Polisi Tingkatkan Pengamanan Tempat Hiburan Malam Jelang Ramadan 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 13:39:51 WIB
Polisi Tingkatkan Pengamanan Tempat Hiburan Malam Jelang Ramadan 2026

JAKARTA - Jelang bulan suci Ramadan 2026, Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama ibadah puasa. 

Salah satu langkah utama adalah pengamanan ketat terhadap tempat hiburan malam, yang akan diawasi secara intensif untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. 

Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan bahwa umat Muslim dapat menjalankan ibadah mereka tanpa gangguan dari aktivitas yang berpotensi mengganggu suasana Ramadan.

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pengamanan ini akan melibatkan anggota yang terlibat dalam Satgas Anti Tawuran, yang bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di beberapa titik sensitif, terutama di lokasi-lokasi hiburan malam. 

Ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaga ketenangan selama Ramadan, sebuah bulan yang sangat dihormati dalam kalender Islam.

Patroli Intensif di Berbagai Wilayah

Sebagai bagian dari pengamanan, Polda Metro Jaya akan melaksanakan patroli secara besar-besaran di seluruh wilayah yang dianggap rawan. 

Operasi ini akan mencakup patroli di berbagai skala, mulai dari skala besar yang melibatkan banyak personel, hingga patroli skala kecil yang lebih terfokus di titik-titik tertentu. 

Dalam kegiatan ini, Polda Metro Jaya tidak hanya melibatkan anggota Polri dari Polres jajaran, tetapi juga akan berkoordinasi dengan unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Apel gabungan Satkamtibmas yang akan dilaksanakan di Monas pada Sabtu, 14 Februari 2026, menjadi bagian dari persiapan kami untuk mengamankan berbagai potensi kerawanan yang bisa terjadi selama bulan suci Ramadan," ujar Kombes Budi dalam keterangannya. 

Dengan kehadiran pihak keamanan yang tersebar di berbagai titik, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan tanpa gangguan yang berasal dari aktivitas malam hari.

Keberhasilan Operasi Pekat Jaya 2026

Sebelum memasuki bulan Ramadan, Polda Metro Jaya telah melaksanakan Operasi Pekat Jaya 2026 untuk menekan potensi kejahatan dan gangguan ketertiban masyarakat yang biasa muncul di awal tahun. Operasi ini berlangsung selama 15 hari, dari 28 Januari hingga 11 Februari 2026. 

Dalam operasi ini, polisi berhasil mengungkap 1.160 kasus kriminal, dengan rincian 937 orang diamankan dalam operasi tersebut. Sebanyak 603 orang lainnya berhasil diamankan dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti yang menunjukkan keberhasilan mereka dalam menanggulangi berbagai jenis kejahatan. 

Barang bukti yang diamankan antara lain puluhan celurit, senjata api ilegal, obat-obatan terlarang, minuman keras ilegal, serta petasan. Polisi juga berhasil menyita barang bukti narkoba yang cukup besar, termasuk 11,4 kilogram sabu dan lebih dari 40 ribu gram ganja.

Menjaga Keamanan dan Ketertiban Menjelang Ramadan

Menurut Kombes Budi, keberhasilan dalam Operasi Pekat Jaya 2026 ini mencerminkan komitmen Polri untuk menjaga ketertiban menjelang bulan suci Ramadan. 

"Kami ingin memastikan bahwa situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif, terutama saat umat Muslim menjalani ibadah puasa. Keamanan dan kenyamanan mereka saat menjalankan ibadah adalah prioritas utama kami," tegas Budi.

Selama bulan Ramadan, kepolisian juga akan terus memantau aktivitas yang berpotensi merusak ketertiban umum, seperti tawuran antar kelompok atau pelanggaran lainnya di tempat-tempat hiburan malam.

 Polda Metro Jaya memastikan bahwa seluruh aparat keamanan siap untuk merespons berbagai potensi gangguan dengan cepat, guna menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan suci tersebut.

Meningkatkan Pengawasan Selama Ramadan

Selain pengamanan di tempat hiburan malam, Polda Metro Jaya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap potensi kejahatan jalanan dan gangguan sosial lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum selama Ramadan. 

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan patroli rutin, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan fokus.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan saling menghormati dalam beraktivitas selama bulan puasa. 

"Kami harap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga situasi yang aman dan damai, agar semua orang bisa menjalani bulan suci Ramadan dengan penuh kedamaian dan keberkahan," tambah Kombes Budi.

Keamanan dan Ketertiban Jadi Fokus Utama Polri

Dalam masa persiapan menuju Ramadan, Polda Metro Jaya terus mengedepankan keamanan sebagai aspek yang tak terpisahkan dari proses ibadah umat Islam. Polisi berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan fisik tetapi juga mendukung terciptanya suasana yang kondusif bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadahnya. 

Dengan berbagai langkah yang diambil, diharapkan bulan Ramadan ini dapat menjadi momentum yang penuh makna dan kedamaian bagi seluruh umat.

Dengan berlanjutnya pengawasan yang ketat dan operasi kepolisian yang terus berjalan, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga Jakarta, sekaligus mendukung kelancaran ibadah puasa umat Muslim selama Ramadan. 

Polri juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap aspek kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan lancar, damai, dan penuh berkah.

Terkini