Anak Usaha ENRG Temukan Cadangan Minyak Baru Riau

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:53 WIB
Anak Usaha ENRG Temukan Cadangan Minyak Baru Riau

JAKARTA - Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional terus menjadi tantangan di tengah tren penurunan lifting migas dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kondisi tersebut, kabar penemuan sumber minyak baru menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas Indonesia. Salah satu kabar tersebut datang dari PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang melalui anak usahanya berhasil menemukan potensi minyak baru di wilayah Sumatra.

PT Energi Mega Persada Tbk. melalui anak usahanya, PT Imbang Tata Alam (ITA), mengumumkan keberhasilan menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di Wilayah Kerja Malacca Strait, Riau. Penemuan tersebut dilakukan pada 26 Januari 2026 dan menjadi langkah penting dalam mendukung upaya peningkatan produksi minyak nasional.

Manajemen ENRG menyebutkan bahwa temuan ini memiliki arti strategis bagi perusahaan sekaligus sektor energi nasional. "Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Perseroan mendukung keberlanjutan produksi minyak nasional," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1/2026).

Hasil Awal Eksplorasi di Malacca Strait

Berdasarkan hasil evaluasi awal, sumur eksplorasi tersebut menemukan lapisan produktif pada Formasi Upper Sihapas. Lapisan ini memiliki ketebalan net pay sekitar 80 feet, yang menunjukkan karakter reservoir yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.

Pada tahap uji alir, sumur tersebut mencatatkan laju produksi minyak sebesar 350 barel minyak per hari. Capaian ini mencerminkan kualitas reservoir yang dinilai baik serta potensi aliran yang stabil, sehingga memberikan keyakinan awal terhadap prospek produksi jangka menengah hingga panjang.

Manajemen menjelaskan bahwa temuan ini menjadi indikasi awal keberhasilan strategi eksplorasi yang dijalankan perusahaan di Wilayah Kerja Malacca Strait. Keberhasilan uji alir tersebut sekaligus membuka peluang untuk pengembangan lanjutan pada struktur yang sama.

Karakter Geologi dan Potensi Pengembangan

Secara geologi, penemuan minyak ini diinterpretasikan sebagai stratigraphic trap. Jenis jebakan ini dikenal memiliki potensi akumulasi hidrokarbon yang signifikan apabila dikembangkan dengan perencanaan yang tepat.

Interpretasi geologi tersebut membuka peluang eksplorasi lanjutan untuk menemukan prospek sumber daya dan cadangan minyak baru di sekitar area penemuan. Dengan karakter stratigrafi yang menjanjikan, struktur ini dinilai layak untuk ditindaklanjuti melalui studi teknis yang lebih mendalam.

Keberadaan stratigraphic trap juga menunjukkan bahwa wilayah Malacca Strait masih menyimpan potensi migas yang dapat dioptimalkan melalui pendekatan eksplorasi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya industri migas nasional dalam mencari cadangan baru guna menjaga tingkat produksi.

Estimasi Cadangan dan Produksi Tambahan

Berdasarkan evaluasi awal, estimasi Original Oil in Place (OOIP) dari penemuan ini diperkirakan mencapai sekitar 31 juta barel minyak. Angka tersebut menunjukkan skala temuan yang cukup signifikan dan berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap produksi minyak nasional.

Selain itu, terdapat potensi tambahan produksi sebesar 1.000 hingga 1.500 barel minyak per hari dari rencana pengembangan struktur MSTB-NW. Rencana tersebut akan diimplementasikan melalui pengeboran enam sumur pengembangan yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan minyak yang ada.

Rencana pengembangan ini menjadi tahap penting berikutnya dalam memastikan bahwa potensi sumber daya yang ditemukan dapat dikonversi menjadi produksi aktual. Dengan perencanaan yang matang, pengembangan struktur MSTB-NW diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Potensi Lanjutan Lebih Besar

Selain estimasi awal, hasil evaluasi respon seismik yang serupa menunjukkan bahwa potensi sumber daya di sekitar area temuan masih sangat besar. Manajemen mengungkapkan bahwa wilayah tersebut diperkirakan masih menyimpan potensi lebih dari 76 juta barel minyak.

Potensi ini akan menjadi target campaign eksplorasi selanjutnya yang direncanakan oleh perusahaan. Dengan dukungan data seismik dan hasil evaluasi awal yang positif, eksplorasi lanjutan diharapkan dapat mengungkap cadangan tambahan yang dapat memperkuat portofolio aset migas ENRG.

Keberlanjutan eksplorasi di area ini menjadi kunci dalam menjaga momentum penemuan dan memastikan optimalisasi wilayah kerja Malacca Strait secara menyeluruh.

Kolaborasi dengan SKK Migas

Dalam tahap selanjutnya, PT Imbang Tata Alam akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk melanjutkan studi teknis. Studi ini bertujuan mematangkan konsep pengembangan struktur MSTB-NW sekaligus mengidentifikasi peluang eksplorasi tambahan di sekitar area penemuan.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari tata kelola industri hulu migas nasional, di mana setiap pengembangan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan dukungan SKK Migas, proses pengembangan diharapkan berjalan efektif dan efisien.

Kontribusi bagi Ketahanan Energi Nasional

Penemuan minyak baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional. Selain menambah potensi produksi minyak, pengembangan wilayah kerja ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi para pemangku kepentingan di sekitar Wilayah Kerja Malacca Strait.

Manajemen ENRG menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan secara berkelanjutan. "Kami berkomitmen untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup manajemen.

Terkini