JAKARTA - Memanggang ayam utuh di oven adalah teknik memasak yang tampaknya sederhana, namun sering kali menimbulkan masalah bagi mereka yang belum berpengalaman.
Daging ayam bisa saja menjadi kering, bagian dalam tidak matang sempurna, atau kulitnya tidak garing sebagaimana yang diinginkan. Semua itu biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap tahapan yang tepat dalam memanggang ayam.
Namun, dengan teknik yang benar, ayam panggang bisa dihasilkan dengan kualitas yang setara dengan restoran. Kunci utama untuk mendapatkan ayam yang matang merata, tetap juicy, dan kulitnya renyah terletak pada persiapan bahan, pengaturan suhu oven, serta pemilihan waktu memanggang yang sesuai dengan ukuran ayam yang digunakan.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memanggang ayam utuh di oven yang bisa diikuti siapa saja, bahkan oleh pemula sekalipun.
Memilih Ayam Utuh dengan Berat Ideal
Langkah pertama dalam proses pemanggangan ayam adalah memilih ayam utuh yang tepat. Pilihlah ayam dengan berat antara 1,5 hingga 2,5 kilogram.
Ukuran ayam ini akan memungkinkan panas untuk meresap dengan merata hingga ke bagian dalam ayam, tanpa membuat bagian luar ayam matang terlalu cepat dan menjadi kering.
Jika memungkinkan, pilihlah ayam segar daripada ayam beku. Namun, jika hanya ayam beku yang tersedia, pastikan ayam tersebut dicairkan dengan cara yang benar.
Pencairan sebaiknya dilakukan di dalam lemari pendingin selama 24 jam untuk menjaga kualitas daging dan mencegah kontaminasi bakteri. Setelah dicairkan, keringkan ayam dengan menggunakan tisu dapur untuk menghilangkan sisa-sisa air. Kulit ayam yang kering sangat penting untuk menghasilkan tekstur yang renyah saat dipanggang.
Proses Pembersihan dan Persiapan Sebelum Dibumbui
Sebelum ayam dibumbui, pastikan ayam yang sudah dibersihkan benar-benar tidak menyisakan air, terutama di bagian rongga tubuh ayam. Keberadaan air yang tertinggal akan menghambat proses pemanggangan dan memperlambat terbentuknya warna kecokelatan yang cantik pada kulit ayam.
Pada tahap ini, ada baiknya untuk melipat sayap ayam ke bawah tubuhnya agar tidak cepat gosong. Langkah kecil ini akan memastikan ayam matang lebih merata saat dipanggang di oven. Memastikan ayam dalam kondisi siap dan bersih adalah fondasi penting agar tahapan berikutnya berjalan dengan lancar.
Pembumbuan yang Tepat untuk Menciptakan Rasa yang Menggugah
Setelah ayam dipastikan kering dan siap dipanggang, saatnya untuk memberikan bumbu. Bumbu dasar yang harus digunakan adalah garam dan lada, yang harus diaplikasikan pada seluruh permukaan ayam, baik bagian luar maupun rongga tubuh ayam. Hal ini akan memberi rasa dasar yang merata pada seluruh bagian ayam.
Untuk memperkaya rasa, tambahkan bumbu-bumbu lain seperti bubuk bawang putih, bubuk bawang Bombay, paprika, serta irisan lemon atau herba segar seperti rosemary atau thyme di dalam rongga ayam. Bumbu-bumbu ini akan memberikan aroma yang menggugah selama proses pemanggangan.
Jangan lupa untuk melumuri ayam dengan minyak atau mentega cair agar panas dapat tersebar lebih merata dan kulit ayam lebih cepat kecoklatan.
Pemanasan Oven dan Pengaturan Suhu yang Tepat
Sebelum ayam dimasukkan ke dalam oven, sangat penting untuk melakukan pemanasan oven terlebih dahulu. Suhu oven yang optimal saat memulai pemanggangan adalah sekitar 220 derajat Celsius. Suhu tinggi di tahap awal ini sangat penting untuk mengencangkan kulit ayam dan memberi warna keemasan yang cantik.
Tanpa pemanasan oven, risiko ayam tidak matang merata sangat tinggi, karena oven baru akan mencapai suhu optimal setelah ayam dimasukkan. Sebaiknya, pemanasan dilakukan setidaknya 10-15 menit sebelum ayam dipanggang, untuk memastikan oven siap bekerja pada suhu yang tepat.
Proses Memanggang Bertahap untuk Kematangan Merata
Setelah memasukkan ayam ke dalam oven yang telah dipanaskan, panggang ayam pada suhu tinggi (220 derajat Celsius) selama 15-20 menit pertama.
Proses ini bertujuan untuk menciptakan lapisan kulit yang garing dan berwarna keemasan. Setelah itu, turunkan suhu oven menjadi sekitar 190–200 derajat Celsius untuk melanjutkan proses pemanggangan secara perlahan.
Pada suhu ini, bagian dalam ayam akan matang dengan sempurna tanpa mengorbankan kelembapan kulit ayam. Posisi ayam yang tepat adalah dengan dada menghadap ke atas di rak tengah oven, sedangkan loyang yang diletakkan di bawah ayam akan menampung lelehan lemak.
Selama pemanggangan, ayam bisa diolesi dengan lelehan mentega atau cairan panggangan setiap 25-30 menit untuk menjaga kelembapan dan meningkatkan warna kulit.
Menyemak Kematangan dengan Tepat
Menentukan kematangan ayam tidak hanya bisa dilihat dari warna kulitnya yang keemasan. Bagian dalam, terutama paha dan dada, harus mencapai suhu yang aman untuk dikonsumsi.
Gunakan termometer daging untuk mengukur suhu bagian terdalam ayam. Suhu ideal untuk ayam matang adalah sekitar 75 derajat Celsius.
Jika tidak memiliki termometer, Anda bisa memeriksa kematangan dengan menusukkan tusuk gigi atau garpu ke bagian terdalam ayam. Jika cairan yang keluar bening, itu berarti ayam sudah matang. Namun, jika cairan yang keluar berwarna merah, ayam masih membutuhkan waktu lebih lama di dalam oven.
Pentingnya Waktu Istirahat Setelah Dipanggang
Setelah ayam matang dan dikeluarkan dari oven, jangan langsung dipotong. Biarkan ayam "istirahat" selama 10-15 menit. Tahapan ini penting agar cairan di dalam daging bisa tersebar merata kembali. Jika ayam dipotong langsung, cairan yang ada di dalam daging akan keluar, membuat ayam terasa kering.
Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, Anda akan mendapatkan ayam panggang yang lebih juicy dan lembut. Proses ini adalah tahap akhir yang sering terabaikan, padahal sangat penting untuk mendapatkan hasil yang sempurna.