JTT Tingkatkan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek Hadapi Cuaca

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:25:04 WIB
JTT Tingkatkan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek Hadapi Cuaca

JAKARTA - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengambil langkah proaktif dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dengan mengintensifkan pemeliharaan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang disertai curah hujan tinggi sepanjang Januari 2026. 

Fokus utama perusahaan adalah memastikan perkerasan jalan tetap kuat dan lalu lintas tetap lancar meski hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.

VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa air hujan yang masuk ke pori-pori aspal dapat melemahkan ikatan antar material perkerasan. 

Kondisi ini, bila dikombinasikan dengan volume lalu lintas yang tinggi, berpotensi mempercepat kerusakan permukaan jalan. Oleh karena itu, pemantauan intensif dan penanganan cepat di titik-titik rawan menjadi prioritas perusahaan.

Kesiapsiagaan Operasional di Jalan Tol

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, JTT menyiagakan 12 tim pekerja yang terbagi rata di jalur A (arah Cikampek) dan jalur B (arah Jakarta), masing-masing enam tim. 

Seluruh tim bekerja selama 24 jam untuk memantau kondisi jalan dan melakukan perbaikan cepat ketika dibutuhkan. Pendekatan ini menekankan keselamatan pengendara sekaligus kelancaran arus lalu lintas di tengah cuaca ekstrem.

Langkah ini juga meliputi pekerjaan pemeliharaan bertahap yang dimulai pada Sabtu, 24 Januari 2026. Jalur arah Cikampek ditangani pada rentang Km 6+700 hingga Km 62+500, sedangkan jalur arah Jakarta diperbaiki pada Km 19+050 hingga Km 71+500. 

Dengan penanganan terukur pada titik-titik yang rawan kerusakan, kualitas perkerasan tol tetap terjaga meskipun hujan deras berlangsung terus-menerus.

Pemeliharaan Drainase dan Pencegahan Genangan

Selain perbaikan perkerasan, JTT juga fokus pada optimalisasi sistem drainase sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek. Beberapa titik yang mendapat perhatian khusus antara lain Km 9 B, Km 31, Km 32 A, dan Km 34 B. 

Pekerjaan mencakup pembersihan saluran air, pengangkatan sedimentasi, serta memastikan aliran air berjalan optimal. Hal ini bertujuan mencegah genangan yang dapat mengganggu keselamatan pengendara, terutama saat curah hujan tinggi.

Ria Marlinda Paallo menegaskan bahwa pemeliharaan jalan tol di tengah cuaca ekstrem tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif. 

Salah satu langkah preventif adalah pemantauan beban kendaraan menggunakan teknologi Weight In Motion (WIM). Sistem ini dikembangkan secara bertahap di ruas-ruas strategis untuk memastikan bahwa jalan tol mampu menahan beban lalu lintas tanpa cepat rusak.

Informasi dan Keselamatan Pengguna Jalan

Untuk menjaga komunikasi dengan pengguna jalan, JTT aktif menyebarkan informasi terkait pekerjaan pemeliharaan. 

Pengendara dapat melihat pemberitahuan melalui spanduk imbauan di lokasi pekerjaan serta Dynamic Message Sign (DMS) di kedua arah tol Jakarta-Cikampek. Informasi ini membantu pengendara menyesuaikan waktu perjalanan dan tetap aman selama proses pemeliharaan berlangsung.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pemeliharaan. Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” ujar Ria. 

Upaya ini mencerminkan komitmen JTT dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan andal, sekaligus menjaga keberlanjutan kualitas infrastruktur jalan tol di tengah kondisi cuaca yang menantang.

Dengan pemeliharaan yang terencana dan sistematis, JTT menunjukkan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama. Perbaikan perkerasan, drainase, pemantauan beban kendaraan, dan penyampaian informasi secara aktif menjadi strategi holistik untuk menghadapi cuaca ekstrem, sehingga pengendara tetap dapat melintasi Tol Jakarta-Cikampek dengan aman dan nyaman.

Terkini