JAKARTA - Kementerian Kebudayaan membahas penguatan kerja sama budaya dengan Azerbaijan pada bidang sastra dan warisan budaya.
Pertemuan di Jakarta, menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan dua negara. Fokus utama adalah memperluas kerja sama melalui pertukaran kegiatan kebudayaan yang saling menguntungkan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia dan Azerbaijan memiliki kesamaan nilai budaya dan sejarah yang kuat.
Kesamaan ini membuka peluang besar untuk memperkuat dialog sastra serta kerjasama di bidang budaya. Fadli menyebutkan bahwa potensi kolaborasi sastra antara kedua negara harus dieksplorasi lebih lanjut.
Kedekatan budaya tersebut bukan hanya sebagai jembatan diplomasi, tetapi juga sebagai alat untuk memperdalam hubungan sosial antar masyarakat.
Dialog sastra menjadi pintu masuk untuk pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Hal ini dinilai penting agar kerja sama kebudayaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.
Potensi Kolaborasi Sastra yang Kaya Nilai Budaya
Salah satu potensi besar dalam kerja sama ini adalah kesamaan narasi sastra antara Azerbaijan dan Indonesia. Fadli Zon menyoroti kisah Layla Majnun dari Azerbaijan yang mirip dengan kisah Panji dari Indonesia. Kesamaan narasi ini dianggap bisa menjadi jembatan dialog sastra yang kaya makna.
Kerja sama ini membuka peluang pertukaran pengetahuan antara Museum of Literature di Azerbaijan dengan institusi serupa di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat lahir program bersama yang memperkaya khazanah budaya kedua negara. Pertukaran ini juga dapat memperluas wawasan masyarakat tentang nilai dan cerita tradisional yang dimiliki masing-masing.
Sastra menjadi media efektif untuk memperkuat rasa saling memahami dan menghargai warisan budaya. Kolaborasi ini berpeluang membawa dampak positif bagi pengembangan kebudayaan di kedua negara. Selain itu, kesamaan budaya ini dapat memperkuat identitas dan jati diri bangsa.
Upaya Pengakuan Warisan Budaya Takbenda di UNESCO
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan usulan untuk memperluas nominasi tradisi Iftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Tradisi Iftar telah terdaftar sejak 2023 melalui pengajuan bersama Azerbaijan, Iran, Türkiye, dan Uzbekistan. Indonesia berharap Azerbaijan dapat mendukung upaya perluasan nominasi ini.
Perluasan nominasi tradisi Iftar diharapkan menjadi bentuk kerja sama budaya yang lebih intensif antar negara. Selain itu, peluang untuk membuka nominasi bersama lainnya juga tengah dipertimbangkan. Dukungan Azerbaijan dianggap sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Fadli Zon menambahkan pentingnya penyelesaian nota kesepahaman (MoU) kerja sama kebudayaan. MoU ini menjadi dasar hukum untuk memperluas kerja sama dan penyelenggaraan kegiatan budaya secara timbal balik. Dengan dasar hukum ini, kegiatan budaya dapat berlangsung lebih lancar dan terorganisir.
Peran Indonesia di Organisasi Internasional Kebudayaan
Indonesia saat ini tengah berproses untuk kembali aktif dalam organisasi ISESCO. Menteri Kebudayaan menilai organisasi ini strategis sebagai wadah kerja sama negara-negara Islam. Peran aktif Indonesia diharapkan bisa memperkuat jejaring budaya di tingkat regional dan internasional.
ISESCO menjadi platform penting untuk kolaborasi kebudayaan antar negara anggota. Indonesia berharap dapat mengambil peran sentral dalam berbagai program budaya yang digagas organisasi tersebut. Melalui partisipasi aktif, Indonesia bisa semakin menguatkan posisi di panggung budaya dunia.
Keterlibatan dalam ISESCO juga membuka peluang untuk memperluas jejaring kerja sama bilateral dan multilateral. Dengan demikian, program kerja sama budaya Indonesia dapat berjalan sinergis dengan negara-negara sahabat lain. Ini sejalan dengan misi memperkaya dan memperluas budaya nasional di kancah global.
Tanggapan dan Harapan dari Azerbaijan
Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil A. Rzayev, menyatakan banyak kesamaan tradisi dan nilai sosial antara kedua negara. Meskipun jarak geografis jauh, masyarakat Azerbaijan dan Indonesia memiliki kesamaan yang kuat. Hal ini menjadi dasar untuk mempererat kerja sama kebudayaan yang lebih erat.
Minat masyarakat Azerbaijan terhadap kebudayaan Indonesia semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Berbagai pusat studi dan kegiatan budaya di Azerbaijan memperkuat pemahaman dan apresiasi terhadap Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk membangun kerja sama budaya yang lebih dalam.
Ramil A. Rzayev berharap Indonesia dapat mendukung penyelenggaraan Azerbaijan Cultural Days di Indonesia. Selain itu, ada rencana presentasi e-book berjudul "Karabakh Khanate" sebagai bagian dari promosi budaya.
Dukungan Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan pemahaman budaya kedua bangsa.