JAKARTA - Menjaga ketersediaan energi nasional menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, terutama menjelang periode dengan kebutuhan energi yang meningkat seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, pemerintah terus memastikan infrastruktur energi domestik mampu beroperasi secara optimal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan keandalan operasional kilang minyak dalam negeri yang berperan penting dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM).
Kilang minyak tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan energi, tetapi juga menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam konteks ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan langsung ke salah satu fasilitas pengolahan energi penting di Sumatera. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan operasional kilang berjalan dengan baik sehingga kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Kilang Dumai Jadi Penopang Pasokan Energi Nasional
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan keandalan produksi bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai sebagai salah satu fondasi utama pasokan energi nasional.
Kepastian tersebut menjadi penting terutama untuk menjamin kebutuhan BBM di wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut) selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah (RAFI) serta di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kunjungan BPH Migas ke kilang tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto serta arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar operasional kilang domestik berjalan optimal dan tidak terdampak gejolak global.
Pemerintah menempatkan Kilang Dumai sebagai salah satu simpul strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan operasional kilang berada dalam kondisi optimal sehingga mampu mendukung kebutuhan BBM domestik.
“Dalam kunjungan lapangan, dipastikan RU II Dumai dalam kondisi yang optimal dapat memproduksi berbagai jenis BBM. Kami mengharapkan agar refinery ini terus dijaga keandalannya, sehingga dapat memenuhi produk-produk BBM untuk kebutuhan domestik. Secara khususnya untuk di Sumatera Bagian Utara,” ujar Fathul.
Kapasitas Kilang Dumai Dan Kontribusinya Secara Nasional
Pertamina Patra Niaga RU II Dumai merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan milik Pertamina.
Kilang tersebut memiliki kapasitas total 170.000 barrel per hari (bph). Kapasitas itu berasal dari Kilang Dumai sebesar 120.000 bph dan Kilang Sei Pakning sebesar 50.000 bph.
Dengan kapasitas tersebut, kilang ini menjadi salah satu penopang penting dalam memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Selain memproduksi gas oil seperti solar dan turunannya, kilang tersebut juga menghasilkan green avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Produk ini merupakan bagian dari upaya mendukung program transisi energi berkelanjutan. Produksi SAF dinilai menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan sektor energi nasional menghadapi tuntutan dekarbonisasi global.
Upaya Antisipasi Dampak Geopolitik Terhadap Pasokan BBM
Pemerintah melalui BPH Migas bersama Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan serta distribusi BBM domestik agar tetap aman dan lancar.
Keandalan operasional kilang dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan pasokan energi nasional tidak terganggu oleh dinamika geopolitik internasional, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dengan kondisi kilang yang tetap beroperasi optimal, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi dalam negeri tetap terjaga meskipun terdapat ketidakpastian pada pasar energi global.
Selain memastikan operasional berjalan baik, BPH Migas juga mendorong peningkatan kapasitas Kilang Dumai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Fathul menyebut, secara nasional Indonesia masih membutuhkan tambahan kapasitas pengolahan minyak agar mampu mencapai target swasembada BBM.
“Secara nasional, Indonesia perlu menambahkan sekitar 400.000 barrel per hari kapasitas kilang untuk mencapai total 1,6 juta barrel per hari, guna mendukung target swasembada penuh BBM, terutama jenis bensin (gasoline) dan solar. Kilang seperti Dumai ini masih memiliki lahan potensial untuk pengembangan lebih lanjut,” tutur Fathul.
Pemantauan Distribusi BBM Hingga Pelayanan SPBU
Dalam kesempatan tersebut, BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja kilang yang menjaga operasional tetap berjalan optimal.
“ Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina, khususnya di Kilang Dumai ini atas kinerja yang optimal dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat, serta tentunya bisa terus berkontribusi dalam memproduksi BBM untuk Indonesia,” kata Fathul.
Dalam kunjungan tersebut, Fathul didampingi oleh General Manager Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Iwan Kurniawan.
Selain meninjau operasional kilang, BPH Migas juga melakukan pengecekan pelayanan dan penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Dumai.
Pemantauan dilakukan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG) untuk memastikan ketersediaan stok BBM. Hasil pemantauan menunjukkan stok solar maupun gasoline, termasuk pertalite, berada dalam kondisi aman.
Pemerintah bersama Pertamina Group, termasuk Pertamina Patra Niaga, juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi lonjakan kebutuhan BBM selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Jadi penyaluran dan pelayanan BBM untuk masyarakat dari Pertamina dipastikan aman dan lancar,” pungkas Fathul.
Senada dengan BPH Migas, Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga Wilson Eddi Wijaya memastikan pasokan dan distribusi BBM tetap terjaga.
Ia mengatakan kualitas produk juga dipastikan memenuhi standar melalui pengecekan rutin setiap hari. Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga di wilayah Dumai.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan dampak positif baik secara psikologis maupun operasional di lapangan karena masyarakat memperoleh informasi langsung mengenai kondisi distribusi energi.
Ia menilai pemantauan tersebut juga memastikan pendistribusian BBM berjalan tepat sasaran serta mendukung keandalan sarana dan fasilitas kilang.
Dengan adanya pemantauan langsung dari pemerintah dan Pertamina, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama periode Ramadan dan Idul Fitri.