JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan peran strategis jajaran Dewan Pengurus Wilayah dalam menentukan arah partai ke depan.
Dalam pelantikan ratusan pengurus DPW PKB dari seluruh Indonesia, Cak Imin menekankan bahwa tugas utama pengurus daerah bukan sekadar memenangkan kontestasi politik, melainkan menyiapkan kader pemimpin yang mampu bekerja nyata bagi masyarakat.
Pelantikan 190 jajaran DPW PKB se-Indonesia itu digelar di kawasan Pecenongan, Jakarta, 3 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyampaikan pesan agar para pengurus baru memiliki orientasi jangka panjang dan tidak terjebak pada target elektoral semata.
“Pengurus baru ini ditugasi oleh partai bukan sekadar untuk memenangkan pemilu, tetapi melahirkan pemimpin-pemimpin legislatif dan eksekutif yang andal,” ujar Cak Imin usai acara pelantikan.
Tugas Strategis Pengurus Wilayah PKB
Cak Imin menjelaskan bahwa keberadaan DPW memiliki peran penting sebagai penggerak utama roda organisasi di daerah. Menurutnya, para pengurus wilayah harus mampu mengelola partai sekaligus memastikan seluruh kader bekerja sesuai dengan garis perjuangan PKB.
Ia mendorong DPW PKB untuk aktif mengawasi kinerja para anggota legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pengawasan tersebut dinilai penting agar seluruh wakil rakyat dari PKB benar-benar menjalankan amanat partai dan masyarakat.
“Termasuk mengelola, mengontrol, mengawasi seluruh DPR RI, DPRD di dapil masing-masing supaya sesuai dengan tujuan dan target PKB sehingga tugasnya berat, mengelola PKB sekaligus mengurusi dan melayani masyarakat,” tuturnya.
Menurut Cak Imin, fungsi pengawasan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga moral. Para pengurus wilayah diminta berani mengingatkan kader yang menyimpang dari nilai-nilai perjuangan partai maupun kepentingan rakyat.
Menjaga dan Merawat Basis Suara Partai
Selain penguatan struktur, Cak Imin menekankan pentingnya menjaga dan merawat basis suara PKB, khususnya di daerah. Ia meminta agar jajaran DPW tidak berpuas diri dengan capaian politik sebelumnya, melainkan terus bekerja agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Cak Imin menilai, cinta masyarakat terhadap partai tidak bisa dibangun secara instan. Diperlukan konsistensi dalam pelayanan dan pengabdian agar kehadiran PKB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.
“Dengan cara apa? Dengan cara tiada hari tanpa pengabdian, tiada hari tanpa pelayanan kepada masyarakat, sehingga kita sangat yakin dengan semangat melayani, mengabdi, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan maka PKB akan terus diterima dan dicintai masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa suara partai di daerah merupakan fondasi utama kekuatan nasional PKB. Oleh karena itu, pengurus wilayah diminta aktif menyapa konstituen, memahami persoalan lokal, serta hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Tantangan Kepemimpinan di Era Disrupsi
Dalam arahannya, Cak Imin turut menyinggung tantangan kepemimpinan di tengah era disrupsi yang ditandai dengan perubahan cepat di berbagai sektor. Ia mengingatkan para pengurus DPW agar tidak bersikap gegabah dalam mengambil keputusan politik maupun organisasi.
Menurut Cak Imin, perubahan zaman menuntut seluruh kader partai untuk terus belajar dan beradaptasi. Pola kerja lama yang tidak lagi relevan harus ditinggalkan agar PKB tetap mampu menjawab tantangan zaman.
“Semua orang harus belajar. Semua orang tidak bisa stuck atau jumud, harus belajar dan memperbaiki pola kerja. Istilahnya era disrupsi ini semua dituntut untuk belajar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan belajar dan berinovasi menjadi kunci bagi lahirnya pemimpin-pemimpin andal dari internal PKB. Para pengurus wilayah diharapkan mampu menciptakan ekosistem kaderisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Komposisi Kepengurusan dan Harapan Partai
Jajaran DPW PKB yang dilantik terdiri dari lima unsur kepengurusan, yakni Ketua Dewan Syuro DPW, Sekretaris Dewan Syuro DPW, Ketua DPW, Sekretaris DPW, serta Bendahara DPW. Kepengurusan tersebut berasal dari 38 daerah di seluruh Indonesia.
Cak Imin berharap, struktur kepengurusan yang lengkap ini dapat memperkuat konsolidasi partai hingga ke akar rumput. Dengan kerja kolektif dan kepemimpinan yang solid, PKB diharapkan mampu terus berkembang sebagai partai yang dekat dengan rakyat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan PKB ke depan tidak hanya diukur dari perolehan kursi, tetapi dari kualitas pemimpin yang dihasilkan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Pelantikan ratusan pengurus DPW ini menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi PKB di tingkat daerah. Dengan penekanan pada pelayanan, pembelajaran, dan kaderisasi, PKB menargetkan lahirnya pemimpin-pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berintegritas dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.