Sayuran Paling Banyak Terkontaminasi Mikroplastik Perlu Diwaspadai

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:18:48 WIB
Sayuran Paling Banyak Terkontaminasi Mikroplastik Perlu Diwaspadai

JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan kini tidak hanya sebatas kandungan gizi dan residu pestisida. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian dunia kesehatan dan lingkungan tertuju pada ancaman baru yang lebih halus namun berbahaya, yakni mikroplastik. 

Partikel plastik berukuran sangat kecil ini ternyata tidak hanya mencemari laut dan udara, tetapi juga telah masuk ke bahan pangan sehari-hari, termasuk sayuran yang selama ini dianggap menyehatkan.

Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, mulai dari degradasi sampah plastik, limbah industri, hingga serat pakaian sintetis yang terlepas saat dicuci. 

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini mudah berpindah melalui air, tanah, dan udara, lalu masuk ke rantai makanan manusia. Dampaknya terhadap kesehatan pun tidak bisa dianggap sepele.

Ketika tertelan, mikroplastik dapat menempel di dinding usus, memicu peradangan, dan berpotensi melemahkan sistem imun. Sifatnya yang persisten membuat mikroplastik sulit dikeluarkan dari tubuh, sehingga paparan jangka panjang menjadi perhatian serius para peneliti.

Mikroplastik dalam Rantai Makanan Global

Mikroplastik kini telah ditemukan hampir di seluruh ekosistem dunia. Dari laut dalam hingga pegunungan, partikel plastik kecil ini menyebar tanpa mengenal batas geografis. 

Karena sifatnya yang mudah berpindah, mikroplastik akhirnya masuk ke rantai makanan global dan dikonsumsi manusia secara tidak sadar.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Research, para peneliti mengamati lebih dari 12 jenis protein yang umum dikonsumsi, seperti daging sapi, berbagai jenis udang, dada ayam, nugget, daging babi, makanan laut, tahu, serta alternatif daging nabati. Hasilnya menunjukkan hampir 90 persen protein yang diteliti mengandung mikroplastik.

Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa mikroplastik tidak hanya terbatas pada produk laut, tetapi juga telah menyebar luas ke bahan pangan darat, termasuk sayuran dan buah-buahan yang menjadi bagian penting dari pola makan sehat.

Temuan Ilmiah pada Buah dan Sayuran

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Environmental Science pada Agustus 2020, terdapat sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur. 

Angka ini menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dari pangan nabati tidak bisa dianggap rendah.

Dalam studi tersebut, apel dan wortel disebut sebagai buah dan sayur yang paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 mikroplastik per gram. Temuan ini cukup mengejutkan mengingat kedua bahan tersebut sering dikonsumsi mentah atau hanya melalui proses pencucian sederhana.

Partikel mikroplastik terkecil ditemukan di wortel, sementara potongan plastik terbesar ditemukan di selada. Perbedaan ukuran partikel ini menunjukkan bahwa setiap jenis tanaman memiliki kemampuan akumulasi mikroplastik yang berbeda, tergantung pada struktur akar dan jaringan tanamannya.

Sayuran dengan Tingkat Kontaminasi Tertinggi

Penelitian lain yang dilakukan oleh tim dari Universitas Catania, Italia, juga menemukan partikel plastik kecil dalam buah dan sayuran seperti wortel, selada, apel, dan pir. 

Apel tercatat memiliki salah satu jumlah mikroplastik tertinggi di antara buah-buahan, dengan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram. Sementara itu, pir rata-rata mengandung sekitar 189.500 partikel plastik per gram.

Untuk kelompok sayuran, brokoli dan wortel terbukti menjadi yang paling terkontaminasi. Rata-rata jumlah mikroplastik pada kedua sayuran ini tercatat lebih dari 100.000 partikel plastik per gram. Angka tersebut memperlihatkan bahwa sayuran yang dikenal kaya nutrisi pun tidak luput dari paparan mikroplastik.

Dua studi yang diterbitkan sebelumnya juga menunjukkan bahwa mikroplastik mampu menembus akar tanaman selada dan gandum, sementara nanoplastik bahkan dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Hal ini membuktikan bahwa tanaman dapat mengakumulasi mikroplastik melalui penyerapan air dan tanah yang telah terkontaminasi.

Risiko Kesehatan dan Kesadaran Konsumen

Buah dan sayuran dapat mengandung mikroplastik karena tumbuh di lingkungan yang tercemar, baik melalui tanah, air irigasi, maupun udara. Proses pencucian sebelum konsumsi memang dapat mengurangi kontaminan permukaan, tetapi tidak sepenuhnya mampu menghilangkan mikroplastik yang sudah masuk ke jaringan tanaman.

"Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik," ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berkantor Hong Kong.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa mikroplastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pangan modern. Meski penelitian tentang dampak jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus berlangsung, temuan-temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran konsumen.

Upaya mengurangi paparan mikroplastik tidak bisa hanya dibebankan pada individu. Diperlukan langkah kolektif, mulai dari pengelolaan limbah plastik yang lebih baik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga kebijakan pertanian dan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, risiko mikroplastik dalam bahan pangan, termasuk sayuran, dapat ditekan secara bertahap.

Terkini