Rusia Kirim Nota Protes ke Jepang, Tuntut Rudal Typhon AS Ditarik dari Kyushu

Sabtu, 19 September 2026 | 13:49:00 WIB
Rusia Kirim Nota Protes ke Jepang, Tuntut Rudal Typhon AS Ditarik dari Kyushu

PORTALVIRAL.ID — Rusia mengirim nota protes resmi kepada Jepang pada 3 September terkait penempatan sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat di Pulau Kyushu. Moskow menilai kehadiran peluncur rudal itu sebagai ancaman langsung bagi keamanan nasionalnya dan stabilitas kawasan Asia Timur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan pihaknya menuntut Tokyo menghentikan penempatan sistem senjata tersebut. Pernyataan itu dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat, sebagaimana dikutip kantor berita setempat.

Menurut Zakharova, nota protes telah dikirim ke Pemerintah Jepang sejak 3 September. Langkah diplomatik itu diambil setelah Washington menempatkan peluncur rudal Typhon di wilayah barat daya Jepang.

Jarak Typhon ke Vladivostok Hanya 1.300 Kilometer

Pulau Kyushu berjarak sekitar 1.300 kilometer dari Kota Vladivostok, pusat armada Pasifik Rusia. Kedekatan posisi itu membuat Moskow menilai sistem Typhon berada dalam jangkauan strategis wilayahnya.

Angkatan Darat Amerika Serikat membawa sistem Typhon ke Pangkalan Udara Kanoya, Prefektur Kagoshima, pada Juni lalu. Penempatan awal dilakukan untuk latihan militer Valiant Shield.

Sistem yang sama tetap berada di lokasi tersebut untuk rangkaian latihan lain yang berlangsung bulan ini. Durasi penempatan menjadi salah satu alasan Rusia menilai praktik itu tidak dapat diterima.

Moskow Tolak Penempatan Meski Bersifat Sementara

Zakharova menegaskan Rusia menentang penempatan Typhon terlepas dari berapa lama sistem itu akan berada di Jepang. Menurutnya, kehadiran rudal jarak menengah di negara tetangga tetap melanggar keseimbangan keamanan regional.

"Pihak Jepang diminta untuk menghentikan praktik ini dan menarik sistem tersebut dari wilayahnya," ujar Zakharova dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pernyataan itu menegaskan posisi Moskow yang menolak segala bentuk penempatan rudal darat jarak menengah di kawasan Asia Timur. Rusia menganggap langkah tersebut sebagai perluasan infrastruktur militer AS di sekitar perbatasannya.

Latihan Gabungan AS-Jepang Jadi Latar Ketegangan

Penempatan Typhon di Kanoya berlangsung dalam rangkaian latihan militer gabungan AS dan Jepang. Latihan Valiant Shield pada Juni menjadi titik awal kehadiran sistem rudal tersebut di Prefektur Kagoshima.

Sejumlah latihan lanjutan masih menggunakan fasilitas yang sama hingga bulan ini. Jepang belum memberikan tanggapan resmi atas nota protes Rusia tersebut.

Ketegangan diplomatik antara Moskow dan Tokyo berpotensi mempengaruhi hubungan bilateral keduanya. Jepang sendiri merupakan sekutu utama AS di kawasan Asia Pasifik dengan perjanjian pertahanan yang sudah berjalan puluhan tahun.

Sistem Typhon mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal SM-6. Kehadirannya di Kyushu memperluas jangkauan serangan AS di kawasan, termasuk ke wilayah Rusia bagian timur.

Terkini