KULINER

Nikmati Cungkring Khas Bogor yang Kini Tersedia di Bandung

Nikmati Cungkring Khas Bogor yang Kini Tersedia di Bandung
Nikmati Cungkring Khas Bogor yang Kini Tersedia di Bandung

JAKARTA - Kota Bandung selalu menawarkan berbagai kuliner yang menggugah selera, terutama dengan cuaca yang sedang dingin seperti sekarang ini. 

Suhu yang menurun hingga mencapai 16 derajat Celsius pada Januari 2026 ini tentu semakin memicu keinginan untuk menikmati makanan yang hangat dan mengenyangkan. 

Jika biasanya sarapan di Bandung terdiri dari bubur ayam, kupat tahu, atau lontong sayur, kali ini Anda bisa mencoba sesuatu yang berbeda dan unik: cungkring.

Cungkring, kuliner khas yang sudah sangat dikenal di Bogor, kini hadir di Kota Bandung. Gerobak cungkring yang menjual hidangan ini bisa ditemukan di Jalan Sumbawa, tepat di persimpangan jalan menuju SMAN 5 Bandung, atau di seberang Balai Bahasa Jawa Barat. 

Cungkring yang disajikan di gerobak ini tak hanya menjadi pilihan kuliner baru bagi warga Bandung, tapi juga sudah menarik perhatian para food vlogger yang penasaran dengan rasa dan keunikannya.

Cungkring Khas Bogor: Sajian Penuh Rasa dan Keunikan

Cungkring memang tidak asing bagi banyak orang, terutama mereka yang pernah mengunjungi Bogor. Meski sekilas mirip dengan ketoprak atau kupat tahu, cungkring memiliki ciri khas tersendiri yang terletak pada bahan isiannya. 

Di gerobak cungkring milik Yopi, penjual cungkring yang ada di Bandung, Anda akan disajikan dengan lontong berbungkus daun pisang yang dipotong kecil-kecil dan disusun di atas piring anyaman beralas kertas nasi.

Kemudian, di atas lontong tersebut, ditambahkan potongan kikil sapi dan cungur (mulut sapi) yang telah direbus hingga empuk, serta goreng tempe yang renyah. Semua bahan ini kemudian disiram dengan bumbu kacang kental yang gurih. 

Untuk memperkaya rasa, Yopi menambahkan bawang goreng yang harum serta perasan jeruk nipis, memberikan sensasi segar pada hidangan ini. Bagi pencinta pedas, sambal bisa diminta secara terpisah sebagai pendamping.

Bumbu kacang yang digunakan di gerobak ini dibuat secara dadakan, sehingga rasanya lebih segar dan "juicy". Keunikan rasa cungkring ini membuatnya cocok bagi mereka yang sudah bosan dengan sajian sarapan atau makan siang yang itu-itu saja. 

Kombinasi antara kikil sapi, cungur sapi, dan tempe goreng menjadikan cungkring sebagai pilihan yang cukup mengenyangkan sekaligus memanjakan lidah.

Menelusuri Sejarah dan Perkembangan Cungkring di Bandung

Sebelum menjual cungkring, Yopi, pemilik gerobak, sudah lebih dulu berjualan lotek, karedok, dan gado-gado di Taman Musik sejak 2016. Seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk menambahkan menu baru, yaitu cungkring, yang kini menjadi salah satu menu andalan. 

Menurut Yopi, alasan ia memutuskan menambahkan cungkring adalah karena bumbu kacang yang digunakan pada lotek dan cungkring memiliki kesamaan. 

Selain itu, Yopi ingin memberikan variasi lebih banyak kepada pelanggannya, dengan menambahkan pilihan menu yang mengandung lebih banyak protein hewani.

Namun, Yopi juga menyesuaikan cita rasa cungkring dengan selera warga Bandung, salah satunya dengan menggunakan tempe kering lokal yang diproduksi di Bandung. 

Perbedaan utama antara cungkring yang dijual oleh Yopi dan cungkring asli dari Bogor terletak pada penggunaan tempe goreng. "Cungkring asli Bogor biasanya menggunakan tempe yang lebih lembut. Sementara saya memakai tempe goreng kering yang lebih renyah," kata Yopi. 

Dengan sentuhan lokal ini, ia berharap pelanggan di Bandung dapat menikmati cita rasa cungkring yang tetap autentik namun dengan sedikit variasi.

Keunikan Gerobak dan Kegiatan Yopi sebagai Pengusaha Kuliner

Selain rasa yang lezat, gerobak cungkring milik Yopi juga memiliki penampilan yang cukup nyentrik. Yopi mengenakan wearpack montir dengan tulisan "KULINER TRADISIONAL - INDONESIA - JALUNA" di bagian punggung. 

Di sana juga tertulis slogan-slogan menarik seperti "WE'RE A BROTHERFOOD - SUPPORT 1% TRADITIONAL LOCAL STREETFOOD" yang menunjukkan komitmennya terhadap kuliner tradisional Indonesia dan keberlanjutan usaha lokal.

Dalam setiap kesempatan, Yopi sering bercanda bahwa dirinya adalah "montir" yang bekerja di "bengkel perut". Sifatnya yang santai dan ramah ini memberikan kesan yang lebih personal bagi pelanggan. "Ya, pakai wearpack supaya beda, punya ciri khas bengkel perut," tuturnya sambil tertawa.

Usaha kuliner yang dijalani Yopi ini sebenarnya adalah babak baru dalam hidupnya setelah memutuskan berhenti dari dunia pertelevisian. 

Sebelumnya, Yopi bekerja sebagai operator pemancar di berbagai daerah, seperti Bandung, Cisarua, hingga Kolonel Masturi. Namun, karena ia tidak ingin dimutasi ke Jakarta, akhirnya ia memutuskan untuk resign dan fokus pada usaha kulinernya. 

Kini, setelah lebih dari setahun menjual cungkring di Bandung, Yopi merasa senang karena bisnisnya semakin berkembang dan banyak diminati oleh warga Bandung.

Cungkring: Pilihan Kuliner Baru yang Layak Dicoba

Bagi Anda yang ingin merasakan kuliner khas Bogor dengan sentuhan Bandung, cungkring milik Yopi adalah pilihan yang tepat. 

Selain rasa yang autentik dan penuh cita rasa, keberadaan cungkring di Bandung juga menambah kekayaan kuliner di Kota Kembang yang sudah terkenal dengan banyak sajian lezatnya. 

Jadi, jika sedang berada di Bandung dan ingin mencoba sesuatu yang baru, datanglah ke Jalan Sumbawa untuk menikmati hidangan ini. Jangan lupa untuk menikmati sambal pedas yang disediakan, agar rasa cungkring semakin lengkap!

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index