JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinar Mas, baru saja mengumumkan rencana untuk melakukan aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham DSSA serta memperluas akses bagi investor ritel yang ingin berinvestasi di perusahaan tersebut.
Rencana ini disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 30 Januari 2026, dengan manajemen DSSA menjelaskan bahwa saat ini harga saham perusahaan terbilang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat nilai pembelian satu lot saham hanya dapat dijangkau oleh segmen investor terbatas, sehingga menghambat volume perdagangan saham di pasar.
Dengan melakukan stock split, harga per saham akan turun, menjadikannya lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor. Harapannya, hal ini dapat mendorong peningkatan volume perdagangan saham dan meningkatkan likuiditas di pasar.
Pemecahan saham ini diharapkan dapat menarik minat investor ritel yang sebelumnya terhalang oleh tingginya harga per saham dan memberikan ruang yang lebih besar bagi saham DSSA untuk diperdagangkan.
Stock Split Akan Mengubah Nominal Saham DSSA Secara Signifikan
Salah satu perubahan utama yang akan terjadi akibat pelaksanaan stock split ini adalah penurunan nilai nominal saham DSSA dari Rp25 per saham menjadi Rp1 per saham.
Ini akan secara signifikan meningkatkan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dari 7,70 miliar lembar saham menjadi 192,63 miliar lembar saham.
Dengan jumlah saham yang lebih besar dan harga yang lebih terjangkau, diharapkan transaksi saham DSSA di pasar akan menjadi lebih likuid dan dapat dijangkau oleh lebih banyak investor, termasuk investor ritel yang lebih kecil.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun jumlah saham akan meningkat, hal ini tidak akan mengubah hak atau nilai ekonomi yang dimiliki oleh pemegang saham.
Setiap pemegang saham akan mengalami perubahan kepemilikan dan hak suara secara proporsional sesuai dengan rasio yang ditetapkan dalam stock split ini.
Dengan kata lain, meskipun jumlah lembar saham bertambah, persentase kepemilikan dan hak suara masing-masing investor tetap akan seimbang, menjaga nilai saham yang dimiliki setiap investor.
Proses dan Persetujuan Bursa Efek Indonesia (BEI)
Proses untuk melaksanakan stock split ini telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 20 Januari 2026.
Sebagai langkah berikutnya, DSSA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026 untuk mendapatkan persetujuan final dari para pemegang saham.
Pada rapat tersebut, keputusan untuk melakukan stock split akan dianggap sah jika disetujui oleh lebih dari dua pertiga dari seluruh saham dengan hak suara sah yang hadir dalam rapat. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam merealisasikan rencana pemecahan nilai nominal saham tersebut.
Pengumuman dan pemanggilan untuk RUPSLB telah dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pengumuman pertama terkait dengan RUPSLB dilakukan pada 30 Januari 2026, dengan pemanggilan RUPSLB dijadwalkan pada 16 Februari 2026.
Dengan demikian, para pemegang saham diharapkan untuk hadir dalam rapat tersebut guna memberikan persetujuan atas rencana stock split ini.
Jadwal Pelaksanaan dan Pengaruhnya terhadap Perdagangan Saham
Setelah pelaksanaan RUPSLB pada 11 Maret 2026 dan keputusan stock split disetujui, perubahan nominal saham akan mulai diterapkan pada perdagangan di pasar reguler.
Sesuai dengan jadwal yang diumumkan, perdagangan saham dengan nominal lama akan berakhir pada 6 April 2026. Mulai 7 April 2026, perdagangan saham dengan nominal baru yang sudah disesuaikan dengan rasio stock split 1:25 akan dimulai.
Dalam periode enam bulan setelah pelaksanaan stock split, DSSA tidak merencanakan aksi korporasi lainnya yang akan memengaruhi struktur permodalan perusahaan. Hal ini memberi gambaran bahwa manajemen perusahaan fokus pada pelaksanaan rencana stock split dan akan memantau perkembangan pasar serta likuiditas saham setelah perubahan tersebut dilakukan.
Dengan adanya penyesuaian harga saham yang lebih terjangkau, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menarik minat investor baru, serta meningkatkan volume perdagangan di pasar saham.
Potensi Dampak Positif bagi Likuiditas dan Akses Investor
Pelaksanaan stock split ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap likuiditas saham DSSA di pasar. Harga saham yang lebih terjangkau memungkinkan lebih banyak investor untuk membeli saham, sehingga meningkatkan frekuensi transaksi dan volume perdagangan.
Dengan meningkatnya volume perdagangan, diharapkan akan tercipta pasar yang lebih efisien dan likuid bagi saham DSSA.
Selain itu, langkah ini juga membuka kesempatan bagi investor ritel untuk berpartisipasi lebih mudah dalam kepemilikan saham perusahaan yang sebelumnya dianggap mahal.
Seiring dengan meningkatnya minat investor dan perdagangan saham, DSSA diharapkan dapat memperkuat posisinya di pasar dan meningkatkan kapitalisasi pasar mereka.
Secara keseluruhan, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas saham DSSA dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan di masa depan.