PIZZA HUT

Pizza Hut PZZA Optimistis Kinerja 2026 Tumbuh Lewati Tantangan

Pizza Hut PZZA Optimistis Kinerja 2026 Tumbuh Lewati Tantangan
Pizza Hut PZZA Optimistis Kinerja 2026 Tumbuh Lewati Tantangan

JAKARTA - Optimisme mulai terlihat dari langkah strategis yang disiapkan PT Sarimelati Kencana Tbk. selaku pengelola gerai Pizza Hut di Indonesia. 

Memasuki 2026, emiten berkode PZZA ini menatap tahun depan dengan keyakinan tinggi setelah berhasil membalikkan kondisi keuangan pada 2025, usai menghadapi periode penuh tekanan dalam beberapa tahun sebelumnya.

Di tengah tantangan daya beli masyarakat dan ketatnya persaingan industri makanan, manajemen Pizza Hut Indonesia menilai fondasi bisnis yang telah dibangun sepanjang 2025 menjadi modal kuat untuk mencetak pertumbuhan lebih baik pada 2026. 

Strategi penguatan operasional hingga inovasi produk diyakini mampu mendorong kinerja penjualan dan profitabilitas perusahaan.

Keyakinan Manajemen Menatap Kinerja 2026

Emiten pengelola Pizza Hut di Tanah Air, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), menunjukkan rasa percaya diri terhadap prospek kinerja perseroan pada 2026. 

Keyakinan ini muncul setelah perusahaan berhasil mencatatkan profit pada 2025, mengakhiri periode kerugian yang berlangsung sejak 2020 hingga 2024.

Corporate Secretary Pizza Hut Indonesia, Andromeda Hermawan Tristanto, menjelaskan bahwa keberhasilan membukukan laba menjadi faktor penting yang memperkuat optimisme manajemen. Menurutnya, kinerja penjualan dan profitabilitas pada 2026 diyakini akan meningkat secara signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Kami mempunyai kepercayaan diri tinggi bahwa penjualan dan profitabilitas perseroan pada 2026 akan lebih baik secara signifikan dibanding 2025,” ujar Andromeda.

Fokus Strategi Penguatan Operasional Perusahaan

Pada 2026, strategi PZZA akan difokuskan pada penguatan sistem operasional perusahaan secara menyeluruh. Langkah ini diterjemahkan ke dalam berbagai inisiatif yang mencakup implementasi teknologi, inovasi produk, serta kolaborasi dengan pihak luar.

Manajemen menilai bahwa penguatan operasional menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan sistem yang semakin solid, perusahaan optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbentuk sepanjang 2025.

Melalui strategi tersebut, PZZA menargetkan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 5,3%–5,4%.

 “Proyeksi kami, penjualan kami pada 2026 akan tumbuh lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai lanjutan dari momentum pertumbuhan yang telah kami bangun pada 2025,” tambah Andromeda.

Daya Saing Di Tengah Persaingan Industri Pizza

Kepercayaan diri Pizza Hut juga muncul di tengah semakin ketatnya persaingan bisnis pizza di Indonesia, seiring kemunculan sejumlah pemain baru. 

Namun demikian, manajemen menilai Pizza Hut masih memiliki keunggulan kompetitif yang kuat untuk bersaing di pasar nasional.

Andromeda menekankan bahwa kekuatan merek Pizza Hut yang telah lama dikenal masyarakat menjadi salah satu modal utama. Selain itu, skala operasional yang telah menjangkau tingkat nasional turut memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan.

PZZA juga memiliki portofolio multibrand dan multi format yang beragam, mulai dari Pizza Hut Ristorante, Pizza Hut Restaurant, hingga Pizza Hut Delivery (PHD). Diversifikasi ini memungkinkan perusahaan menjangkau berbagai segmen konsumen dengan kebutuhan dan preferensi yang berbeda.

Kinerja Keuangan Menguat Sepanjang 2025

Keberhasilan strategi yang dijalankan tercermin dari kinerja keuangan PZZA sepanjang 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,91 miliar per kuartal III/2025, berbalik arah dari kondisi rugi sebesar Rp96,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan, pencapaian laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan sebesar 11,17% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III/2025. Total penjualan tercatat mencapai Rp2,26 triliun, meningkat dibandingkan Rp2,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen usaha makanan menjadi kontributor utama dengan penjualan sebesar Rp2,13 triliun, tumbuh 12,14% YoY. Sementara itu, segmen usaha minuman mencatatkan penjualan Rp128,7 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 2,71% YoY. 

Dari sisi biaya, PZZA membukukan beban pokok penjualan sebesar Rp690,27 miliar pada kuartal III/2025, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp638,93 miliar. Laba bruto perusahaan pun naik 12,61% YoY menjadi Rp1,57 triliun hingga periode yang berakhir 30 September 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index