Dubai Kembali Jadi Bandara Internasional Tersibuk di Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:32:30 WIB
Dubai Kembali Jadi Bandara Internasional Tersibuk di Dunia

JAKARTA - Di tengah pulihnya industri penerbangan global, persaingan antarbandara internasional kembali menguat. Setiap negara berlomba memperkuat konektivitas, kapasitas, dan layanan demi menarik arus perjalanan lintas negara yang kian padat.

Dalam lanskap tersebut, satu nama kembali mencuat sebagai pusat lalu lintas udara dunia. Bandara Internasional Dubai tidak hanya mempertahankan posisinya, tetapi juga menegaskan perannya sebagai simpul penting perjalanan internasional.

Prestasi ini sekaligus mencerminkan perubahan pola mobilitas global pascapandemi, ketika bandara bukan sekadar tempat transit, melainkan bagian dari pengalaman perjalanan itu sendiri.

Dominasi Dubai dalam Peta Penerbangan Global

Bandara Internasional Dubai (DXB) di Uni Emirat Arab kembali mempertahankan gelarnya sebagai bandara internasional tersibuk di dunia sepanjang tahun 2025. Capaian ini menandai konsistensi Dubai dalam menjaga posisinya sebagai penghubung utama antarnegara dan antarbenua.

Berdasarkan data perusahaan aviasi asal Inggris, OAG, Bandara Internasional Dubai mencatatkan kapasitas sebesar 62,4 juta kursi internasional. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti dilansir VN Express, peran DXB sebagai hub utama maskapai Emirates menjadi faktor kunci di balik pencapaian ini. Bandara tersebut melayani hampir 100 maskapai penerbangan yang menghubungkan lebih dari 240 destinasi di enam benua.

Fasilitas Mewah dan Strategi Layanan Penumpang

Kesibukan Bandara Internasional Dubai tidak hanya tercermin dari jumlah kursi dan penerbangan. Bandara ini juga dikenal menawarkan fasilitas kelas atas yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Berbagai fasilitas mewah tersedia bagi pengguna jasa bandara, mulai dari taman zen, kolam renang terbuka, pusat kebugaran, hingga bioskop. Bagi penumpang transit, tersedia pula hotel bintang lima yang terintegrasi langsung dengan area bandara.

Pendekatan ini menjadikan DXB bukan sekadar titik singgah, tetapi juga destinasi transit yang memberikan pengalaman tersendiri. Kombinasi antara kapasitas besar dan kualitas layanan menjadi keunggulan yang sulit disaingi bandara lain.

Persaingan Ketat Bandara Besar Dunia

Di bawah Dubai, Bandara London Heathrow menempati posisi kedua sebagai bandara internasional tersibuk pada 2025. Bandara di Inggris tersebut mencatatkan kapasitas 49 juta kursi internasional, naik 1 persen dibandingkan tahun 2024.

Menariknya, angka ini sudah 4 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum pandemi pada 2019. Hal tersebut menunjukkan pemulihan trafik internasional yang kuat di Eropa, khususnya melalui London sebagai salah satu pusat perjalanan global.

Sementara itu, Seoul Incheon International Airport berada di peringkat ketiga dengan total 43 juta kursi internasional. Pertumbuhan sebesar 3 persen di bandara ini menjadi sinyal bahwa perjalanan internasional di Korea Selatan telah pulih sepenuhnya.

Dinamika Asia dan Daftar Bandara Tersibuk

Bandara Changi Singapura, yang kerap dijuluki sebagai bandara terbaik di dunia, berada di posisi keempat dengan kapasitas 42,6 juta kursi internasional. Meski tidak menempati posisi teratas, Changi mencatatkan kenaikan 3 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut mengembalikan kapasitas operasional Bandara Changi ke level yang setara dengan tahun 2019. Hal ini menegaskan peran Singapura sebagai pusat konektivitas penting di kawasan Asia Tenggara.

Dalam daftar lima besar bandara internasional tersibuk dunia tahun 2025, urutannya adalah Bandara Internasional Dubai, Bandara London Heathrow, Bandara Incheon Seoul, Bandara Changi Singapura, dan Bandara Istanbul.

Di luar lima besar, lonjakan paling signifikan justru dicatatkan oleh Bandara Internasional Hongkong. Bandara ini mengalami pertumbuhan kapasitas kursi tertinggi di antara sepuluh besar dunia, yakni melonjak 12 persen menjadi 38,7 juta kursi internasional pada 2025.

Peningkatan tersebut menempatkan Bandara Hongkong di posisi kedelapan secara global. Capaian ini mencerminkan kebangkitan kembali Hongkong sebagai salah satu simpul penting perjalanan internasional di Asia.

Secara keseluruhan, daftar bandara internasional tersibuk tahun 2025 menunjukkan bahwa pemulihan industri penerbangan global berlangsung tidak merata, namun semakin solid. Bandara-bandara besar dengan strategi hub yang kuat dan layanan unggulan terbukti mampu menarik kembali arus penumpang internasional.

Keberhasilan Dubai mempertahankan gelarnya menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada infrastruktur, layanan, dan konektivitas masih menjadi kunci utama dalam persaingan bandara global. 

Di saat yang sama, kebangkitan bandara-bandara di Asia dan Eropa menandakan bahwa mobilitas internasional telah kembali menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan pariwisata dunia.

Terkini