5 Cara Mengatasi Sembelit Selama Puasa Agar Pencernaan Lancar

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:04:45 WIB
5 Cara Mengatasi Sembelit Selama Puasa Agar Pencernaan Lancar

JAKARTA - Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, banyak orang yang merasa kesulitan buang air besar (BAB). Kondisi ini bisa sangat mengganggu kenyamanan tubuh dan mempengaruhi kualitas puasa. 

Jika Anda juga mengalaminya, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Namun, jangan khawatir, ada cara yang efektif untuk mengatasinya agar pencernaan tetap lancar selama puasa.

Puasa memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan, terutama jika dilakukan dengan pola yang benar. Namun, perubahan pola makan yang terjadi selama bulan Ramadan dapat memengaruhi sistem pencernaan dan berpotensi menyebabkan sembelit.

1. Kekurangan Cairan Menjadi Faktor Utama

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan cairan yang berujung pada sembelit. 

Tubuh memerlukan air yang cukup agar pencernaan dapat berjalan dengan lancar, dan kurangnya cairan dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

2. Kurangnya Asupan Serat yang Cukup

Selain kekurangan cairan, kurangnya konsumsi serat juga dapat memperburuk kondisi sembelit. Serat berperan penting dalam membantu melancarkan pencernaan dan menjaga pergerakan usus tetap teratur. Tanpa serat yang cukup, makanan yang dicerna bisa menumpuk dan memperlambat proses buang air besar.

3. Perubahan Pola Makan Berisiko Ganggu Pencernaan

Pola makan yang tidak seimbang juga dapat memperburuk masalah sembelit saat puasa. Sering kali, kebiasaan berbuka dengan makanan tinggi lemak, gorengan, atau minuman manis justru memperlambat proses pencernaan. Makanan tersebut dapat memperberat kerja sistem pencernaan dan memperburuk sembelit.

Cara Mengatasi Sembelit Selama Puasa

Mengatasi sembelit selama puasa bukanlah hal yang sulit. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu melancarkan pencernaan, sehingga puasa bisa dijalani dengan nyaman.

1. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Bijak

Salah satu langkah pertama yang dapat diambil untuk mencegah sembelit adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selama puasa, tubuh cenderung kekurangan cairan, terutama saat berpuasa dalam jangka waktu yang panjang. 

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi cukup air setelah berbuka dan saat sahur. Selain air, Anda juga bisa mengonsumsi minuman elektrolit rendah gula untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Namun, sebaiknya hindari minuman berkafein atau minuman manis yang berlebihan karena dapat memicu dehidrasi. Sebagai gantinya, minum air putih secara bertahap sepanjang malam hingga sahur dapat membantu tubuh terhidrasi dengan baik.

2. Perbanyak Asupan Serat dari Sayur dan Buah

Serat sangat penting untuk menjaga pencernaan tetap lancar. Makanan yang kaya akan serat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, bisa membantu melunakkan feses dan memperlancar BAB. 

Anda bisa menambahkan sayuran segar dalam menu sahur dan berbuka atau mengonsumsi buah seperti pisang, apel, dan pir yang kaya serat. Roti gandum juga menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan roti putih, karena kandungan seratnya lebih tinggi.

3. Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Setelah berpuasa seharian, sering kali nafsu makan meningkat dan kita tergoda untuk makan dalam porsi besar sekaligus. Namun, kebiasaan ini justru bisa memperlambat proses pencernaan dan membuat tubuh merasa lemas. 

Makanlah secara perlahan dan bertahap, dimulai dengan makanan ringan seperti kurma atau sup, sebelum melanjutkan dengan porsi utama yang lebih berat. Hal ini memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan lebih baik.

4. Kurangi Konsumsi Makanan Berlemak dan Gorengan

Makanan yang tinggi lemak, terutama gorengan, dapat memperberat kerja pencernaan dan membuat perut terasa kembung. Makanan tersebut juga memperlambat pengosongan lambung, yang bisa menyebabkan sembelit. Pilihlah makanan yang dipanggang atau direbus sebagai alternatif yang lebih sehat. Sayur-sayuran segar atau sup kaldu yang kaya akan air dan serat akan jauh lebih bermanfaat untuk pencernaan.

5. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan

Selain menjaga pola makan, tetap menjaga aktivitas fisik juga penting untuk melancarkan pencernaan. Berjalan kaki setelah berbuka dapat membantu merangsang pergerakan usus dan memperlancar proses pencernaan. Aktivitas fisik ringan dapat merangsang sistem pencernaan bekerja lebih efektif, sehingga sembelit bisa dicegah.

Jaga Keseimbangan Pola Makan untuk Pencernaan Sehat

Penting untuk diingat bahwa kunci utama dalam menjaga kesehatan pencernaan selama puasa adalah keseimbangan. Penuhi asupan cairan yang cukup, konsumsi makanan kaya serat, hindari makanan berlemak dan gorengan, serta makanlah secara perlahan. Dengan pola makan yang tepat dan teratur, masalah sembelit dapat dihindari, dan Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan sehat.

Puasa memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari membantu menurunkan berat badan hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, untuk meraih manfaat tersebut, menjaga kesehatan pencernaan selama puasa sangatlah penting. Dengan memperhatikan asupan makanan dan cairan yang tepat, serta menjaga aktivitas fisik, sembelit yang sering muncul selama puasa bisa dihindari.

Terkini