Makanan Sehari-hari Berpotensi Picu Kanker, Ini Daftarnya Lengkap

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:32:23 WIB
Makanan Sehari-hari Berpotensi Picu Kanker, Ini Daftarnya Lengkap

JAKARTA - Pembahasan mengenai kanker semakin mendapat perhatian luas seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat. 

Selain faktor genetik dan lingkungan, asupan makanan sehari-hari kerap menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi risiko munculnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Banyak makanan yang selama ini dianggap lazim dikonsumsi ternyata menyimpan risiko tersembunyi apabila diolah dengan cara tertentu.

Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa proses memasak bersuhu tinggi dapat memicu terbentuknya zat berbahaya yang berdampak pada kesehatan. 

Salah satu senyawa yang paling sering dibahas adalah akrilamida, zat kimia yang muncul secara alami ketika makanan tertentu diproses dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dipanggang. Tanpa disadari, jenis makanan ini cukup sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dalam keseharian.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menjelaskan bahwa akrilamida terbentuk terutama pada makanan nabati yang kaya pati ketika dipanaskan di atas suhu 120 derajat Celsius. 

Walaupun riset mengenai dampaknya masih terus berkembang, akrilamida telah diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia. Oleh karena itu, banyak lembaga kesehatan menyarankan untuk membatasi konsumsinya.

Berikut ini adalah sejumlah makanan yang berpotensi membentuk kadar akrilamida tinggi dan kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, melansir Times of India.

Proses Pengolahan Makanan dan Risiko Kesehatan

Cara pengolahan makanan memainkan peran besar dalam menentukan kandungan zat berbahaya di dalamnya. Metode memasak seperti menggoreng dan memanggang pada suhu tinggi dapat memicu reaksi kimia antara gula dan asam amino, yang kemudian menghasilkan akrilamida. Semakin lama makanan terpapar panas, semakin tinggi pula kadar zat tersebut.

Di banyak rumah tangga, metode memasak praktis sering kali menjadi pilihan utama karena dianggap cepat dan efisien. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat meningkatkan paparan zat berisiko jika dilakukan secara terus-menerus. Warna makanan yang semakin kecokelatan sering menjadi indikator bahwa proses pemanasan sudah terlalu lama.

Memahami hubungan antara teknik memasak dan risiko kesehatan menjadi langkah awal yang penting. Dengan sedikit penyesuaian, seperti memilih metode memasak yang lebih aman, potensi risiko tersebut dapat ditekan.

Makanan Tinggi Akrilamida yang Perlu Diwaspadai

1. Gorengan

Keripik kentang, kentang goreng, dan berbagai camilan goreng lainnya menjadi salah satu sumber akrilamida terbesar. Zat ini terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi selama proses penggorengan.

Semakin lama dan semakin gelap warna gorengan, maka semakin tinggi kandungan akrilamidanya. Studi keamanan pangan menyebutkan kadar akrilamida dalam keripik kentang bisa berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sementara kentang goreng berada di kisaran 200 hingga 700 µg/kg.

Mengolah kentang dengan cara direbus atau menggunakan metode air fryer serta menghindari penggorengan berlebihan dapat membantu menurunkan kadar zat berbahaya ini.

2. Biskuit dan kue kering kemasan

Biskuit dan kue kering kemasan umumnya dipanggang pada suhu tinggi dan sering mengandung gula rafinasi serta bahan tambahan lainnya. Proses ini berkontribusi terhadap pembentukan akrilamida dalam jumlah yang tidak sedikit.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan yang digunakan.

Sebagai alternatif, camilan buatan sendiri dengan pemanggangan ringan, penggunaan tepung gandum utuh, dan pengurangan gula dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Roti panggang dan roti kecokelatan

Warna roti panggang dapat menjadi petunjuk tingkat risiko akrilamida. Semakin gelap warna roti, semakin tinggi kemungkinan kandungan zat tersebut akibat pemanasan berlebih.

Kadar akrilamida dalam roti panggang dilaporkan berada di kisaran 50 hingga 500 µg/kg, dengan roti yang dipanggang hingga cokelat tua cenderung mengandung lebih banyak.

Memilih roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang ringan dapat membantu mengurangi risiko sekaligus memberikan manfaat nutrisi tambahan.

4. Kopi

Akrilamida terbentuk selama proses pemanggangan biji kopi, khususnya pada tahap awal pemanggangan. Kopi dengan tingkat sangrai ringan hingga sedang umumnya mengandung lebih sedikit akrilamida dibandingkan kopi sangrai gelap.

Data menunjukkan bahwa kopi seduh mengandung sekitar 5 hingga 20 µg/L akrilamida, sedangkan kopi instan dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg dalam bentuk bubuk.

Meski kopi juga memiliki manfaat kesehatan, pemilihan jenis dan tingkat sangrai dapat membantu menekan paparan zat berisiko.

5. Sereal sarapan kemasan

Sereal seperti corn flakes dan wheat crisp biasanya dipanggang atau disangrai dengan suhu tinggi. Proses ini menyebabkan terbentuknya akrilamida, terutama pada produk yang mengandung gula tinggi dan berwarna kecokelatan.

Penelitian mencatat kadar akrilamida dalam sereal kemasan berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, bergantung pada merek dan metode pengolahan.

Memilih biji-bijian yang dimasak secara tradisional seperti oat dapat menjadi alternatif yang lebih aman untuk konsumsi harian.

Langkah Bijak Mengurangi Paparan Akrilamida

Menghindari sepenuhnya makanan yang mengandung akrilamida mungkin sulit, mengingat banyak di antaranya merupakan bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, mengurangi frekuensi konsumsi dan memperbaiki cara pengolahan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.

Memilih metode memasak bersuhu rendah, memperhatikan tingkat kematangan makanan, serta memperbanyak konsumsi makanan segar merupakan langkah sederhana namun efektif. Dengan kesadaran dan pilihan yang lebih bijak, risiko kesehatan akibat zat berbahaya dalam makanan dapat ditekan tanpa harus mengorbankan kenikmatan makan.

Terkini