Garudafood Percepat Digitalisasi UMKM Perempuan Lewat Program Berkelanjutan

Jumat, 06 Februari 2026 | 12:19:05 WIB
Garudafood Percepat Digitalisasi UMKM Perempuan Lewat Program Berkelanjutan

JAKARTA - Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan terus mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Di tengah tantangan transformasi digital dan persaingan usaha yang semakin ketat, peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang. 

Inilah yang menjadi fokus PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dalam memperkuat peran UMKM perempuan melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

Melalui workshop peningkatan kapasitas di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Garudafood menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi adaptasi dan daya saing UMKM perempuan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kampung Wirausaha Garudafood yang telah berjalan sejak 2017. 

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem usaha perempuan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Garudafood menilai bahwa penguatan UMKM perempuan tidak cukup dilakukan secara parsial. Pendampingan yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha menjadi fondasi penting agar UMKM dapat naik kelas dan memiliki daya saing jangka panjang.

Pendampingan Menyeluruh Untuk UMKM Binaan

Komitmen Garudafood dalam pemberdayaan UMKM perempuan diwujudkan melalui pendampingan intensif yang melibatkan tenaga ahli dan mitra strategis. 

Program Kampung Wirausaha Garudafood tidak hanya menghadirkan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga membuka akses pasar, permodalan, dan jejaring usaha yang lebih luas.

“Pemberdayaan UMKM binaan agar adaptif dan kompetitif menjadi prioritas kami. Bersama tenaga ahli mitra Garudafood, selama ini kami memberikan pendampingan intensif, pelatihan kewirausahaan, akses pasar, hingga permodalan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem UMKM perempuan yang tangguh,” ujar Dian Astriana.

Workshop di Garut ini dilaksanakan bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli dan diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Para peserta mendapatkan materi langsung dari narasumber ahli dan praktisi bisnis, sekaligus kesempatan untuk membangun jejaring usaha antarpelaku UMKM.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha berprestasi sebagai bentuk motivasi agar peserta terus meningkatkan kualitas dan skala usahanya.

Tantangan UMKM Perempuan Masih Signifikan

Dian menilai pemberdayaan UMKM perempuan menjadi semakin relevan jika melihat kondisi global dan nasional. Data United Nations Women menunjukkan bahwa satu dari tiga perempuan di dunia merupakan pelaku usaha mikro. Di Indonesia sendiri, sekitar 64,5 persen UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan.

Meski memiliki kontribusi besar, UMKM perempuan masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Keterbatasan akses terhadap pelatihan, rendahnya literasi digital, serta kendala permodalan menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha. Kondisi tersebut kerap membuat pelaku usaha perempuan sulit meningkatkan skala dan daya saing produknya.

Melalui Kampung Wirausaha Garudafood, perusahaan berupaya memperluas akses sumber daya dan pengembangan kapasitas, khususnya bagi UMKM ultra mikro yang dikelola oleh ibu rumah tangga. 

Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan keterampilan manajerial yang memadai.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup keterampilan penjualan, strategi pemasaran, manajemen risiko, literasi keuangan, hingga digitalisasi usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan riil UMKM perempuan di lapangan.

Akselerasi Digital Dan Dampak Nyata Program

Memasuki 2026, Garudafood juga akan mengakselerasi transformasi digital bagi anggota program Kampung Wirausaha melalui dukungan kasir digital. 

Inisiatif ini dijalankan bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi transaksi, literasi digital, dan daya saing UMKM binaan di era ekonomi digital.

Digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis agar UMKM perempuan mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan sistem perdagangan yang semakin berbasis teknologi. Dengan dukungan kasir digital, pelaku usaha diharapkan dapat mengelola transaksi secara lebih rapi, transparan, dan profesional.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu pelaku UMKM binaan, Anisa Hasanah dari Bandung, mengaku mengalami perubahan signifikan setelah mengikuti pendampingan usaha dari Garudafood.

“Saya yang awalnya ragu bisa berbisnis, kini punya usaha yang berkembang pesat berkat pendampingan intensif dari tim Garudafood. Kini saya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, sekaligus menyalurkan passion berwirausaha,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2017, program Kampung Wirausaha Garudafood telah menjangkau lebih dari 600 pelaku usaha di berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Gresik, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, hingga Sukabumi. 

Garudafood menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dan pengembangan program pemberdayaan UMKM perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Terkini

Red Rocks Dinobatkan Sebagai Venue Konser Terindah Dunia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:53 WIB

5 Rekomendasi Jenis Susu Paling Sehat Menurut Ahli Gizi

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:51 WIB

7 Makanan Alami Efektif Menahan Rasa Lapar Lebih Lama

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:45 WIB

Salmon Dan Kembung Mana Lebih Unggul Kandungan Nutrisinya

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:41 WIB