Jangan Panik!! Ini Langkah Tepat Saat Serangan Jantung

Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:09:45 WIB
Jangan Panik!! Ini Langkah Tepat Saat Serangan Jantung

JAKARTA - Serangan jantung kerap datang secara tiba-tiba dan bisa terjadi di mana saja, mulai dari rumah, tempat kerja, hingga ruang publik. 

Dalam situasi seperti ini, kepanikan sering kali justru memperburuk keadaan. Padahal, respons awal dari orang-orang di sekitar korban sangat menentukan keselamatan dan peluang pemulihan pasien.

Pengetahuan dasar mengenai langkah yang harus dilakukan saat menghadapi serangan jantung bukan hanya penting bagi tenaga medis. Setiap orang sebaiknya memahami tindakan awal yang benar agar dapat memberikan pertolongan pertama dengan aman sebelum pasien mendapatkan penanganan profesional.

Serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada, rasa tertekan, atau sensasi terbakar yang bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, hingga punggung. Mengenali tanda ini dan bersikap tenang menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa seseorang.

Langkah Awal Saat Menemukan Gejala Nyeri Dada

Spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Isman Firdaus, Sp.JP SubSp IKKV (K), KI (K), MPH menjelaskan bahwa tindakan pertama yang harus dilakukan ketika melihat seseorang mengalami nyeri dada adalah mengistirahatkan pasien.

Pasien tidak boleh dibiarkan berjalan atau melakukan aktivitas fisik apa pun karena hal tersebut dapat memperberat kerja jantung. Aktivitas berlebihan saat jantung kekurangan pasokan oksigen justru dapat memperparah kondisi.

"Yang harus dilakukan orang sekitarnya jika melihat orang nyeri dada tentu harus diistirahatkan. Bisa duduk atau berbaring dengan posisi 30-40 derajat. Sambil meminta atau mengantarkan orang yang mengalami kondisi tersebut ke fasilitas terdekat," kata dr. Isman.

Posisi setengah duduk atau berbaring dengan kepala sedikit ditinggikan membantu mengurangi beban kerja jantung. Sambil itu, segera cari bantuan medis dan jangan menunda untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pentingnya Mengenali Tanda Serangan Jantung Berat

Dr. Isman menjelaskan lebih lanjut bahwa serangan jantung memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Salah satu kondisi yang paling berbahaya adalah ketika terdapat tanda ST Elevasi yang terlihat dari pemeriksaan EKG atau Elektrokardiografi.

Kondisi ini dikenal sebagai STEMI, yaitu jenis serangan jantung yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. STEMI terjadi akibat penyumbatan total pada pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung terhenti.

Dalam kondisi ini, pasien membutuhkan tata laksana reperfusi segera. Reperfusi bertujuan untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat agar aliran darah dan oksigen dapat kembali ke jantung.

Tanpa penanganan yang cepat, kerusakan otot jantung bisa menjadi permanen dan berisiko mengancam nyawa. Oleh karena itu, kecepatan membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor yang sangat krusial.

Penanganan Medis Dan Peran Ring Jantung

Pasien yang mengalami STEMI umumnya memerlukan tindakan medis lanjutan, salah satunya adalah pemasangan ring jantung. Ring jantung berfungsi untuk membuka arteri yang tersumbat dan melancarkan kembali aliran darah ke jantung.

Selain membuka sumbatan, pemasangan ring jantung juga berperan dalam mencegah terbentuknya penyumbatan baru di pembuluh darah. Dengan aliran darah yang kembali normal, risiko kerusakan jantung dapat diminimalkan.

Tindakan ini juga membantu menurunkan kemungkinan kambuhnya serangan jantung di kemudian hari. Oleh karena itu, pasien dengan STEMI tidak bisa hanya mengandalkan istirahat atau obat-obatan saja.

"Kita punya waktu 12 jam untuk menolong pasien dengan STEMI. Apabila terkenanya jam 6 pagi maka kita punya waktu sampai jam 6 sore untuk dilakukan reperfusi yakni membuka aliran yang tersumbat," paparnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang berpacu dengan waktu. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang keselamatan dan pemulihan.

Menjaga Ketenangan Dan Segera Cari Bantuan Medis

Selain tindakan fisik, menjaga ketenangan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi serangan jantung. Kepanikan dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang justru memperberat kondisi pasien.

Dr. Isman menyarankan agar pasien maupun orang di sekitarnya tetap tenang saat muncul keluhan nyeri dada. Hindari mengejan, mengangkat beban, atau melakukan gerakan yang membutuhkan tenaga besar.

Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perekaman jantung. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah nyeri dada yang dialami merupakan serangan jantung atau kondisi lain.

Dengan perekaman jantung, tenaga medis dapat menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk apakah pasien memerlukan tindakan darurat seperti reperfusi atau pemasangan ring jantung.

Pemahaman mengenai langkah awal saat serangan jantung dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah. Dengan tetap tenang, mengistirahatkan pasien, dan segera mencari bantuan medis, peluang keselamatan bisa meningkat secara signifikan.

Terkini

Jadwal Bus DAMRI Jogja Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:34 WIB

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:33 WIB

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:32 WIB

Bukit Uluwatu Serap Dana Rights Issue Rp492,83 Miliar

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:30 WIB

PGEO Kejar Kapasitas 1 GW dengan Ekspansi Panas Bumi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:27 WIB