Prabowo Soroti Pihak Asing yang Ingin Indonesia Lemah dan Terpecah

Jumat, 18 September 2026 | 17:45:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti keberadaan sejumlah pihak yang menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang lemah.

"Kalau menurut saya, ya, tapi kan sekali lagi kan kami harus hati-hati karena semua berdasarkan bukti. Tapi, kalau saya sih, saya merasa ada," kata Prabowo, dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (18/9/2026).

Dia berpandangan, elemen-elemen asing tersebut memendam cita-cita agar Indonesia terfragmentasi dan terpecah-belah.

"Ya, ya ingin intinya ingin, ingin Indonesia tetap lemah. Karena ujungnya, impian mereka, Indonesia pecah. That is their eh dream," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kelompok-kelompok itu umumnya melancarkan manuver dengan pelbagai strategi, baik lewat jejaring media sosial maupun memicu kerusuhan.

Pasalnya, perkembangan teknologi di era modern sanggup menjadi pisau bermata dua lantaran mempercepat laju penyebaran informasi sekaligus peredaran hoaks.

Sasaran utama pihak-pihak asing tersebut ialah memunculkan rasa tidak puas serta melunturkan kepercayaan publik terhadap jajaran pemerintah.

"Jadi benar, cara mereka sekarang untuk mengadang Indonesia, yang saya lihat, ya tinggal itu. Bikin kerusuhan, ya. Main di sosmed, ya kan. Timbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya, ya," ucap dia.

Kondisi demikian ditujukan guna mengoreksi kenyataan lewat narasi bohong, hingga akhirnya masyarakat benar-benar memercayai kebohongan tersebut yang berujung pada melemahnya Indonesia.

Padahal, deretan lembaga dunia, salah satunya Goldman Sachs, menurut penjelasannya telah memprediksi Indonesia bakal menjelma sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia.

"Jadi, ada teori-teori propaganda ya. Kalau kebohongan diulangi-ulangi-ulangi terus, ah itu lama-lama orang yang sederhana, yang tidak punya akses, dia kira itu benar," kata dia.

Lantaran hal itu, Prabowo menggarisbawahi komitmennya untuk menantang dinamika tersebut demi membawa Indonesia menuju kemajuan.

Salah satu langkah konkritnya yakni menumpas praktik underinvoicing atau pemalsuan laporan keuangan.

"Nah, ini yang kami hadapi sekarang," tutur dia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan bahwa kontestasi geopolitik tergolong persaingan yang sangat kejam lantaran tidak mengenal kawan atau lawan yang abadi.

"Yang ada kepentingan abadi. Dan demi kepentingan, demi survival satu bangsa, mereka bersedia buat apa saja," ujar dia.

Prabowo pun mengutarakan rasa syukur sebab Indonesia dibekali fondasi yang kokoh hasil peninggalan para pendiri bangsa, yakni Pancasila.

"Mereka dari dulu, dari dulu kan, ingin Indonesia pecah. Alhamdulillah ya kami bersyukur pendiri-pendiri bangsa kami mewarisi kami satu bahasa, mewarisi kami ya kan, Pancasila, mewarisi kami Sumpah Pemuda. Jadi, ini saya kira yang masih merekat, Indonesia masih utuh. Itu mungkin yang mereka enggak duga ya," ujar dia.

Tags

Terkini