Laba Bank Mandiri Tembus Rp 37,48 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 15 September 2026 | 22:57:01 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil meraup laba bersih secara bank only senilai Rp 37,48 triliun hingga periode Agustus 2026.

Merujuk pada laporan keuangan per Agustus 2026, perolehan laba tersebut melesat 22,30 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lompatan performa laba Bank Mandiri ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih serta solidnya fungsi intermediasi perseroan.

Dari aspek intermediasi, Bank Mandiri mencatatkan total penyaluran kredit mencapai Rp 1.592,20 triliun per Agustus 2026.

Di saat bersamaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun berada di angka Rp 1.687,22 triliun. Komposisi DPK tersebut mencakup giro sebesar Rp 623,09 triliun, tabungan senilai Rp 562,69 triliun, serta deposito sebesar Rp 501,44 triliun.

Atas raihan tersebut, porsi dana murah atau current account savings account (CASA) Bank Mandiri yang bersumber dari giro dan tabungan terakumulasi sebesar Rp 1.185,78 triliun.

Menilik pos pendapatan, Bank Mandiri berhasil mengantongi pendapatan bunga senilai Rp 86,22 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan pendapatan bunga ini terkerek 6,52 persen yoy ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 80,94 triliun.

Pada kurun waktu yang sama, beban bunga Bank Mandiri turut merangkak naik 5,44 persen menjadi Rp 31,38 triliun dari semula Rp 29,76 triliun.

Atas capaian tersebut, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Mandiri terbukti solid menyentuh Rp 54,83 triliun.

Perolehan NII tersebut tumbuh 7,15 persen secara tahunan bila dibandingkan dengan posisi Agustus 2025 yang senilai Rp 51,17 triliun.

Di luar pendapatan bunga, Bank Mandiri juga mengumpulkan pendapatan dari komisi, provisi, dan fee administrasi sebesar Rp 15,53 triliun hingga Agustus 2026.

Sementara itu, akumulasi total aset Bank Mandiri telah menembus Rp 2.358,54 triliun. Jumlah aset tersebut antara lain mencakup kas sebesar Rp 22,73 triliun, penempatan pada Bank Indonesia senilai Rp 147,26 triliun, kepemilikan surat berharga sebesar Rp 241,83 triliun, serta aset keuangan lainnya senilai Rp 53,01 triliun.

Tags

Terkini