Komnas Haji Nilai Persiapan Kemenhaj Haji Sudah On Track

Senin, 19 Januari 2026 | 09:45:19 WIB
Komnas Haji Nilai Persiapan Kemenhaj Haji Sudah On Track

JAKARTA - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M mulai menunjukkan arah yang dinilai positif oleh Komisi Nasional (Komnas) Haji. 

Sejumlah langkah yang ditempuh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dinilai telah berjalan sesuai rencana dan berada pada jalur yang tepat. 

Penilaian ini menjadi sinyal optimisme di tengah besarnya tantangan pengelolaan haji yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Komnas Haji menilai bahwa persiapan yang dilakukan sejak dini menjadi kunci penting dalam memastikan kualitas pelayanan jemaah. Meski demikian, lembaga ini tetap memberikan sejumlah catatan agar penyelenggaraan haji dapat berjalan lebih optimal dan minim kendala.

Penilaian Umum Persiapan Penyelenggaraan Haji

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyampaikan bahwa secara umum persiapan yang dilakukan Kemenhaj sudah berjalan sesuai jalur atau on the track. Ia melihat adanya keseriusan dalam menyiapkan berbagai aspek penyelenggaraan, terutama dari sisi sumber daya manusia dan perencanaan teknis.

“Sejauh ini masih on the track. Saya kira dengan adanya persiapan pemberian materi kepada petugas yang dilakukan jauh-jauh hari, ini menjadi tren yang cukup positif,” ujar Mustolih.

Menurut Mustolih, pembekalan petugas haji sejak jauh hari menjadi indikator penting bahwa Kemenhaj berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan. 

Persiapan yang matang diharapkan mampu mencegah persoalan berulang yang kerap muncul pada masa operasional haji, terutama saat puncak ibadah berlangsung.

Komnas Haji menilai bahwa tren positif ini perlu dijaga konsistensinya hingga seluruh tahapan haji selesai. Evaluasi dan pengawasan tetap diperlukan agar rencana yang sudah disusun dapat terlaksana sesuai harapan.

Penguatan Petugas dan Peran Kedisiplinan

Salah satu catatan penting yang disoroti Komnas Haji adalah penguatan petugas penyelenggara ibadah haji. Mustolih menekankan pentingnya keterlibatan unsur Tentara Nasional Indonesia dalam penajaman kedisiplinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Menurutnya, penguatan kedisiplinan menjadi sangat krusial, khususnya di titik-titik kritis seperti Armuzna, yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada fase ini, beban kerja petugas sangat tinggi dan membutuhkan fokus penuh demi memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah.

Mustolih menilai bahwa keberadaan unsur TNI dapat membantu memastikan petugas tetap menjalankan tugas secara optimal. Ia juga menyoroti tantangan ketika petugas mengenakan pakaian ihram, yang berpotensi membagi fokus antara menjalankan ibadah pribadi dan memberikan pelayanan kepada jemaah.

Dengan penguatan kedisiplinan dan pembagian tugas yang jelas, Komnas Haji berharap pelayanan jemaah di Armuzna dapat berjalan lebih tertib dan efektif, sekaligus meminimalkan risiko gangguan pelayanan.

Terobosan Distribusi Kartu Nusuk Lebih Awal

Selain aspek petugas, Komnas Haji memberikan apresiasi terhadap rencana pendistribusian kartu nusuk yang dilakukan di Tanah Air sebelum keberangkatan jemaah. Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting yang menunjukkan adanya pembenahan signifikan dalam tata kelola haji.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kartu nusuk kerap dibagikan menjelang puncak pelaksanaan haji, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan dan kendala administratif bagi jemaah. Dengan pendistribusian lebih awal, jemaah diharapkan memiliki kepastian identitas dan akses layanan sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Saya kira ini satu terobosan dan akan mendorong tren yang positif terkait dengan perjalanan jemaah haji,” tambah Mustolih.

Komnas Haji menilai kebijakan ini dapat mengurangi beban administrasi di Arab Saudi serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah. Dengan persiapan dokumen yang lebih rapi sejak dari Tanah Air, potensi masalah teknis saat operasional haji dapat ditekan.

Catatan Sistem IT dan Harapan Ke Depan

Meski menilai persiapan secara umum sudah berada di jalur yang benar, Komnas Haji tetap memberikan catatan kritis. Salah satu perhatian utama adalah keandalan sistem teknologi informasi di lingkungan Kemenhaj.

Mustolih mengungkapkan bahwa masih ditemukan kendala berupa error system maupun akses yang lambat. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat proses administrasi jemaah, terutama dalam tahapan pendataan dan pengurusan dokumen.

Menurut Komnas Haji, perbaikan sistem IT menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh proses dapat berjalan lebih efisien dan transparan. Sistem yang andal juga akan membantu meminimalkan kesalahan data yang dapat berdampak langsung pada keberangkatan jemaah.

Ke depan, Komnas Haji berharap proses pendataan hingga penerbitan visa dapat diselesaikan lebih awal. Target yang diharapkan adalah seluruh urusan dokumen keberangkatan sudah tuntas maksimal pada 1 Syawal mendatang. Dengan demikian, calon jemaah haji Indonesia memperoleh kepastian dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun mental.

Komnas Haji menegaskan akan terus memantau dan memberikan masukan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik. Sinergi antara pemerintah, petugas, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama untuk mewujudkan pelayanan haji yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi jemaah Indonesia.

Terkini