Alfamart Ekspansi Global, Bangun 100 Gerai Baru di Bangladesh

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:03:31 WIB
Alfamart Ekspansi Global, Bangun 100 Gerai Baru di Bangladesh

JAKARTA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, kembali menunjukkan ambisi untuk berkembang di pasar internasional. 

Setelah sebelumnya mengembangkan gerai di Filipina, perusahaan ini kini mengalihkan fokusnya ke Bangladesh. Dalam beberapa bulan ke depan, Alfamart berencana membuka 100 gerai baru di negara tersebut, yang menandakan langkah besar bagi emiten ritel ini dalam memperluas jangkauannya.

Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Solihin, mengungkapkan bahwa proses perencanaan ekspansi ini sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. 

Langkah pertama yang signifikan adalah pembukaan gerai perdana di Dhaka, yang diresmikan pada 27 Januari 2026. Gerai tersebut akan dikelola oleh Alfamart Trading Bangladesh Ltd, perusahaan yang dibentuk khusus untuk pasar Bangladesh. 

Solihin mengonfirmasi bahwa pembangunan gerai ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan dua entitas besar, yaitu Kazi Farms dan Mitsubishi Corporation.

Namun, meskipun langkah besar ini sudah dicanangkan, Solihin belum memberikan detail lebih lanjut mengenai besaran investasi untuk pembangunan gerai pertama ini. 

Saat berbicara mengenai proyeksi jumlah gerai yang akan dibuka di Bangladesh, Solihin hanya mengonfirmasi target 100 gerai, tanpa memberikan angka pasti terkait kontribusi pendapatan yang diharapkan dari ekspansi ini.

 "Seperti apa nantinya, kita lihat di akhir tahun depan. Kalau berapa jumlahnya, 100. Itu keinginannya," jelas Solihin pada wartawan beberapa waktu lalu.

Kemitraan Strategis untuk Memperkuat Posisi di Bangladesh

Bergabung dengan Kazi Farms dan Mitsubishi Corporation dalam proyek ini menunjukkan bahwa Alfamart tidak hanya mengandalkan modal internal, tetapi juga menggandeng mitra lokal yang memiliki pengaruh signifikan di pasar Bangladesh. Kazi Farms, sebagai salah satu perusahaan besar di sektor agribisnis, memiliki jangkauan yang luas di pasar lokal. 

Sedangkan Mitsubishi Corporation, perusahaan Jepang yang sudah memiliki pengalaman dalam berbagai sektor industri, membantu memastikan kelancaran operasional dan pengembangan lebih lanjut.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun Alfamart telah merambah pasar luar negeri sebelumnya dengan membuka lebih dari 2.400 gerai di Filipina, ekspansi ke Bangladesh dianggap lebih signifikan. 

Ini menandakan adanya peningkatan kepercayaan diri AMRT dalam menghadapi pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Namun, Solihin mengingatkan bahwa keberhasilan ekspansi ini juga sangat bergantung pada permintaan pasar dan kesiapan konsumen di negara tersebut. 

"Pasti ada tahun ini di negara lain. Tapi kita masih penjajakan. Masih di negara Asia," tuturnya, menegaskan bahwa perusahaan ini berkomitmen untuk melakukan riset pasar lebih mendalam sebelum memperluas ke negara lain.

Tantangan dan Potensi Pendapatan dari Ekspansi ke Bangladesh

Meski langkah ekspansi ini membawa optimisme, Solihin juga mengingatkan bahwa pendapatan dari gerai baru di Bangladesh belum dapat dipastikan kontribusinya terhadap pendapatan grup secara keseluruhan. 

Faktor utama yang memengaruhi proyeksi tersebut adalah dampak jangka panjang dari keberadaan Alfamart di Bangladesh, serta bagaimana adaptasi terhadap budaya konsumsi lokal berjalan.

Tidak hanya itu, meskipun memiliki lebih dari dua ribu gerai di Filipina, tantangan yang dihadapi di Bangladesh diperkirakan akan lebih kompleks. Kondisi pasar yang berbeda dan kebiasaan belanja yang beragam menjadi hal yang perlu diperhatikan. 

Namun, Solihin yakin bahwa dengan membangun kemitraan yang kuat dan melakukan riset yang cermat, Alfamart dapat berhasil menembus pasar ini dan membuka jalan untuk ekspansi lebih lanjut di Asia.

Di sisi lain, meskipun AMRT mengalami pertumbuhan yang stabil, perolehan pendapatan di Indonesia masih menghadapi tekanan dalam hal beban distribusi dan administrasi. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi perusahaan dalam menjaga margin keuntungan sambil terus berekspansi ke luar negeri. 

Mengingat biaya operasional yang terus meningkat, perusahaan harus lebih berhati-hati dalam mengelola pembukaan gerai baru agar tetap efisien dan menguntungkan.

Kepercayaan Diri AMRT Berdasarkan Kinerja Keuangan yang Positif

Meskipun ada tantangan terkait pembengkakan biaya operasional, kinerja keuangan AMRT pada kuartal III/2025 tetap menunjukkan hasil yang positif. 

Pendapatan neto perusahaan tercatat tumbuh 7,09% YoY, mencapai Rp94,47 triliun, dibandingkan dengan Rp88,21 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini tercatat di semua wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar datang dari luar wilayah Jabodetabek, yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 14,84% YoY.

Segmen makanan juga menunjukkan performa yang baik, dengan pendapatan yang meningkat 7,15% YoY menjadi Rp66,82 triliun, sementara pendapatan dari segmen non-makanan naik 6,96% YoY menjadi Rp27,64 triliun. 

Namun, beban penjualan dan distribusi yang meningkat, dari Rp15,04 triliun menjadi Rp16,55 triliun, serta kenaikan beban umum dan administrasi, dari Rp1,57 triliun menjadi Rp1,7 triliun, turut menekan laba usaha perusahaan.

Dengan laporan keuangan yang stabil, AMRT tetap optimis dalam menghadapi tantangan global dan terus memperluas jaringan gerainya. Ekspansi ke Bangladesh adalah salah satu strategi yang lebih luas dalam memperkuat posisi pasar di Asia Tenggara dan memperluas cakupan operasi di pasar internasional.

Terkini