Penjelasan Ahli Gizi Mengenai Pentingnya Asupan Lemak Sehat

Jumat, 23 Januari 2026 | 13:00:44 WIB
Penjelasan Ahli Gizi Mengenai Pentingnya Asupan Lemak Sehat

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang yang cenderung menghindari konsumsi lemak karena takut berdampak buruk bagi kesehatan dan berat badan.

 Padahal, anggapan bahwa semua lemak itu buruk sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Beberapa jenis lemak justru memiliki manfaat penting bagi tubuh kita.

 Artikel ini akan membahas jenis-jenis lemak yang sebaiknya dikonsumsi dan cara mengonsumsinya yang tepat, berdasarkan penjelasan dari ahli gizi.

Lemak: Elemen Penting yang Dibutuhkan Tubuh

Secara umum, lemak sering dianggap sebagai musuh bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Namun, ahli gizi, Inge Permadi, menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan lemak setiap hari. Lemak berfungsi sebagai sumber energi, pelindung organ vital, serta mendukung fungsi otak dan sistem saraf.

Inge menambahkan, asupan lemak yang disarankan sebenarnya sekitar 30 persen dari total kebutuhan kalori harian. Dengan kata lain, lemak tetap diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Meski demikian, yang perlu diperhatikan bukanlah jumlah lemak yang dikonsumsi, melainkan jenis lemak dan cara pengolahannya.

Jenis Lemak yang Perlu Dibatasi

Lemak memang penting bagi tubuh, tetapi tidak semua lemak baik untuk kesehatan. Ada jenis lemak yang harus dibatasi konsumsinya karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Inge mengungkapkan bahwa lemak yang perlu dibatasi adalah lemak yang berasal dari makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh.

Makanan yang mengandung lemak jenuh ini banyak ditemukan pada makanan yang digoreng berlebihan, santan kental, kulit ayam, jeroan, gajih, kerupuk kulit, dan bahkan kuning telur jika dikonsumsi secara berlebihan. Semua jenis makanan ini mengandung kolesterol yang dapat berdampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak.

Lemak jenuh, yang banyak terdapat dalam produk-produk berbahan hewani, seperti daging berlemak dan produk olahan susu, juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang pada akhirnya dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Lemak Baik yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Meskipun ada jenis lemak yang harus dibatasi, tubuh tetap membutuhkan asupan lemak yang sehat. Inge menjelaskan bahwa lemak baik atau lemak tak jenuh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Lemak baik ini dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan, seperti ikan, minyak zaitun (olive oil), minyak sayur, serta kacang-kacangan seperti almond dan kenari.

Lemak baik memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak, meningkatkan daya ingat, dan mendukung kesehatan otot. Misalnya, minyak zaitun, yang kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, memiliki banyak manfaat, termasuk sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. 

Selain itu, ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden juga kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat mendukung fungsi otak dan jantung.

Namun, meskipun lemak sehat ini penting, cara mengonsumsinya tetap perlu diperhatikan. Inge menekankan, penggunaan minyak zaitun atau minyak sayur sebaiknya tidak dilakukan untuk menggoreng makanan. 

Proses pemanasan tinggi yang digunakan saat menggoreng dapat merusak kandungan baik dalam minyak tersebut. Sebagai alternatif, minyak ini lebih baik digunakan sebagai bahan campuran untuk salad dressing atau ditambahkan pada masakan setelah proses memasak selesai.

Kunci Sehat: Mengatur Jenis dan Porsi Lemak yang Dikonsumsi

Jadi, apakah kita harus menghindari lemak sepenuhnya? Jawabannya adalah tidak. Lemak tetap diperlukan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. 

Kuncinya adalah mengatur jenis lemak yang dikonsumsi serta cara pengolahannya. Bukan berarti kita harus menghilangkan lemak dari menu makanan, tetapi kita harus cerdas dalam memilih sumber lemak yang lebih sehat dan menghindari konsumsi lemak yang tidak sehat.

Sebagai contoh, lebih baik memilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Selain itu, usahakan untuk menghindari makanan yang digoreng dengan minyak berlebihan atau makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol tinggi. 

Jangan lupa untuk memperhatikan porsi, karena meskipun lemak baik bermanfaat, konsumsi berlebih tetap bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Inge juga mengingatkan, konsumsi lemak dalam jumlah yang tepat akan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Lemak sehat berperan penting dalam penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, menjaga keseimbangan hormon, dan memperbaiki sel-sel tubuh. Semua itu hanya bisa didapatkan jika kita mengonsumsinya dengan bijak.

Terkini