Olahraga

Pemerintah Revisi DBON Tetapkan 21 Cabang Olahraga Unggulan Fokus Prestasi Indonesia Menuju Olimpiade Dunia dan Ajang Global

Pemerintah Revisi DBON Tetapkan 21 Cabang Olahraga Unggulan Fokus Prestasi Indonesia Menuju Olimpiade Dunia dan Ajang Global
Pemerintah Revisi DBON Tetapkan 21 Cabang Olahraga Unggulan Fokus Prestasi Indonesia Menuju Olimpiade Dunia dan Ajang Global

JAKARTA - Arah pembinaan olahraga nasional Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi melakukan revisi terhadap Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan menetapkan 21 cabang olahraga unggulan yang akan menjadi fokus pembinaan jangka menengah dan panjang. Penetapan ini menjadi fondasi strategis dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di level regional hingga global, termasuk Olimpiade.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam Rapat Kerja Kemenpora bersama Komisi X DPR RI yang digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 January 2026. Revisi DBON ini disusun sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembinaan olahraga nasional lebih terarah, terukur, dan berorientasi prestasi dunia.

Melalui revisi tersebut, pemerintah menambah jumlah cabang olahraga unggulan dari sebelumnya 14 cabang menjadi 21 cabang. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas basis pembinaan atlet sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta olahraga internasional.

Arah Baru Desain Besar Olahraga Nasional

Erick Thohir menjelaskan bahwa DBON hasil revisi memuat 20 cabang olahraga unggulan yang diproyeksikan menuju Olimpiade, serta satu cabang olahraga yang masuk kategori Road to World Stage. Penetapan ini dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, mulai dari sejarah prestasi, tradisi olahraga di Indonesia, potensi capaian medali, hingga cerminan kekuatan dan karakter bangsa.

“Mayoritas merupakan cabor perorangan, bukan beregu. Ini ditujukan sebagai wujud kedigdayaan bangsa,” jelas Erick dalam rapat kerja tersebut.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi pembinaan, di mana cabang olahraga individu dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mendulang prestasi konsisten di ajang internasional, khususnya Olimpiade. Meski demikian, keberadaan cabang olahraga beregu seperti sepak bola tetap mendapatkan perhatian dalam skema besar pembinaan nasional.

Fokus Persiapan Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa 21 cabang olahraga unggulan ini akan dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Persiapan tersebut mencakup pembinaan atlet sejak dini, penguatan pelatih dan sport science, hingga dukungan kompetisi berjenjang yang berkelanjutan.

Namun sebelum mencapai Olimpiade, Kemenpora juga menyiapkan sejumlah ajang antara sebagai tolok ukur pencapaian. Beberapa agenda besar yang menjadi target antara tersebut meliputi SEA Games 2025 di Thailand, Asian Games 2026 di Jepang, serta SEA Games 2027 di Malaysia.

Ajang-ajang tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi kesiapan atlet sekaligus momentum untuk mengukur efektivitas pembinaan cabang olahraga unggulan yang telah ditetapkan.

Sistem Promosi dan Degradasi Cabor Unggulan

Meski telah ditetapkan sebagai cabang olahraga unggulan, Erick menegaskan bahwa status tersebut tidak bersifat permanen. Kemenpora akan tetap menerapkan sistem promosi dan degradasi berdasarkan capaian prestasi yang diraih masing-masing cabang olahraga.

Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala, dengan fokus utama pada hasil di Olimpiade 2028 dan Olimpiade 2032 mendatang. Cabang olahraga yang menunjukkan peningkatan prestasi berpeluang naik status, sementara yang mengalami penurunan dapat dikeluarkan dari daftar unggulan.

Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan iklim pembinaan yang kompetitif dan objektif, sekaligus memastikan bahwa alokasi sumber daya negara benar-benar diberikan kepada cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi terbaik.

Menunggu Perpres Baru Pengganti DBON Lama

Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021. Perpres DBON terbaru ini akan menyesuaikan cakupan cabang olahraga unggulan dari 14 menjadi 21 cabang.

Selain penambahan jumlah cabang, Perpres baru tersebut juga akan memuat mekanisme promosi dan degradasi yang lebih jelas serta terukur. Perpres DBON terbaru telah masuk dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Program Penyusunan Peraturan Presiden Tahun 2026.

“Tentu kami masih menunggu aturannya dari Presiden, karena nanti juga ada perbaikan DBON. Ini seperti juga bagaimana bangsa-bangsa lain mempromosikan olahraganya,” ujar Erick.

Pencak Silat Menuju Panggung Dunia

Sejalan dengan revisi DBON, Erick Thohir mengungkapkan bahwa pencak silat menjadi satu-satunya cabang olahraga yang masuk dalam kategori Road to World Stage. Cabang olahraga tradisional Indonesia ini disiapkan untuk menembus panggung dunia dengan target jangka panjang menjadi bagian dari cabang olahraga Olimpiade.

Pencak silat dinilai memiliki nilai historis, budaya, serta potensi global yang besar jika dipromosikan secara sistematis dan berkelanjutan. Erick mencontohkan bagaimana negara lain berhasil membawa olahraga tradisionalnya ke level dunia.

“Taekwondo dari Korea, Karate Jepang, dan lain-lain. Nah, kami mendorong nanti Pencak Silat menjadi salah satu yang untuk World Stage. Karena itu nanti DBON kami akan revisi sedikit, ya, salah satunya di bagian promosi degradasi,” ungkap Erick.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia melalui olahraga, sekaligus memperkuat identitas nasional di kancah internasional.

Fondasi Baru Prestasi Olahraga Nasional

Dengan ditetapkannya 21 cabang olahraga unggulan melalui revisi DBON, pemerintah berharap pembinaan olahraga nasional dapat berjalan lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan. Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga Indonesia, sekaligus mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk bersaing di panggung dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index