JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah mengawali sesi perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026), dengan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berikut merupakan rincian perkembangan kurs dolar AS yang dipatok oleh pihak BCA, BRI, Bank Mandiri, serta BNI pada hari ini.
Bersandarkan pada data indikator pasar, nilai rupiah dibuka merosot sedalam 93 poin atau setara 0,52 persen menuju ke posisi Rp17.952 per dolar AS. Pada momen yang berbarengan, indeks dolar AS (DXY) terpantau melorot tipis 0,05 persen mengarah ke level 101,56.
Kontras dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru berhasil menorehkan apresiasi. Nilai yen Jepang terpantau menguat 0,03 persen beriringan dengan mata uang rupee India yang naik 0,08 persen.
Sementara itu, ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing mengemas penguatan sebesar 0,52 persen dan 0,06 persen terhadap dolar AS.
Adapun Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah bakal melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini.
Dia memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.020 per dolar AS.
Berikut merupakan rincian perbandingan kurs jual dan beli dolar AS di lingkungan BCA, BRI, Mandiri, serta BNI pada hari ini, Kamis (25/6/2026):
Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pemantauan pukul 10.25 WIB menetapkan angka harga beli dolar AS senilai Rp17.930 serta harga jual senilai Rp17.950 merujuk pada ketentuan e-rate.
Sedangkan bersandarkan pada parameter TT counter, lembaga bank swasta terbesar di tanah air ini memasang angka beli dolar AS senilai Rp17.805 dan harga jual di posisi Rp18.080. Kemudian berdasarkan acuan bank notes, tingkat harga beli serta harga jual dolar AS masing-masing dipatok pada angka Rp17.805 dan Rp18.080.
Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) per periode 24 Juni 2026 mengesahkan patokan harga beli serta harga jual dolar AS masing-masing pada nominal Rp17.798 dan Rp18.000 untuk instrumen e-rate.
Sementara untuk acuan TT counter, bank milik pemerintah ini mematok angka harga beli senilai Rp17.800 per dolar AS beserta harga jual di posisi Rp18.100 per dolar AS.
Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pemantauan pukul 09.17 WIB mengesahkan nominal harga beli serta harga jual peruntukan special rate masing-masing di level Rp17.960 dan Rp17.990 per dolar AS.
Selanjutnya, korporasi perbankan dengan logo pita emas ini memasang angka harga beli dolar AS senilai Rp17.770 serta harga jual di posisi Rp18.070 untuk instrumen TT counter. Lalu mengacu pada ketentuan bank notes, Bank Mandiri menetapkan patokan harga beli senilai Rp17.770 per dolar AS, sedangkan untuk harga jual bertengger di angka Rp18.070 per dolar AS.
Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada pemantauan pukul 10.20 WIB mengesahkan angka harga beli dan jual dolar AS untuk instrumen special rates masing-masing pada nominal Rp17.922 dan Rp17.947.
Bersandarkan pada standar TT counter, BNI pada pukul 10.20 WIB tersebut mematok harga beli dolar AS senilai Rp17.850 serta harga jual di posisi Rp18.050. Untuk parameter bank notes, pihak BNI menetapkan nominal harga beli dolar AS sebesar Rp17.850 per dolar AS dan patokan harga jual senilai Rp18.050 per dolar AS.