JAKARTA - Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan geliat positif di awal April 2026. Di tengah dinamika global yang sempat menekan sentimen investor, sejumlah indeks justru mampu bangkit dan mencatatkan penguatan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Indeks Bisnis-27 yang dibuka menguat seiring kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sekaligus menandai adanya momentum rebound pada perdagangan hari ini.
Kondisi ini mencerminkan optimisme pelaku pasar yang mulai kembali terbentuk, terutama setelah meredanya ketegangan geopolitik global.
Saham-saham unggulan pun ikut terdorong naik, dengan beberapa emiten mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal sesi perdagangan.
Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan respons jangka pendek, tetapi juga menggambarkan ekspektasi investor terhadap stabilitas pasar dalam waktu dekat.
Pergerakan Indeks Dan Saham Unggulan Menguat
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (1/4/2026). Di tengah kenaikan ini, saham INCO, BRPT, BUMI, dan NCKL tercatat melaju.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 1,44% ke 490,04 hingga pukul 09.02 WIB. Tercatat, sebanyak 21 saham menguat dan 6 saham turun.
Saham dengan kenaikan paling tinggi ditempati oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 4,67% ke Rp5.600 per saham. Posisi ini diikuti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang tumbuh 4,03% menjadi Rp1.420 per saham.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 3,70% ke Rp224, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) membukukan kenaikan sebesar 3,69% menuju level Rp1.125 per saham.
Adapun penurunan harga ditorehkan saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang melemah 4,94% menjadi Rp1.250 per saham, dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mencatat penurunan sebesar 2,83% ke Rp3.090.
IHSG Ikut Menguat Seiring Sentimen Positif
IHSG sendiri dibuka menguat 1,34% ke 7.142,86 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, indeks komposit dibuka pada level 7.149,25 dan sempat ke posisi 7.158,76.
Tercatat, sebanyak 418 saham menguat, 113 saham turun, dan 427 saham stagnan. Adapun total kapitalisasi pasar mencapai angka Rp12.581 triliun.
Pergerakan IHSG yang positif ini menunjukkan bahwa mayoritas saham berada dalam tren kenaikan, sekaligus memperkuat sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase pemulihan setelah tekanan sebelumnya.
Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar
Indeks komposit diprediksi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari meredanya tensi geopolitik global yang sempat menekan pasar Asia pada hari sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa meskipun IHSG ditutup melemah 0,61% dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp1,17 triliun pada Selasa, indeks memiliki ruang untuk rebound.
“IHSG berpotensi menguat hari ini dengan rentang support di level 6.950—7.000 dan resistance pada area 7.150—7.300,” ujar Fanny dalam risetnya.
Dia menuturkan sentimen global menjadi pendorong utama setelah bursa Wall Street melonjak tajam semalam. Indeks Dow Jones melesat 2,49% dan Nasdaq terbang 3,83% menyusul laporan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang terbuka untuk mengakhiri konflik dengan syarat jaminan internasional.
Selain itu, kesediaan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan aksi militer memperkuat ekspektasi pasar terhadap stabilitas jalur energi dunia.
Harga Minyak Dan Faktor Eksternal Masih Jadi Perhatian
Kendati demikian, Fanny menyebutkan bahwa pelaku pasar masih mencermati harga minyak Brent yang bertahan tinggi di level US$118,35 per barel akibat ketegangan di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini menjadi faktor penting yang tetap harus diwaspadai oleh investor, mengingat harga energi memiliki pengaruh besar terhadap inflasi global dan stabilitas ekonomi.
Meski begitu, dengan adanya sinyal deeskalasi konflik serta penguatan bursa global, pasar saham Indonesia dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif dalam jangka pendek.
Momentum penguatan ini sekaligus menjadi indikasi bahwa kepercayaan investor mulai pulih, didukung oleh kombinasi faktor domestik dan global yang semakin kondusif.
Jika sentimen positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali menguji level resistance yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.