah mendapatkan pernyataan pendaftaran yang efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan pelaksanaan yang direncanakan paling lambat dalam 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.

Pemanfaatan Dana Hasil Rights Issue untuk Ekspansi

Dana yang terkumpul dari rights issue ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan oleh ELPI untuk memperkuat likuiditas umum, belanja modal, serta modal kerja. 

Selain itu, dana tersebut juga akan mendukung ekspansi, diversifikasi, dan investasi strategis perusahaan ke depan.

Rencana ini menunjukkan bahwa ELPI tidak hanya berfokus pada peningkatan struktur permodalan, tetapi juga pada penguatan posisi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

 Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkembang di sektor pelayaran dan transportasi laut yang penuh potensi.

Risiko Dilusi Pemegang Saham dalam Rights Issue

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses rights issue ini adalah potensi dilusi yang bisa dialami oleh pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. 

ELPI memperkirakan bahwa dilusi maksimal yang dapat terjadi adalah sebesar 18% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam rights issue ini.

Meskipun demikian, hingga saat ini, pihak perusahaan tidak menerima keberatan apapun dari pihak manapun, termasuk kreditur yang memiliki hubungan bisnis dengan ELPI. 

Hal ini menandakan bahwa perusahaan telah mengkomunikasikan rencana tersebut secara terbuka dan transparan kepada semua pemangku kepentingan yang terkait.

Rangkaian Proses RUPSLB ELPI

Berikut adalah rangkaian kegiatan penting terkait dengan pelaksanaan RUPSLB yang akan menentukan kelanjutan rencana rights issue oleh ELPI:

Pemberitahuan Agenda RUPSLB ke OJK: 23 Januari 2026

Iklan Pengumuman RUPSLB: 30 Januari 2026

Daftar Pemegang Saham yang Berhak: 13 Februari 2026

Iklan Pemanggilan RUPSLB: 14 Februari 2026

Pelaksanaan RUPSLB: 9 Maret 2026

Pengumuman Ringkasan Risalah RUPSLB: 11 Maret 2026

Penyampaian Risalah RUPSLB: 6 April 2026

Jika RUPSLB tidak menyetujui rencana rights issue ini, ELPI memiliki opsi untuk mengajukan persetujuan kembali dalam jangka waktu paling singkat 12 bulan setelah RUPSLB sebelumnya. Hal ini memberi fleksibilitas bagi perusahaan untuk menyusun kembali strategi pendanaan jika diperlukan.

Potensi Ekspansi dan Peningkatan Kinerja ELPI

Dengan rencana rights issue ini, ELPI berharap dapat memperkuat fundamental perusahaan, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas operasional. 

Seiring dengan tren pertumbuhan industri pelayaran, langkah ini diharapkan mampu mendukung perusahaan untuk meraih peluang baru dan mempertahankan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Pemanfaatan dana hasil rights issue juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan armada kapal dan infrastruktur perusahaan, serta meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. 

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan ELPI dalam jangka panjang dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham yang berinvestasi di perusahaan ini.

Terkini