JAKARTA - Upaya memperkuat kinerja dan tata kelola perusahaan milik negara mulai dilakukan secara bertahap melalui langkah strategis yang dirancang lebih sistematis.
Transformasi ini menjadi bagian penting dari konsolidasi pengelolaan aset negara agar perusahaan pelat merah mampu menghasilkan kinerja yang lebih sehat, transparan, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Perubahan tersebut kini dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, yang mulai melakukan penataan ulang terhadap tata kelola perusahaan BUMN melalui program yang disebut governance reset. Program ini tidak hanya menyasar aspek manajemen, tetapi juga menyentuh fundamental keuangan, kualitas aset, hingga sistem pengawasan internal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transisi pengelolaan portofolio perusahaan negara yang kini berada di bawah koordinasi Danantara. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, lembaga ini berupaya memastikan setiap perusahaan BUMN memiliki fondasi bisnis yang kuat serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi negara.
Melalui program tersebut, Danantara juga menargetkan peningkatan kualitas laporan keuangan perusahaan pelat merah agar semakin akurat dan kredibel. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan daya saing BUMN di tingkat nasional maupun global.
Penguatan Tata Kelola Melalui Program Governance Reset
Program governance reset menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan Danantara dalam melakukan penataan ulang pengelolaan BUMN. Program ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola perusahaan serta penguatan berbagai aspek fundamental yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Melalui entitas holding operasionalnya, Danantara Asset Management, Danantara akan melakukan kajian secara komprehensif terhadap berbagai perusahaan BUMN yang berada dalam portofolionya. Proses evaluasi tersebut dilakukan secara sistematis dan terstruktur guna memastikan seluruh perusahaan pelat merah memiliki standar pengelolaan yang semakin baik.
Penilaian tersebut meliputi berbagai aspek penting seperti kebijakan akuntansi perusahaan, kualitas dan pencatatan aset, hingga sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan. Selain itu, Danantara juga akan menilai sejauh mana praktik tata kelola perusahaan telah dijalankan sesuai dengan prinsip good corporate governance.
Melalui proses evaluasi ini, diharapkan pengelolaan perusahaan negara dapat semakin selaras dengan praktik terbaik dalam dunia bisnis modern.
Evaluasi Aset Dan Laporan Keuangan Perusahaan BUMN
Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa program penguatan tata kelola tersebut sebelumnya telah dimulai pada kelompok perusahaan karya. Saat ini, proses evaluasi tersebut akan diperluas secara bertahap ke berbagai sektor lain yang berada dalam portofolio BUMN.
Salah satu fokus utama dari kebijakan tersebut adalah melakukan normalisasi serta peningkatan kualitas aset yang dimiliki perusahaan pelat merah. Selain itu, Danantara juga menekankan pentingnya penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan menjadi lebih akurat, wajar, dan terkini.
Langkah ini dinilai penting karena laporan keuangan yang transparan dan kredibel akan mencerminkan kondisi perusahaan secara lebih realistis. Dengan demikian, pemerintah maupun investor dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai kesehatan finansial perusahaan BUMN.
“Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,” ujar Rohan melalui keterangan tertulis, Kamis (5/3).
Mendorong Kualitas Laba Dan Kinerja Operasional
Selain memperbaiki tata kelola dan kualitas aset, Danantara juga berfokus pada peningkatan kualitas laba atau earnings quality dari perusahaan BUMN. Hal ini dilakukan dengan mendorong perusahaan pelat merah untuk meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan.
Dalam strategi tersebut, BUMN diharapkan mampu menjaga pertumbuhan EBITDA secara konsisten serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan belanja modal. Struktur permodalan perusahaan juga diharapkan tetap sehat agar mampu menopang ekspansi bisnis tanpa membebani kondisi keuangan perusahaan.
Danantara juga menekankan pentingnya optimalisasi berbagai indikator keuangan seperti return on assets (ROA), margin operasional, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Pengelolaan likuiditas juga diharapkan menjadi lebih konservatif dan terukur sehingga perusahaan dapat menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.
Pendekatan ini bertujuan agar pertumbuhan perusahaan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi benar-benar didukung oleh kinerja operasional yang kuat.
Orientasi Pada Nilai Ekonomi Dan Dividen Berkelanjutan
Dalam jangka panjang, pengelolaan BUMN akan diarahkan agar lebih berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi riil serta kontribusi yang berkelanjutan bagi negara. Hal ini berarti perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan semata, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Menurut Rohan Hafas, Danantara ingin memastikan bahwa setiap perusahaan pelat merah mampu menghasilkan pendapatan yang nyata serta memberikan kontribusi dividen yang stabil bagi negara.
“Fokus kami adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara. Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan langkah konsolidasi ini, Danantara berharap pengelolaan perusahaan negara menjadi lebih profesional, transparan, dan memiliki daya saing yang kuat di masa depan. Penataan ulang tata kelola serta penguatan fundamental diharapkan mampu menciptakan BUMN yang tidak hanya besar secara aset, tetapi juga sehat secara finansial dan mampu memberikan nilai tambah bagi negara